5 Hal yang Bisa Dilakukan Ketika Diminta Merevisi Draf Novel – Coba bayangkan, sudah sekian purnama kamu menunggu seleksi naskah. Lalu suatu hari, ada pemberitahuan kalau naskahmu diterima, dengan catatan kamu harus merevisi draft novel. Tidak hanya sekadar mengecek typo atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia alias PUEBI, melainkan juga susunan kalimat dan memperbaiki cacat logika. Singkatnya, kamu harus memperbaiki banyak hal dalam novelmu. Bagaimana perasaanmu?

Bagi orang yang tidak terbiasa diberi revisi novel, rasanya pasti sesakit ungkapan: ditinggal pas sayang-sayangnya.

Namun, revisi sangat bagus untuk memperbaiki novelmu. Walaupun awalnya terasa sakit, kamu harus berlapang dada. Karena ini semua, demi novelmu sendiri, supaya lebih cantik, ciamik, dan enak dibaca. Berikut merupakan tips merevisi novel yang tidak kalah pentingnya dengan tips menulis novel.

1. Berlapang Dada dan Berpikir Positif

Goldenrod Haze
Photo by Noah Buscher / Unsplash

Kenapa hal ini nomor satu? Karena kebanyakan penulis pemula tidak mau mendengarkan pendapat editor. Kebanyakan dari mereka akan mengatakan, “Ini kan tulisanku. Kenapa aku harus didikte? Kenapa harus begini begitu dan lain sebagainya?”

Dear, Cabucin tersayang dan calon penulis novel di mana pun kalian berada, fungsi editor itu sama seperti cermin. Kamu tidak bisa melihat rupamu sendiri tanpa pantulan dari cermin, kan? Kurang lebih seperti itu. Komentar editor itu layaknya cermin yang menampakkan apa kelebihanmu sekaligus di mana kekuranganmu.

Jadi, ketika kamu mendapatkan revisi dari editor, dengarkan dulu apa yang dikatakannya sebelum marah-marah tidak jelas. Lalu diskusikan. Dengan demikian, hubunganmu dengan editor juga tidak buruk. Naskah cepat selesai. Naskah bisa dipoles semaksimal mungkin.  

2. Cek atau Bahkan Tulis Outline Baru

Apabila naskahmu memiliki cacat logika dan cukup parah, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah mengecek outline. Sayangnya, tidak semua penulis membuat ouline sebelum menulis novel. Itu artinya, kamu perlu menelusuri hampir semua bab untuk mengecek adegan mana yang jadi penyebab plot hole dan sebagainya.

Nah, apa itu artinya aku menulis ulang dari awal?

O, tentu tidak. Kalau menulis dari awal, kapan selesainya? Kamu hanya perlu menulis outline dan membuat kerangka baru, bisa dengan mulai membuat ringkasan per babmu. Dari ringkasan itu, akan ketahuan, apa penyebab dari cacat logikamu. Lalu, tambal dan perbaiki bagian yang cacat.

Baca Juga: Cara Membuat Outline Novel, Mudah Dipraktikkan!

3. Jangan Takut Menghapus

Delete key/button of a MacBook Air Keyboard
Photo by u j e s h / Unsplash

Sebagian besar masalah yang sering dialami oleh penulis adalah takut atau sayang menghapus kalimatnya. Jika editormu berkata setengah lembar dari tulisanmu berasa aneh dibaca, ya, jangan takut untuk menghapusnya. Kamu bisa menuliskannya ulang atau menghilangkannya sama sekali.

4. Perhatikan Karakterisasi

Ketidakkonsistenan tokoh, biasanya masalah utamanya berada di karakterisasi. Mulai sekarang, cobalah untuk merinci tokoh protagonismu, mulai dari hobi, tinggi badan, keinginan, latar belakang, dan lainnya. Setelah itu, akan ketemu bagaimana gaya dialog yang cocok untuk tokohmu. Karena apa? Karena setiap orang berbeda sifat dan sikap, akan berbeda pula cara bertuturnya. Contohnya, jika kamu menulis seorang gadis cerdas dan belajar di luar negeri misalnya, buat dia cenderung berbicara logis bahkan kritis, sesuaikan dengan pengalaman dan background kehidupan yang dialami si tokoh.

5. Perhitungkan Deadline

This feminine styled stock photo perfect for lady bosses features hot pink and black props with a white desk, a keyboard, pink and black notecards, pens, a clock, and more.
Photo by Katie Harp / Unsplash

Ini juga yang penting. Deadline atau batas waktu yang diberikan editor kepadamu untuk merevisi. Kalau kamu diberi merevisi seminggu, usahakan selesai seminggu. Namun, apabila kamu sedang (sok) sibuk atau banyak kegiatan, komunikasikan dengan editor. Jangan ragu untuk menegosiasikan tambahan waktu. Jangan tiba-tiba menghilang tanpa jejak, kayak doi. Editor itu enggak suka ditinggalin, loh, karena editor itu juga punya perasaan hehehe.

Baca Juga: 10 Kelebihan Menulis Novel dengan Outline

Itulah 5 hal yang bisa dilakukan ketika diminta merevisi draft novel. Makanya, sebelum kirim naskah ke Cabaca, persiapkan mentalmu dengan sebaik-baiknya. Jadilah penulis yang terbuka dengan diskusi. Gunakan pula kacamata pembaca dan penerbit saat meninjau ulang karyamu. Selain itu, pastikan untuk selalu memperkaya diri dengan baca novel Indonesia di Cabaca. Download buku gratis tambah mudah, pakai saja aplikasi Cabaca di Google Play. [Lisma]