7 Penulis Cerita Pendek Terbaik Indonesia - Banyak penulis Indonesia yang kita kenal, mulai dari Bernard Batubara, Dee Lestari, Tere Liye, Pramoedya Ananta Toer, dan masih banyak lagi. Semua penulis tersebut memiliki karya berupa novel yang bagus, terkenal, dan banyak digemari oleh orang-orang Indonesia. Selain penulis novel, banyak juga lho, penulis yang membuat cerita pendek alias cerpen yang bagus. Di bawah ini merupakan penulis cerita pendek terbaik Indonesia, yang karyanya sudah tak diragukan lagi.

1. Chairil Gibran Ramadhan

Sumber: katasastrawan.com

Cerpenis kelahiran Jakarta, 11 September 1972 dikenal dengan tutur katanya, serta ceritanya yang bikin pembaca hanyut. Cerpen-cerpennya sering dimuat di media-media besar Indonesia maupun media online. Cerpen terbaik dari Chairil Gibran Ramadhan a.k.a CGR ini ialah Sebelas Colen di Malam Lebaran.

Cerpen terbaik Chairil Gibran Ramadhan, masih bisa kita nikmati sampai saat ini.

2. Hamsad Rangkuti

Sumber: medium.com

Pernah membaca atau mendengar sebuah cerpen dengan judul “Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu”? Nah, itu adalah cerpen terbaik Indonesia yang dikarang oleh Hamsad Rangkuti. Hamsad Rangkuti, memilih menjadi cerpenis dan fokus di dalam bidang tersebut. Tentunya, masih ada karya-karyanya yang lain, yang tak kalah melegenda.

Kumpulan cerpen karya Hamsad Rangkuti antara lain Bibir Dalam Pispot, Sumpah Bulan Desember, Lukisan Perkawinan dll. Hamsad Rangkuti wafat pada 26 Agustus 2018 karena penyakit yang dideritanya.

3. A.S. Laksana

Sumber: konfrontasi.com

Bidadari yang Mengembara yang terpilih sebagai buku sastra terbaik 2004 versi Majalah Tempo, membuat nama A.S. Laksana semakin dikenal. Cerpenis yang satu ini tak hanya menulis cerita pendek, tetapi pernah menjadi wartawan di beberapa media. Sudah jelas, kepiawaian beliau untuk menulis sebuah cerita pendek tak diragukan lagi. Baca saja kumpulan cerpennya Bidadari yang Mengembara (2004) dan Murjangkung (2013).

Baca Juga: 5 Puisi Widji Thukul yang Paling Populer

4. Triyanto Tiwikromo

Sumber: dw.com

Penulis yang satu ini sempat bekerja sebagai redaktur sastra di harian Suara Merdeka Semarang. Cerpennya yang terkenal, "Anak-anak Mengasah Pisau", diangkat ke dalam berbagai bentuk, mulai dari lukisan, karya trimatra, lagu, pertujukan teater, bahkan sinetron.

5. Danarto

Sumber: tirto.id

Cerpenis asal Sragen ini dikenal setelah ia menerbitkan bukunya yang berjudul Godlob. Buku tersebut merupakan buku kumpulan cerita pendek. Selain menulis cerpen, Danarto juga sempat menulis naskah drama, seperti Obrok Owok-owok, Ebrek Ewek-ewek dan Bel Geduweh Beh pada tahun 1976.

6. A.A. Navis

Sumber: tirto.id

Robohnya Surau Kami merupakan salah satu judul terkenal dari cerpenis Indonesia ini. Cerpen tersebut masuk kurikulum dan sering dipakai pada pelajaran-pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah.

A.A. Navis tak hanya memiliki Robohnya Surau Kami saja. Ia pun memiliki beberapa cerpen yang tak kalah dikenal. Selain itu, beliau juga pernah menulis novel berjudul Saraswati, yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 2002.

7. Putu Wijaya

Sumber: kapanlagi.com

Bisa dibilang Putu Wijaya adalah penulis yang produktif. Tidak terhitung berapa banyak cerpen yang sudah pernah ditulisnya, mungkin mencapai ribuan. Beberapa kumpulan cerpennya yang populer, misalnya Bom (1978), Es Campur (1980), Gres (1982), dan masih banyak lagi. Selain cerpen, Putu Wijaya juga pernah menulis novel, naskah drama, skenario sinetron, bahkan skenario film.

Baca Juga: Menelisik Buku Favorit Pertama BJ Habibie

Itulah 7 penulis cerita pendek Indonesia terbaik, sekaligus penulis cerpen yang karyanya sudah dikenal banyak orang. Kamu bisa menikmati karya-karya mereka dengan membeli bukunya di toko buku.

Di Cabaca.id juga ada banyak cerpen terbaik yang bisa kamu baca. Jika sudah pakai aplikasi Cabaca, kamu bisa download novel dan baca offline sepuasnya lho!

Unduh aplikasi Cabaca di Google Play sekarang dan download novel favoritmu!