5 Fakta Mengenai Bahasa Ibu di Indonesia -  Bahasa merupakan salah satu cara supaya manusia dapat berkomunikasi. Dengan bahasa, segala sesuatunya bertambah mudah, baik dari segi menyampaikan gagasan, perekonomian, pembelajaran, dan banyak sektor lainnya.

Karena pentingnya bahasa inilah, UNESCO menetapkan tanggal 21 Februari sebagai hari bahasa ibu internasional. Jadi, apa itu bahasa ibu? Jika kamu belum tahu, berikut merupakan fakta mengenai bahasa ibu di Indonesia yang perlu kamu ketahui.

1. Makna Bahasa Ibu

Yang dimaksud dengan bahasa ibu bukanlah bahasa yang digunakan ibumu saat sedang berbicara denganmu. Tidak seperti itu.

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) menyebutkan bahwa bahasa ibu adalah bahasa yang dari lahir dituturkan penggunanya dalam lingkungan pergaulan bahasa yang sama dalam kehidupannya. Itulah mengapa ada embel-embel kata "ibu", yang kurang lebih berusaha menunjukkan bahasa yang didapat seseorang dari sejak dilahirkan ibunya.

Apabila disederhanakan, artinya adalah bahasa daerah atau bahasa yang digunakan setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Jika seseorang dalam hidup kesehariannya berbicara hanya dalam bahasa Indonesia, itu bisa dikatakan bahasa Indonesia adalah bahasa ibu orang tersebut.

culture is future
Photo by IvanBE pratama / Unsplash

2. Kebanyakan Orang Indonesia Bisa Berkomunikasi Dua Bahasa

Setiap suku di Indonesia, memiliki bahasa sendiri. Satu dan lainnya berbeda-beda. Karena perbedaan itulah, Bahasa Indonesia dipilih sebagai bahasa pemersatu bangsa. Oleh karena itu, kebanyakan anak Indonesia bisa dwibahasa (berkomunikasi dua bahasa) atau lebih. Bahkan Sensus Penduduk dari BPS tahun 2010 pernah menyebutkan bahwa sebanyak 79,5 persen penduduk Indonesia di atas 5 tahun sehari-harinya masih menggunakan bahasa daerah.

3. Jumlah Bahasa Ibu di Indonesia

Keindahan yang dimiliki Indonesia adalah perbedaannya. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki budaya masing-masing, pun termasuk dalam berbahasa.

Merujuk pada publikasi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah bahasa ibu yang ada di Indonesia sekitar 718 bahasa. Wow, banyak sekali, kan? Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan bahasa ibu terbanyak kedua di dunia

Kita patut bangga akan keanekaragaman ini. Sebagai penerus bangsa, sudah seharusnya kita melestarikannya. Harus dijaga dan diajarkan kepada generasi penerus.

Baca Juga: 10 Fakta Unik di Balik Sumpah Pemuda

4. Belasan Bahasa Ibu di Indonesia Punah

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Indonesia memiliki ratusan bahasa ibu . Sayangnya, ada kabar tidak menyenangkan di antara jumlah itu.

Dinyatakan ada 11 bahasa daerah punah. Sebelas bahasa itu berasal dari daerah Maluku, yaitu bahasa daerah Kajeli/Kayeli, Paru, Moksela, Palumata, Ternateno, Hukumina, Hoti, Serua, dan Nila. Ada juga Bahasa Papua, yaitu Tandia dan Mawes.

Sementara bahasa yang kritis, yakni Reta dari NTT, Saponi dari Papua, dan dari Maluku, yakni Ibo dan Meher.

Kepunahan ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia. UNESCO pada 2020 pernah memperkirakan ada sekitar 3.000 bahasa lokal yang akan punah pada akhir abad ini. Sayang sekali, kan?

5. Bahasa yang Belum Teridentifikasi

Dari jumlah bahasa, ternyata ada sejumlah bahasa yang belum terindentifikasi. Beberapa di antaranya adalah bahasa di Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Semoga ada generasi penerus bangsa yang melakukan penelitian terhadap bahasa-bahasa tersebut sehingga dapat teridentifikasi dan terdokumentasi dengan baik.

Baca Juga: Awal Mula Hari Aksara Internasional

Salah satu cara untuk melestarikan bahasa, yakni dengan melestarikan kebiasaan membaca. Kamu bisa memulainya dengan membaca novel-novel berbahasa Indonesia. Nah, di Cabaca setiap novel yang rilis sudah dikurasi dan melalui proses editorial kok. Kamu bisa baca gratis dengan mengunduh aplikasi baca novel buatan Indonesia ini di Play Store. [Lisma]

Aplikasi Cabaca, alternatif baca novel GRATIS dan LEGAL!