Cara Menghitung Zakat Fitrah, Jangan Sampai Salah! - Ramadan kali ini memang terasa berbeda. Untuk mengurangi penyebaran Covid-19, kita diharuskan menjauhi tempat ramai dan selalu jaga jarak. Dengan demikian, ada beberapa kebiasaan dalam bulan Ramadan yang harus kita tinggalkan atau tidak bisa kita lakukan, seperti salat tarawih di masjid, ngabuburit, dan lain sebagainya.

Namun, ada satu amalan yang tidak boleh kita tinggalkan di bulan Ramadan, yakni membayar zakat fitrah.

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, Zakat Fitrah ialah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. Kata Fitrah yang ada merujuk pada keadaan manusia saat baru diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini manusia dengan izin Allah akan kembali fitrah.

Sedangkan menurut Al Quran, zakat diatur dalam QS. At-Taubah [9] ayat 103 yang artinya, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Syarat Wajib Zakat Fitrah

Zakat fitrah hukumnya wajib, tapi juga harus memenuhi syarat-syarat, yaitu:

1. Islam

2. Merdeka

3. Berakal dan baligh

4. Hartanya memenuhi nisab

Baca Juga: Cara Menghitung Pembayaran Fidyah

Waktu Membayar Zakat Fitrah

Sebagian besar muslim akan mengeluarkan zakat ketika malam takbir. Namun, apakah memang hanya di waktu itu saja yang diperuntukkan? Ataukah ada waktu lainnya, kapan membayar zakat fitrah?

Zakat fitrah bukan hanya sebatas di malam takbir, melainkan bisa dilakukan di sepanjang hari bulan Ramadan, dengan batas waktu paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan salat Ied. Apabila waktu penyerahannya melewati batas, maka yang diserahkan tidak termasuk ke dalam kategori zakat, tapi sedekah biasa.

Penerima zakat fitrah sendiri dikategorikan dalam delapan golongan, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah dan ibnu sabil.

April 19th is National Rice Ball Day ...incase you were planning a night in!
Photo by Pierre Bamin / Unsplash

Cara Menghitung Zakat Fitrah

Islam mengatur untuk mengeluarkan zakat sebesar 1 Sha yang berarti 4 mud dan untuk 1 mud bernilai 676 gram.

Ada cara menghitung zakat fitrah yang lebih mudah, yaitu dengan membayar beras sebanyak 2,5 kilogram. Zakat fitrah juga bisa diuangkan. Cara menghitungnya dengan menyesuaikan harga beras di pasaran. Semisal harga 1 kilogram beras adalah Rp 12.000, maka kalikan dengan 2,5 kilogram. Sehingga total keseluruhannya adalah Rp 30.000.

Selain untuk menyucikan harta, ada beberapa hikmah yang bisa dipetik dalam amalan zakat fitrah, yaitu:

1. Bentuk pertolongan kepada umat Islam, baik kaya maupun miskin sehingga dapat berkonsentrasi penuh untuk beribadah kepada Allah Swy.

2. Dapat memberikan panjang umur.

3. Tanda syukur orang yang berpuasa kepada Allah atas nikmat ibadah puasa.

Sebelum memberikan beras, setiap muslim harus memegang beras dan mengucapkan niat. Berikut merupakan niat zakat fitrah:

Niat Zakat Fitrah untuk Keluarga

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’I ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala

Artinya:

Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.

Niat Zakat Fitrah untuk Keluarga

Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an nafsii fardhol lillahi ta’ala

Artinya:

Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri sendiri, fardhu karena Allah Ta’ala.

Baca Juga: Bolehkah Salat Tarawih Sendirian?

Sudah tahu kan cara menghitung zakat fitrah? Kalau sudah, jangan lupa dibayarkan ya! Jadikan Idulfitri lebih berwarna dengan install Cabaca agar bisa baca novel-novel Indonesia yang seru secara GRATIS. Install sekarang yuk! [Lisma]

Download novel legal hanya di Cabaca!