35 Pertanyaan Sebelum Menikah Agar Kamu Tidak Menyesal

35 Pertanyaan Sebelum Menikah Agar Kamu Tidak Menyesal
Photo by Nick Karvounis / Unsplash

35 Pertanyaan Sebelum Menikah Agar Kamu Tidak Menyesal – Menikah adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup seseorang. Banyak pasangan yang gagal memahami pentingnya membahas berbagai aspek penting sebelum menikah, yang sering kali berujung pada penyesalan. Untuk membantu kamu dan pasangan menghindari hal tersebut, berikut adalah 35 daftar pertanyaan sebelum menikah agar tidak menyesal.

Daftar Pertanyaan Sebelum Menikah

Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang wajib kamu diskusikan bersama pasanganmu sebelum menikah. Pastikan kamu mengetahui jawaban detail pasanganmu ya!

Pertanyaan tentang Harapan dan Impian

1. Apa harapan kamu  tentang masa depan kita?

Diskusikan visi bersama tentang kehidupan ke depan, seperti tempat tinggal, karier, dan gaya hidup.

2. Apa tujuan jangka panjang kamu sebenarnya?

Pahami apakah tujuan jangka panjang kamu sejalan, baik dalam karier, keuangan, maupun pribadi.

3. Bagaimana kamu melihat dirimu dalam lima tahun ke depan?

Pertanyaan ini membantu memahami aspirasi pribadi pasangan kamu.

Pertanyaan tentang Keuangan

4. Bagaimana kamu mengelola keuangan?

Tanyakan tentang kebiasaan pengelolaan uang pasanganmu, misalnya apakah ia terbiasa menabung saat menerima gaji, atau memiliki metode menabung lainnya.

5. Apakah kamu memiliki hutang?

Transparansi tentang hutang penting untuk menghindari masalah di masa depan. Ini adalah salah satu pertanyaan sebelum menikah untuk calon suami maupun istri. Jadi, apabila punya hutang, apakah akan ditanggung bersama atau tidak.

6. Bagaimana pendapatmu tentang memiliki rekening bersama atau terpisah?

Diskusikan preferensi dalam mengelola uang bersama. Jika memiliki rekening bersama, tentukan siapa yang punya kendali lebih atas rekening atau siapa yang selalu mencatat pengeluaran dan pemasukan. Jika terpisah, diskusikan juga hal-hal apa yang ditanggung bersama, misal siapa yang menanggung biaya makan, sewa rumah, listrik, dan sebagainya.

7. Apa pendapat kamu tentang menabung dan investasi?

Pahami sikap pasangan terhadap tabungan dan investasi untuk perencanaan masa depan. Di sini kamu bisa diskusi tentang instrumen investasi juga loh!

Pertanyaan tentang Anak

8. Apakah kamu ingin memiliki anak?

Ketahui pandangan pasangan kamu tentang memiliki anak.

9. Berapa banyak anak yang kamu inginkan?

Diskusikan jumlah anak yang diinginkan untuk menghindari perbedaan besar nantinya.

10. Bagaimana pandangan kamu tentang pengasuhan anak?

Pahami filosofi pengasuhan anak masing-masing. Jika masing-masing telah punya gambaran, bahas juga tentang metode parenting seperti apa yang ingin diterapkan.

11. Apakah kamu memiliki nilai atau keyakinan khusus yang ingin ditanamkan pada anak-anak?

Diskusikan nilai-nilai yang ingin kamu ajarkan kepada anak-anak, terutama nilai agama dan moral.

Pertanyaan tentang Konflik dan Resolusi

12. Bagaimana kamu menangani konflik?

Pahami metode pasangan dalam mengatasi konflik, apakah perlu jeda waktu sejenak saat menghadapinya atau bisa didiskusikan saat itu juga.

13. Apa yang dapat saya lakukan untuk membantu kamu dalam situasi konflik?

Ketahui cara terbaik mendukung pasangan saat konflik. Cari tahu peran apa yang bisa kamu ambil, apakah sebatas mendengarkan, memeluk, atau berharap lebih dari itu.

14. Apakah kamu percaya pada konseling pernikahan jika kita menghadapi masalah serius?

Diskusikan sikap terhadap bantuan profesional. Tanyakan siapa orang yang mungkin dipercaya akan dapat menjadi penengah apabila pasangan enggan diajak ke konselor pernikahan.

Pertanyaan tentang Nilai dan Keyakinan

15. Apa nilai-nilai yang paling penting bagi kamu?

Pahami nilai inti yang dipegang teguh oleh pasangan kamu.

16. Bagaimana keyakinan agama kamu mempengaruhi kehidupan sehari-hari?

Diskusikan pengaruh agama dalam kehidupan dan pernikahan.

17. Bagaimana kamu melihat peran masing-masing dalam pernikahan?

Tentukan ekspektasi mengenai peran suami dan istri dalam pernikahan. Jelaskan apakah urusan rumah tangga dapat dikerjakan bersama-sama.

Baca Juga: 10 Novel Tentang Perceraian untuk Dijadikan Pelajaran

Pertanyaan tentang Keluarga

18. Bagaimana hubungan kamu dengan keluarga kamu?

Ketahui dinamika keluarga pasangan kamu. Dengan begitu, kamu dapat memahami apakah keluarga pasanganmu akan lebih banyak ambil bagian dalam kehidupan rumah tanggamu kelak.

19. Seberapa sering kamu ingin bertemu keluarga besar?

Diskusikan frekuensi pertemuan dengan keluarga besar, cukupkah dengan mudik setahun sekali atau tentukan periode waktunya.

20. Apa tradisi keluarga yang ingin kamu teruskan?

Pahami tradisi keluarga yang penting bagi pasangan kamu. Keluarga di Indonesia biasanya punya tradisi tertentu, yang merujuk pada budaya dan adat-istiadat masing-masing. Pastikan kamu punya pengetahuan tentang seluk-beluk tradisi tersebut.

This marriage made me feel like I was a part of an Italian wedding where the girl's a princess who got swept away by the town's bad guy. Nothing like their story, but it just really had that vibe and I LOVE that I was a part of it. (we snuck into a castle, people from my hometown are pretty badass)
Photo by Sinitta Leunen / Unsplash

Pertanyaan tentang Komitmen dan Kesetiaan

21. Apa arti komitmen bagi kamu?

Pahami definisi komitmen pasangan kamu karena sejatinya pernikahan adalah komitmen seumur hidup.

22. Bagaimana kamu mendefinisikan kesetiaan?

Diskusikan ekspektasi kesetiaan dalam pernikahan. Tentukan hal-hal yang ingin dilakukan untuk menjaga kesetiaan.

23. Bagaimana kamu mengatasi godaan di luar pernikahan?

Pahami cara pasangan mengatasi potensi godaan. Di dalamnya juga termasuk tentang bagaimana konsekuensi jika salah satu tergoda, apakah akan berpisah atau masih bisa didiskusikan.

Pertanyaan tentang Waktu Luang dan Hobi

24. Apa hobi dan minat kamu?

Ketahui aktivitas yang disukai pasangan di waktu luang. Hal ini sepele tapi sering memicu keributan dalam rumah tangga.

25. Bagaimana kamu suka menghabiskan waktu luang?

Pahami preferensi pasangan dalam menghabiskan waktu luang, seperti apakah bisa hanya berdiam diri di rumah maupun dengan kegiatan yang mengeluarkan banyak uang.

26. Apakah kamu lebih suka kegiatan yang dilakukan bersama atau terpisah?

Diskusikan ekspektasi mengenai kegiatan bersama atau sendiri. Lanjutkan dengan kegiatan apa saja yang bisa dilakukan sendiri-sendiri, entah bersama teman atau saudara, tanpa harus melibatkan pasangan.

Pertanyaan tentang Kehidupan Seksual

27. Apa harapan kamu dalam kehidupan seksual?

Pahami harapan seksual pasangan kamu. Tak perlu anggap tabu, hubungan seksual bagi banyak orang merupakan hal yang penting untuk merekatkan atau menjaga keharmonisan rumah tangga. Bicarakan berapa banyak kegiatan seksual yang kamu inginkan bersama pasangan.

28. Bagaimana kamu menghadapi masalah dalam kehidupan seksual?

Diskusikan cara mengatasi masalah seksual yang mungkin muncul. Tanyakan juga apakah perlu meminta bantuan dokter atau profesional sewaktu-waktu dibutuhkan.

29. Apakah ada batasan atau preferensi khusus yang perlu dibicarakan?

Jujurlah tentang batasan dan preferensi seksual. Sekali lagi, tidak ada yang tabu. Bicarakan hubungan seksual seperti apa yang diinginkan.

Pertanyaan tentang Kesehatan dan Gaya Hidup

30. Bagaimana kamu menjaga kesehatan dan kebugaran?

Pahami kebiasaan kesehatan dan kebugaran pasangan. Bisa dimulai dari jenis makanan apa yang dipantang, olahraga apa yang biasa dilakukan, dan sebagainya.

31. Apakah kamu memiliki kondisi kesehatan yang perlu saya ketahui?

Transparansi tentang kondisi kesehatan penting untuk persiapan bersama, termasuk di dalamnya jika memiliki penyakit menurun, buta warna, diabetes, jantung, dan riwayat kesehatan lainnya. Selain untuk tahu kemungkinan penyakit yang akan diderita keturunan, kamu juga perlu bersiap akan risiko yang sewaktu-waktu datang.

32. Bagaimana kamu melihat peran kesehatan mental dalam pernikahan?

Diskusikan pentingnya kesehatan mental dan cara mengatasinya. Jika punya beberapa keluhan atau bahkan mengalami gangguan mental, utarakan dengan pasangan.

Pertanyaan tentang Masa Lalu

33. Apa pengalaman masa lalu yang membentuk diri kamu saat ini?

Pahami pengalaman masa lalu yang signifikan bagi pasangan kamu. Tidak selalu hubungannya dengan mantan, tapi bisa juga dengan orang tua maupun orang terdekat lainnya.

34. Apakah ada trauma masa lalu yang masih mempengaruhi kamu?

Jujur tentang trauma masa lalu yang mungkin berdampak pada hubungan. Ini akan membantu masing-masing dalam menyikapi konflik yang mungkin akan terjadi.

35. Bagaimana hubungan masa lalu kamu mempengaruhi pandangan kamu tentang pernikahan?

Diskusikan pengaruh hubungan masa lalu terhadap pandangan tentang pernikahan. Ceritakan mantan atau seseorang yang pernah berharga dalam hidupmu, dengan porsi yang wajar, tidak membanding-bandingkan, serta pelajaran yang kamu dapat dari hubungan di masa lalu.

Baca Juga: 15 Checklist Persiapan Acara Pernikahan

Menikah adalah perjalanan yang penuh tantangan dan kebahagiaan. Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan penting sebelum menikah, kamu dan pasangan dapat membangun dasar yang kuat untuk hubungan yang bahagia. Memang, tak ada jaminan akan membawamu ke hubungan yang langgeng, tetapi paling tidak mampu membuatmu berdiskusi secara mendalam dan jujur, karena tak dapat dipungkiri, komunikasi yang baik merupakan kunci utama dalam setiap pernikahan.

Tak hanya itu, kamu pun bisa baca novel tentang pernikahan, supaya bisa dapat gambaran lebih dalam tentang hidup berumah tangga. Install aplikasi Cabaca di HP kamu, untuk baca novel baru setiap hari. Tak perlu keluar banyak uang, mulai dari Rp5 ribu saja, kamu bisa baca novel online berkualitas. Dapatkan promo dan program menarik lainnya di aplikasi Cabaca, unduh Cabaca di Play Store. [Asya]

Aplikasi baca novel berkualitas di Indonesia
Aplikasi baca novel online di Indonesia


Cari novel genre apa? Cari novel terbaru sini:

  1. Novel Romance
  2. Novel Dewasa
  3. Novel Komedi
  4. Novel Horor
  5. Novel Teenlit
  6. Novel Islami
  7. Novel Thriller
  8. Novel Fantasy