Cara Membuat Outline Novel, Mudah Dipraktikkan! – Saat mengirimkan karyamu ke penerbit atau pun platform, seorang penulis kerap dimintai outline novel. Tapi sebenarnya apakah itu outline?

Secara harfiah, outline artinya garis besar atau yang lebih sederhananya lagi disebut kerangka cerita. Jadi, sebelum kamu menulis novel, kamu perlu memetakan ceritamu terlebih dahulu, yakni dengan menuliskan siapakah tokoh-tokohmu? Bagaimana jalan ceritamu? Termasuk juga detail-detail cerita lainnya, seperti ingin memakai POV apa, berapa halaman yang nantinya ditulis, dan lain sebagainya.

Tujuan Penggunaan Outline Novel

Kenapa kamu harus menggunakan outline? Itu supaya ceritamu fokus, tidak mengembang ke mana-mana dan kalau ditinggalkan, kamu masih bisa menemukan jalan pulang ke novelmu. Saat writer's block atau kehilangan arah saat menulis, kamu juga dapat dengan mudah membuatmu mendiskusikannya dengan editor. Tim editor tentu tidak dapat membaca pikiranmu, tapi dengan adanya bentuk tulis dari isi kepalamu alias outline, editor jadi paham kamu sudah menulis sampai mana dan apa yang membuatmu hilang arah.

Intinya, outline mempermudah penulis dalam menuliskan ceritanya.

Cara Membuat Outline Novel

Cara membuat outline terbilang cukup mudah. Di sini kamu perlu mengisi beberapa tabel.

1. Tabel Penokohan

Sebelum menulis detail per babnya secara lengkap, kamu bisa memulainya dari membuat tabel penokohan. Contohnya bisa dilihat seperti di bawah ini.

contoh tabel penokohan

1) Nama Tokoh

Tidak perlu dijelaskan ya, kalau ini. Sudah pasti tahu kan? Sebutkan semua tokoh yang ada dalam ceritamu, urutkan dari yang paling penting dalam alur cerita hingga yang merupakan sampingan.

2) Ciri Fisik

kamu bisa menuliskan segala ciri fisik tokohmu di sini. Ciri fisik biasanya terlihat, semisal rambut panjang, warna kulit sawo matang, mata sipit, dan lain-lain.

3) Watak & Kebiasaan

Setiap orang pasti memiliki watak dan kebiasaan masing-masing. Sekadar tips, tuliskan watak ceritamu secara detail, bukan hanya sekadar baik dan buruk saja. Melainkan, tokoh A suka menolong, tokoh B tidak akan memberikan kesempatan bagi orang yang mengkhianatinya. Sedangkan kebiasaan adalah hal-hal yang biasanya dilakukan tokohmu. Contohnya, tokoh A tidak suka berjalan lurus, tapi berjalan menyamping seperti kepiting. Tokoh B, suka membelikan air mineral untuk gebetannya, dan seterusnya.

4) Latar Belakang

Terdiri dari alasan kenapa tokoh itu memiliki watak atau kebiasaan seperti itu. Latar belakang bisa juga berisi kisah masa lalu tokohmu. Semisal, tokoh A tidak ingin pacaran karena dia memiliki trauma. Tokoh B suka berantem karena orang tuanya sering bertengkar.

Baca Juga: Cara Membuat Blurb Novel Yang Menarik

2. Tabel Plotting

Kemudian setelah semuanya sudah selesai, kamu bisa masuk ke bagian plotting. Di sini kamu akan menyusun sebab akibat dari konflik yang dibahas. Format yang biasanya dipakai seperti ini.

contoh tabel plotting

1) Nomor

Yang ini tidak perlu dijelaskan gunanya untuk apa, ya. Hanya sebagai tanda untuk mengurutkan saja, biar kamu tidak capek-capek menghitung.

2) Formula

Biasanya diisi apakah plotmu masuk ke bagian awal, pertengahan (konflik), atau akhir. Kamu juga bisa mengisi kolom ini dengan hari keberapa konflik novelmu sudah berjalan. Hal ini digunakan supaya kamu tidak selalu menyebut beberapa hari kemudian terus-menerus, tapi langsung bisa menyebutkan harinya. Semisal: seminggu kemudian atau 15 hari kemudian.

3) Life

Novel seperti halnya kehidupan, yang tidak selalu terisi dengan cinta-cintaan. Tuliskan segala hal di luar percintaan di kolom ini.

4) Love

Segala hal berbau cinta, tulis di sini, terutama jika kamu sedang menulis novel romantis atau bergenre romance.

Dengan adanya dua kolom Life dan Love, diharapkan hidup tokohmu menjadi seimbang.

3. Tabel Per Bab

Setelah menyusun plotting, kamu bisa langsung menuliskan ceritamu. Namun, kalau lebih ingin terarah, kamu bisa menggunakan tabel selanjutnya ini. Berikut merupakan contoh outline novel.

contoh tabel per bab

Biasanya saat diminta tim editor Cabaca untuk mengirimkan outline novel, kamu bisa cukup memberikan tabel per bab seperti di atas.

Baca Juga: Cara Membuat Sinopsis Novel untuk Tim Redaksi

Nah, bagaimana? Mudah, kan membuat outline novel? Semoga berguna ya untuk kamu yang sedang ingin kirim naskah ke Cabaca. Untuk lebih memahami bagaimana novel itu, kamu bisa membaca novel-novel keren di Cabaca. Install aplikasi Cabaca sekarang di Google Play. [Lisma]

Baca novel gratis tanpa merugikan penulis! Cobain deh!