Novel Couple in A Fairy Tale di Cabaca.id ... and they live happily ever after.

Brak!

Gadis kecil di atas tempat tidur menutup buku dongeng sembari menatap gadis yang lebih besar di sebelahnya. Suara bantingan itu bukan berasal dari buku, melainkan dari luar kamar. Keduanya masih berpandangan sampai terdengar suara gelas pecah diiringi makian yang mengerikan.

"Tidur, yuk!" Gadis yang lebih besar mengambil buku lalu menarik selimut, tapi gadis kecil menggeleng. Tak memedulikan ajakan sang kakak, gadis kecil itu justru membuka sedikit pintu kamar.

Dari celah pintu matanya menatap dua orang dewasa sedang bertengkar.

"Penyihir tak tahu malu!" Terdengar sahutan lain dari arah belakang. Seorang wanita tua berjalan sambil memaki wanita yang dia sebut sebagai penyihir. Gadis kecil itu mengerutkan dahi, tak mengerti mengapa ibunya dipanggil sebagai penyihir.

"Aku menikah denganmu bukan untuk membuat putriku menderita!" Kali ini kerutan di dahi sang gadis semakin membesar. Itu suara ayahnya. Suara yang membuatnya bingung, karena dalam buku yang dia baca pangeran tidak berbicara kasar. Tapi kini sederet makian keluar dari mulut ayahnya, ditujukan pada ibunya yang hanya diam.

"Ayo tidur!" sahut sang kakak, sembari menarik adiknya dan menutup pintu perlahan. Pintu ditahannya, mata kecil itu kini memandang seorang anak perempuan di samping seorang nenek. Anak itu juga kakaknya, tapi bukan dari ibunya. Kata orang-orang, dia seperti Cinderella. Ayahnya menikah lagi dengan wanita yang sudah punya anak, hingga Cinderella itu juga punya dua saudara perempuan lain—yang tak lain adalah mereka berdua.

Mata gadis kecil itu kembali menyipit ketika menatap sang ayah yang menggendong Cinderella setelah memaki istrinya sekali lagi. Sang nenek mengikuti sembari menelepon dokter.

"Tidur!" Kakaknya tak bisa lagi menoleransi, ditutupnya pintu dengan paksa dan digiringnya gadis kecil ke atas tempat tidur.

"Kenapa Papa marah? Dia yang mendorong kita!" Gadis kecil itu tiba-tiba bertanya pada sang kakak.

"Egh, itu ...."

"Kakak bilang Cinderella berhati baik! Tapi dia jahat. Kakak yang terluka, tapi mereka nggak memanggil dokter!" Kini gadis kecil itu mulai menangis sembari menatap luka cukup besar di kaki sang kakak yang dibalut seadanya.

"Jangan dibahas, ayo ..."

"Buku ini bohong!" Gadis kecil itu tiba-tiba membanting bukunya ke lantai dengan marah.

"Katanya setelah menikah mereka hidup bahagia selamanya, tapi Mama nggak!"

"Hara ...."

"Aku juga anak Papa tapi..." Gadis kecil itu terisak, lalu dengan kesal dia membanting semua barangnya yang ada di meja. Menimbulkan suara gaduh hingga orang tuanya masuk ke dalam kamar.

"Hara, kenapa?" tanya ibunya sembari memeluk Hara yang menangis di lantai.

"Nara, Hara kenapa?!" Wanita itu membentak sang kakak yang kebingungan.

Hara semakin kesal karena melihat ayahnya sama sekali tidak mendekat. Padahal dia hanya meniru tangisan Cinderella yang biasanya berhasil membuat ayah mereka kalang kabut memeluknya.

"Hara, tidur!" kata ayahnya dengan tegas sembari bersiap pergi, membuat tangisan Hara semakin kencang. Hara berhasil, pria itu menghentikan langkah lalu menatapnya.

"Hara, hentikan tangisanmu. Arin baru saja tidur, dia bisa bangun!" kata pria itu tanpa memeluknya.

Hara luar biasa kesal, diambilnya buku dongeng di lantai lalu dilemparnya ke arah pintu hingga mengenai kaki ayahnya. Sekian detik tak ada yang bersuara karena hampir semuanya menahan napas hingga terdengar lengkingan tajam yang diyakini Hara sebagai suara penyihir dalam buku dongeng.

"Anak penyihir! Pantas nggak tahu sopan santun! Kebanyakan bermain dengan anak penyihir! Firdaus, kamu mau anakmu ikut jadi kurang ajar dan tidak tahu berterima kasih?!"

Ayah yang sebelumnya Hara kira seorang pangeran dalam dongeng itu berbalik, menatap Hara dan Nara bergantian. Tanpa menoleh pada istrinya, dia menuding wajah Nara.

"Besok pindahkan sekolahnya ke boarding school! Hara, berhenti menangis dan jadi anak baik seperti kakakmu Arin!"

Hara terdiam menatap Nara yang matanya berkaca-kaca. Pandangannya beralih kepada ibunya yang hanya diam. Sudut matanya mengikuti langkah ayah dan neneknya yang pergi begitu saja.

Sejak malam itu Hara yakin dongeng sebelum tidur yang sering dibacakan Nara hanyalah omong kosong. Cinderella bukan orang baik. Saudara tiri Cinderella bukan orang jahat. Istana yang diceritakan sebagai tempat menyenangkan, menjadi tempat paling buruk bagi Hara. Dan pengeran yang membawa kebahagiaan hanyalah kebohongan belaka.

Yang Hara lihat, pangeran hanya mementingkan kebahagiaannya sendiri.

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel Precious Wedding di Cabaca.id

Menikah bukan jaminan hidup bahagia selama-lamanya seperti dalam negeri di dongeng. Awalnya Hara tak percaya, tapi sejak kehadiran Alrik, ia pelan-pelan mendambakannya... Couple in A Fairy Tale. Novel ini bisa dibaca GRATIS dengan download aplikasi Cabaca di Play Store, coba sekarang!

Sekarang udah tahu kan solusi baca novel GRATIS selain cari link download pdf novel yang ilegal? Yap, kamu bisa pakai Cabaca, aplikasi baca novel online Indonesia. Apalagi ada program Jam Baca Nasional alias Happy Hoursnya Cabaca, yang memungkinkan kamu bisa baca gratisan pukul 21.00-22.00 WIB tiap hari! Install aplikasi Cabaca di Play Store dan buktikan keseruannya!