Tips Lolos Kirim Naskah Novel ke Penerbit-Novel merupakan jenis bacaan yang paling banyak diminati pembaca. Namun, penulis novel juga sangat banyak. Apalagi di masa platform bebas seperti sekarang. Semua orang bisa menjadi penulis novel tanpa adanya seleksi.

Meskipun demikian, kamu tidak perlu cemas. Setiap novel yang dituliskan akan menarik pembacanya sendiri. Ada banyak cara dalam menerbitkan novel, bisa kamu terbitkan sendiri maupun mengirimkannya ke penerbit atau platform berbayar.

Kompas.com

Model Penerbitan Buku

Ada dua cara penerbitan buku yang bisa kamu pilih, diantaranya:

1.   Menerbitkan Buku Sendiri atau Self Published

Cara menerbitkan buku sendiri tentu tidak memakan banyak waktu. Naskahmu juga tidak perlu melalui proses seleksi. Namun, sebelum memutuskan menerbitkan sendiri, kamu juga harus mengukur kapasitas diri sendiri.

Berapa banyak uang yang harus kamu keluarkan? Seberapa banyak follower yang nantinya tertarik dengan novelmu? Bagaimana proses marketing, pengiriman dan sebagainya. Tentunya, segala laba akan menjadi milikmu, tapi segala resiko penerbitan juga harus kamu tanggung sendiri.

2.  Menerbitkan Buku di Penerbit

Jadi, kebanyakan penulis pun tetap memilih cara lain, yakni dengan kirim naskah novel ke penerbit. Walaupun memerlukan banyak waktu dan proses seleksi ketat, tapi mengirimkan naskah ke penerbit akan mempermudahkanmu, terlebih dari sisi pemasaran.

Baca Juga: 15 Penyebab Naskah Ditolak Penerbit, Catat Nih!

7 Tips Lolos Naskah  di Penerbit!

Berikut merupakan cara tips lolos naskah atau novel ke penerbit:

1.   Kenali Penerbit yang Perlu Kamu Tuju

Ini adalah hal wajib. Kamu bisa menulis novel terlebih dahulu, baru mencari penerbit atau cari sasaran penerbit, baru menulis novel. Apa pun proses yang kamu pilih, kamu harus tahu penerbit apa yang akan kamu tuju.

Naskahmu tidak akan lolos penerbitan kalau kamu salah penerbit. Semisal kamu mengirim novel bergenre petualangan remaja ke penerbit yang khusus menerbitkan Buku Pengayaan SD. Tanpa dibaca pun, naskahmu bisa langsung ditolak.

2.   Baca Novel Terbitan Mereka

Setiap penerbit mempunyai gaya atau selera masing-masing. Termasuk juga naskah sesuai kriteria mereka. Untuk menembus penerbitan tersebut, bacalah satu atau beberapa bukunya sebagai contoh naskah novel yang akan kamu tulis. Ingat ya, hanya dibaca saja. Bukan di ATM (Amati, Tiru, Motivasi) apalagi diplagiat.

3.   Lengkapi Segala Persyaratan Naskah

Sebelum mengirimkan naskah, pastikan kamu sudah memenuhi persyaratan naskah, baik dari genre, jumlah halaman, pengaturan kertas, jenis huruf, ukuran huruf, dan semacamnya. Swasunting juga naskahmu supaya kelihatan rapi maupun terbebas dari typo.

4.   Pastikan Penerbitan yang Kamu Tuju Bersedia Menerima Email

Beberapa penerbit tidak menerima email, melainkan naskah fisik yang sudah diprint. Namun, banyak pula penerbit yang menerima naskah email. Ini juga harus kamu perhatikan. Biasanya email penerbitan diperbarui. Jangan sampai salah mengirim, ya. Nanti proses menunggumu sia-sia saja.

Baca Juga: 5 Buku Tentang Tips Menulis yang Wajib Dibaca

5.   Tuliskan Pengantar pada Badan Email

Dalam mengirimkan naskah memakai email, jangan lupa menuliskan pengantarnya. Hal ini supaya kamu terkesan sopan. Apa sih pengantar novel itu? Pengantar biasanya terdiri dari pengenalan singkat dirimu dan novelmu.

Berikut adalah contoh pengantar novel yang bisa kamu coba!

Kepada Editor Platform Cabaca
Di Tempat
Perkenalkan nama saya Cabucin Cabaca. Saya ingin mengirimkan sebuah novel berjudul Pacaran. Mengenai kelengkapan naskah seperti outline, blur, sinopsis dan biodata lengkap sudah saya cantumkan di lembar terakhir naskah. Semoga Cabaca tertarik dengan naskah yang saya ajukan. Untuk menghubungi saya via WA, bisa menghubungi nomor 085xxxxxxxxx. Terima kasih.
Salam hangat,
Cabucin Cabaca

6.   Bersabarlah

Saat mengirimkan naskah, pastikan kamu bisa bersabar ya! Email yang editor terima setiap harinya sangatlah banyak. Mereka harus memilih naskah terbaik dari yang paling terbaik. Maka dari itulah, bersabarlah.

Lebih baik kamu menulis naskah lain dan mengirimkannya kepada penerbit lain. Hal itu akan membuatmu lebih produktif. Biasanya proses menunggu bisa memakan waktu 3-5 bulan.

Kalau pun lebih dari itu, kemungkinan naskahmu akan ditolak. Atau jika kamu ingin memastikan, kamu bisa menghubungi pihak terkait. Ingat, pastikan memakai bahasa sopan, ya.

Jaga attitude juga. karena kamu tidak pernah tahu, seberapa berkembang penerbit atau platform itu. Hindari pertengkaran dan jangan ada membandingkan dengan penerbit lain.

7.   Kirim Surat Pencabutan Naskah Apabila Diperlukan

Apabila diperlukan, kamu bisa mengirim surat pencabutan naskah di badan email. Kamu bisa mengirimkannya apabila naskahmu sudah di penerbit lebih dari lima bulan dan tanpa ada kejelasan. Apa pun itu, lakukan dengan adab yang benar, ya. Jangan gerusah-gerusuh, apalagi berkata kasar. Kamu sendiri nanti yang rugi.

Baca Juga: 10 Tips Menulis Keren Ala Raditya Dika, Langsung Best Seller

Itulah 7 tips mengirim naskah ke penerbit yang bisa kamu coba. Kamu juga bisa mulai menulis di aplikasi Cabaca. Caranya gampang banget! Cukup masuk ke web atau aplikasi Cabaca pakai akun kamu, lalu cari tanda plus (+) dibagian bawah beranda. Udah deh, kamu bisa mulai nulis. Gampang banget kan. Coba aja buka website cabaca disini.

Baca novel Indonesia di Cabaca