Perbedaan Resensi dan Sinopsis yang Wajib Kamu Pahami

Perbedaan Resensi dan Sinopsis yang Wajib Kamu Pahami-Pernahkah kamu mendengar istilah resensi dan sinopsis? Secara sekilas keduanya mempunyai persamaan yakni memperoleh gambaran mengenai suatu karya. Meskipun demikian, keduanya tetaplah berbeda. Di mana letak perbedaan resensi dan sinopsis?

Perbedaan Resensi dan Sinopsis, Apa Saja?

Berikut ini adalah beberapa perbedaan resensi dan sinopsis yang perlu kamu pahami:

1. Perbedaan dari Segi Pengertian

Resensi adalah ringkasan yang disertai dengan penilaian terhadap suatu karya. Penilaian tersebut haruslah dari dua sisi, yakni kelebihan maupun kekurangannya. Karena resensi berhubungan dengan pendapat pengulas, bisa saja penilaian dari satu orang dengan orang lainnya berbeda.

Sinopsis adalah ringkasan dari suatu karya, baik karya itu berupa novel, buku, drama dan lain-lain. Dalam sinopsis tidak ada penilaian. Sinopsis haruslah mencakup ringkasan dari keseluruhan karya.

2. Perbedaan dari Tujuan Penulisan

Tujuan resensi yaitu menilai sebuah karya. Biasanya, hasil dari resensi bisa menjadi rujukan orang lain untuk mempertimbangkan apakah karya tersebut layak dibeli, dibaca atau disimak oleh masyarakat.

Sedangkan tujuan sinopsis adalah menarik perhatian orang agar menyimak karya tersebut. Ringkasan sinopsis umumnya diambil dari bagian-bagian yang paling unik dan menarik. Tujuan lainnya yaitu membantu pihak ketiga untuk lebih memahami karya sastra tersebut.

Baca Juga: Gini Lho Perbedaan dan Cara Nulis Awalan "di-" dan Kata Depan "di" yang Benar

3. Perbedaan dari Segi Penulisnya

Siapakah penulis resensi? Penulis resensi haruslah orang lain. Penulis atau pemilik dari karya tersebut tidak boleh menulis resensi terhadap karyanya karena kita tidak mungkin menilai karya sendiri, kan?

Lalu siapakah penulis sinopsis? Umumnya sinopsis ditulis oleh penulis atau pemilik dari karya tersebut, tapi ada juga yang ditulis oleh orang lain. Sinopsis biasanya dikeluarkan bersamaan dengan karya itu.

4. Perbedaan dari Struktur

Berdasarkan perbedaan strukturnya, keduanya sangatlah berbeda. Struktur resensi haruslah terdiri dari identitas karya berupa nama pencipta, penerbitan, label, jumlah halaman (untuk buku), jumlah lagu (album musik), dan lain-lain.

Awalnya peresensi akan menuliskan pendahuluan singkat, ringkasan, kritik atau evaluasi dan terakhir adalah penilaian terhadap karya tersebut. Lalu ciri-ciri sinopsis yaitu tidak mempunyai struktur baku. Hal terpenting dalam sinopsis adalah berisi rangkuman atas karya tersebut.

5. Perbedaan Tingkat Kesulitan

Dari tingkat kesulitan, resensi mempunyai kesulitan yang lebih daripada sinopsis. Hal tersebut karena resensi harus memberikan penilaian dari kelebihan ataupun kekurangan karya tersebut. Sementara sinopsis tidak.

Sinopsis adalah menceritakan kembali suatu karya dengan lebih ringkas dan menonjolkan sisi menarik dari karya tersebut.

Baca Juga: Cara Menjadi Penulis Novel Online dengan Bayaran

Sinopsis dalam kepenulisan biasanya digunakan untuk memperkenalkan karyamu kepada kakak-kakak redaksi. Dengan adanya sinopsis ini, akan memudahkan redaksi dalam memahami karyamu.

Menulis resensi buku yang sudah kamu baca merupakan apresiasi terhadap penulis. Apresiasi ini akan membuat penulis bahagia karena merasa dihargai. Meskipun menulis resensi artinya memberikan penilaian, kamu harus memberikan penilaian yang obyektif, ya, bukan subyektif. Sebuah penilaian haruslah berdasarkan kaidah kepenulisan novel. Usahakan juga menulis resensi dengan bahasa sopan, tapi juga mengandung kritik tajam.

Kamu bisa mulai mempublikasikan karya kamu secara bebas di Cabaca loh! Bahkan, kamu juga bisa mengajukan monetisasi secara mandiri di Aplikasi Cabaca menggunakan Fitur Karya. Caranya juga sangat mudah! Kamu tinggal masuk di aplikasi Cabaca lalu klik tombol plus (+) di bagian pojok kanan bawah, dan kamu sudah bisa mulai menulis deh! [Lisma]

Baca novel Indonesia di Cabaca