Niat dan Tata Cara Puasa Arafah - Puasa Arafah 2020 jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah atau 30 Juli 2020, tepatnya hari Kamis. Puasa sunnah ini dilaksanakan sehari sebelum Idul Adha, yakni hari raya Islam yang memperingati peristiwa kurban, saat di mana Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.

Niat Puasa Arafah

Jika sudah tahu puasa Arafah 2020 mulai kapan, yuk kita ucapkan niat puasa. Ketika sahur, kita diharuskan untuk mengucapkan niat. Berikut merupakan niat puasa Arafah beserta artinya:

“Nawaitu shauma arafah sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya, “Saya niat puasa arafah sunnah karena Allah ta’ala.”

Hukum Puasa Arafah

Hukum Puasa Arafah adalah sunnah bagi orang yang tidak melakukan haji. Artinya, jika kamu tidak sedang melaksanakan ibadah haji, Puasa Arafah hukumnya sunnah, yakni boleh dilakukan ataupun tidak dilakukan. Apabila dilakukan, kamu akan mendapat pahala, sedangkan bila tidak dilakukan, kamu tidak mendapat dosa.

Bagi kamu yang sedang melaksanakan ibadah haji, dilarang melakukan puasa ini, sebagaimana hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah dan Ahmad:

Dari Ikrimah, ia mengatakan, “Aku masuk ke rumah Abu Hurairah lalu bertanya tentang puasa hari Arafah bagi (jamaah haji yang sedang) di Arafah.” Lalu Abu Hurairah menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam melarang puasa hari Arafah di Arafah.”

Kenapa dilarang? Karena dikhawatirkan dapat membuat orang yang haji berbadan lemah sehingga amalan-amalan ibadah yang lain terganggu.

Lalu bagaimana hukum Puasa Arafah bagi orang yang ada tanggungan puasa wajib Ramadan?

Dilansir dari situs resmi Nadhlatul Ulama (NU) yang diterbitkan pada Selasa (2/12/2008) hal itu boleh dilakukan. Bagi kamu Muslimin yang mempunyai tanggungan puasa Ramadan juga disarankan untuk mengerjakannya pada hari Arafah ini, atau hari-hari lain yang disunnahkan untuk berpuasa. Maka, ia akan mendapatkan dua pahala sekaligus, yakni pahala puasa wajib (qadha puasa Ramadan) dan pahala puasa sunnah.

Baca Juga: Cara Menghitung Pembayaran Fidyah

This man is getting water at some pure sources in the Atlas for his village. With his donkey he goes upstream this tiny river and fills the jerrycans with this water. Then he walks back again to his tiny village.
Photo by Wim van 't Einde / Unsplash

Keutamaan Puasa Arafah

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang istimewa karena merupakan salah satu bulan yang dimuliakan di dalam Islam.

Allah berfirman dalam Qs. Al Maidah: 3:

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku telah meridhai Islam itu agama bagi kalian.”

Para ulama sepakat bahwa ayat itu turun di bulan Dzhulhijjah saat hari wada’ di hari Arafah atau yang kemudian dikenal sebagai Puasa Arafah. Hari Arafah juga disebut-sebut sebagai hari agung.

Barangsiapa yang berpuasa di hari itu, akan dihapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya.

Namun, perlu kamu ketahui bahwa arti dari dosa setahun sebelumnya, tidak lantas membuatmu terbebas dari dosa. Jika kamu berbuat dosa besar dan disengaja, itu artinya sama saja kamu telah gagal melaksanakan substansi dari puasa tersebut. Dihapuskan dosa setahun sebelumnya merujuk kepada orang yang menjaga dirinya.

Selain Puasa Arafah, pada bulan Dzulhijjah kamu dapat melaksanakan puasa sunnah lain, yakni Puasa Tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah atau 29 Juli 2020) dan disunnahkan juga berpuasa pada tanggal 1 Dzulhijjah sampai 7 Dzulhijjah.

Dan kamu dilarang berpuasa pada Hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Baca Juga: Cara Menghitung Zakat Fitrah, Jangan Sampai Salah!

Itulah niat dan tata cara Puasa Arafah. Untuk menikmati libur Hari Raya Iduladha, kamu dapat menghabiskan waktu dengan membaca novel-novel keren beragam genre di Cabaca. Daripada baca novel pdf ilegal, download yuk aplikasi Cabaca sekarang! [Lisma]

Dijamin bisa baca novel gratis dan legal deh!