Apakah kamu penggemar Pramoedya Ananta Toer dan sedang menunggu film Bumi Manusia yang disutradarai Hanung Bramantyo dirilis? Kalau iya, sudahkah kamu membaca novel Bumi Manusia? Kalau belum, mungkin kamu perlu mengetahui 6 Fakta Tentang Novel Bumi Manusia supaya semakin bersemangat membaca novelnya.

Novel Bumi Manusia sendiri merupakan salah satu karya terbaik Pram, penulis yang lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925. Novel ini merupakan novel pertama dari tetralogi Buru, yang kemudian menyusul terbit: Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Baca Juga: 7 Novel Pramoedya Ananta Toer yang Harus Dibaca Selain Bumi Manusia

1. Buku ini ditulis saat Pram diasingkan ke Pulau Buru.

Sumber: www.goodnewsfromindonesia.id

Pada tahun 1965, saat Indonesia sedang kacau karena kasus penculikan dan pembunuhan jenderal-jenderal angkatan darat atau yang dikenal dengan istilah Gerakan 30 September (G30S), Pram dan puluhan laki-laki lainnya ditangkap karena diduga menjadi pengikut PKI (yang merupakan dalang di balik penculikan dan pembunuhan tersebut).

Para tahanan diasingkan ke pulau kecil di Maluku Utara, bernama Pulau Buru. Di sana, para tahanan disuruh bekerja tanpa dibayar, mulai dari memotong kayu, membuat sawah berikut irigasinya, hingga mengerjakan lahan milik pejabat kamp tahanan.

Pram mendekap di pulau itu kurang lebih selama 14 tahun.

2. Buitenzorg dan Kebun Binatang Surabaya

Sumber: sportourism.id

Salah satu tempat yang sering disebut di novel Bumi Manusia adalah Buitenzorg. Buitenzorg adalah rumah elit, atau rumah loji yang berada di kawasan Wonokromo. Di sanalah cinta Minke kepada istri pertamanya, Annelies, bermula.

Konon katanya, Buitenzorg yang sekarang adalah Kebun Binatang Surabaya. Dan binatang-binatang yang ada di sana, sebagian besar, dulunya merupakan milik keluarga Mellema.

3. Bumi Manusia ditulis menggunakan kertas semen dan arang.

Sumber: masbronur.blogspot.com

Pada saat itu, belumlah ada komputer. Paling banter, menggunakan mesin ketik. Tapi karena Pram diasingkan, dia tidak mendapatkan fasilitas menulis yang memadai.

Hingga pada suatu ketika, atas bantuan seorang kawan dari Surabaya, Oei Hiem Hwie, mereka yang tak sengaja menemukan mesin ketik rusak, mencoba mengakali sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan sebagai alat mengetik. Keduanya menggunakan seduhan arang menjadi tinta dan kertas semen bekas sebagai kertas.

Baca Juga: 7 Tipe Pembaca Berdasarkan Karakter Disney Princess Favorit

4. Minke adalah tokoh nyata.

Sumber: www.popbela.com

Tokoh utama dalam novel Bumi Manusia bernama Minke. Dia adalah pelajar Hogereburgerschool (HBS), atau kalau sekarang setara dengan SMA. Setelah ditelisik, perjalanan seorang Minke mirip dengan cerita nyata Tirto Adhi Soewirjo (TAS), yang juga merupakan wartawan pribumi pertama yang dimiliki Indonesia.

5. Bumi Manusia dilarang beredar oleh Kejaksaan Agung pada tahun 1981.

Sumber: aryokarlan.blogspot.com

Novel Bumi Manusia dituduh mengajarkan atau mempropagandakan ajaran marxisme dan komunisme. Ada banyak kalangan yang mengecam novel ini, termasuk beberapa organisasi pada masa Orde Baru yang sampai harus menggelar diskusi untuk membahas mengenai perkara ini. Atas hal itulah, Kejaksaan Agung memberikan maklumat melarang novel Bumi Manusia diedarkan.

6. Diterjemahkan ke dalam 33 bahasa.

Sumber: https://me.me

Bumi Manusia merupakan karya fenomenal. Di mana kita tidak hanya menemukan kisah cinta, tapi juga tentang semangat juang seorang Minke, sejarah seorang pejuang bangsa, bahkan bagaimana sulitnya untuk keluar dari kungkungan feodalisme. Patutlah, novel ini jikalau mendapatkan banyak perhargaan dan juga diterjemahkan ke dalam 33 bahasa asing.

Baca Juga: Tanya Jawab Seputar Kirim Naskah ke Cabaca

Mengutip sebuah perkataan anonim yang cukup terkenal, di balik sebuah karya besar, ada sebuah perjuangan yang telah dilalui. Jadi, dari 6 Fakta Tentang Novel Bumi Manusia di atas, bisa kita tarik sebuah kesimpulan, bahwa apa pun novel yang sedang kalian kerjakan, usahakan semaksimal mungkin mengerjakannya. Sebuah buku pasti memiliki proses dan ceritanya sendiri.

Kamu pasti bisa kok sekeren Pramoedya Ananta Toer. Coba deh kirim naskah ke Cabaca, siapa tahu kalian bisa jadi penulis resmi Cabaca dan memiliki penghasilan sendiri. Oya, di Cabaca.id juga kalian bisa baca novel Indonesia gratis pada jam baca nasional. Mau baca lebih mudah? Buruan install aplikasi Cabaca di Play Store!

Supaya bisa baca gratis download yuk aplikasi Cabaca!