10 Ciri Buku Bajakan yang Wajib Kamu Ketahui – Pernah mendengar sebuah cerita tentang pelaku pembajakan buku yang naik haji berkali-kali dan punya penthouse, sementara penulis asli dari buku tersebut kesulitan ekonomi dan penerbitnya hampir saja gulung tikar? Miris banget, ya.

Bahkan sekarang buku bajakan bisa masuk ke bazar buku, tidak lagi dijual di gang-gang sempit.

Aduh, kenapa sih kita tidak boleh membeli buku bajakan? Harga buku bajakan itu murah. Lagian ilmu kan harus disebar supaya bermanfaat. Penulis yang bukunya dibaca orang lain itu seharusnya bersyukur.

Sebenarnya sedih sekali mendengar (membaca) pembelaan seperti di atas. Begini, buku bajakan itu hukumnya haram. Karena apa? Karena dari segi ekonomi saja, uang dari buku bajakan tidak masuk ke kantong yang memiliki hak, yakni penulis, penerbit. dan distributor. Hal ini sama saja dengan PENCURIAN. Dan sayang sekali, apa kamu lupa kata pepatah? Ilmu yang didapatkan dari menyakiti orang lain, tidak akan bermanfaat. Yang ada malah dosa.

Bagaimana kalau membeli buku repro saja?

Buku repro adalah buku lama yang diketik ulang dan diperbanyak. Intinya, ya, sama saja dengan pembajakan.

Sudahlah, kalau kamu benar-benar menghargai buku, kamu seharusnya membeli buku asli, bukan bajakan. Nah, berikut cara membedakan buku asli dan bajakan.

1. Warna Rupa Cover

Ciri buku bajakan yang paling terlihat adalah covernya. Novel bajakan biasanya warnanya tidak mencolok, cenderung gelap, dan kadang kusam.

2. Cover Tidak Ada Finishing

Penerbit biasanya akan membuat cover dengan lebih profesional, seperti menambahkan efek emboss pada bagian judul di cover atau sekadar mencetak bagian tertentu dengan laminasi. Cara gampang mengenali buku yang bajakan adalah apabila disentuh terasa tidak licin, kesat, dan lapisan plastik pada cover novel dapat mengelupas.

3. Tidak Ada Bonus

Kalau novel yang kamu beli bertuliskan bonus poster atau hal lainnya, dan kamu tidak mendapatkan bonus itu, kamu perlu menaruh curiga. Novel asli akan mengatakan seperti yang tertulis di sampul buku, kecuali novel itu belinya second atau bekas orang lain.

4. Bagian Perekat Buku

Kalau bukunya belum dibuka, hal ini pasti tidak kelihatan. Novel bajakan kebanyakan perekat bukunya gampang terlepas. Hal itu terjadi karena mereka menggunakan lem kualitas rendahan.

5. Warna Tulisan

Warna tulisan pada buku bajakan biasanya terlihat lebih pudar.

Baca Juga: 5 Fakta Mengenai Bahasa Ibu di Indonesia

6. Kualitas Kertas

Kebanyakan buku bajakan menggunakan kertas buram, warnanya abu-abu. Beberapa buku asli juga ada yang memakai kertas buram, tapi perbedaan asli dan bajakan sangat berbeda. Kertas buram pada buku bajakan umumnya tipis.

7. Bercak dan Noda Hitam

Buku bajakan kebanyakan merupakan hasil fotocopy. Dari sanalah, bercak dan noda hitam berasal. Tak jarang juga, nodanya sampai menutupi tulisan.

8. Page Set Up Halaman

Buku bajakan juga sering terlihat miring-miring. Hal ini bisa disebabkan ditaruh di mesin fotocopy secara serampangan.

9. Isi yang Kacau Balau

Karena dikerjakan asal-asalkan, isi pun kadang tidak runut, halaman terbalik, atau mungkin ada yang hilang. Sudahlah, memang lebih enak baca yang asli saja.

10. Harga Terlalu Murah

Ini ciri buku bajakan yang sangat sangat sangat terlihat, yakni harga. Buku bajakan biasanya dijual setengah harga dari buku asli, bahkan lebih!

Baca Juga: Cari Tempat Donasi Buku? Cek di Sini Yuk!

Ada dua tips untuk terhindar dari buku bajakan. Pertama, belilah buku langsung dari website atau akun penerbit di marketplace atau toko buku terpercaya. Kedua, dengan membaca karya-karya di aplikasi baca novel, seperti aplikasi Cabaca. GRATIS! Dijamin kamu pasti ketagihan deh, dan tidak membeli yang bajak-bajakan lagi atau download pdf novel. [Lisma]