Novel Roekiah 1965 by Roe – Alunan gending-gending terdengar semakin riuh oleh gemerincing di pergelangan kaki kanan Roekiah. Jiwanya melambung, membayangkan perjuangan hidup dan mati bapaknya dalam menyuarakan kebenaran melalui kesenian.
"Bapak ... Bapak ... mereka telah dikebiri. Ludruk perjuangan kami telah mati. Kini, tak ubahnya sebuah pertunjukan seni yang kehilangan jati diri.