Novel Withered and Blossomed di Cabaca.id – Dari mana angin berembus? Dari barat ke timur, atau timur ke barat, mungkin utara ke selatan, atau selatan ke utara. Aku tak pernah tahu. Namun, ada satu hal yang kutahu, cinta seperti angin yang berembus, entah dari mana datangnya, entah berlabuh untuk siapa. Dan pada suatu pagi, cinta datang menyapaku dengan tiba-tiba.

Pagi itu, aku terbangun karena mendengar alarm dari mulut Ayah. Kalian tahu bagaimana alarmnya? KINANTHI! KINANTHI! KINANTHI!

Ya, tiga kali Ayah meneriakan namaku. Aku segera terjaga, menelentang dan mengerjap-ngerjapkan mata. Langit-langit kamar berwarna biru muda, kupandangi seraya mengumpulkan kesadaran yang masih belum kembali ke pikiran.

“Sampai kapan kamu seperti itu?”

Uh, itu Ayah lagi. Namanya Kartolo. Ayah melongokan kepala di pintu. Wajah kurusnya penuh jelaga. Aku jadi bertanya-tanya, apa yang sudah dilakukannya sepagian ini? Ayah melotot dengan mata besarnya. Kepada siapa? Tentu saja kepada diriku.

“Ini sudah jam enam? Kenapa kamu belum bangun? Ini hari pertamamu masuk SMA. Cepat-cepat!”

Ayah menarik tanganku. Aku menguap. Tapi alih-alih menutup mulutku, Ayah malah menepuknya perlahan.

“Ayah….”

“Apa? Apa?”

Aku menggeleng. Ayah menyeretku untuk turun dari ranjang. Lalu memasukkan diriku ke kamar mandi.

“YAH! TIDAK BISA SEPERTI ITU!”

Sebuah teriakan membuatku berdiri tegak di balik pintu. “Apa itu tadi Ayah yang berteriak?”

Aku memutar kenop pintu kamar mandi. Masih berdiri di tempatnya semula, Ayah menaikkan alis, sebagai bertanda tidak tahu. Wajah Ayah juga tampak kebingungan.

“Siapa yang berteriak sepagi ini? Kencang sekali!”

Aku mengangkat bahu, sebagai pertanda tidak tahu.

“APA KAMU TIDAK PUNYA HATI NURANI?!”

Teriakan itu terdengar lagi. Datangnya dari luar. Kami bergegas melihatnya dari jendela. Ada kerumunan murid sekolah yang dari seragamnya kebanyakan anak SMP dan sisanya anak SD. Ayah berbalik, berderap pergi menuruni tangga. Aku menyusulnya dari belakang.

Kami menerobos kerumunan. Rupanya ada seorang nenek yang terluka. Kakinya tidak penuh darah. Hanya beset-beset sedikit. Nenek itu merintih, mengatakan kakinya sakit dan tidak bisa digerakkan.

“Cepat bawa dia ke rumah sakit!”

“Aku bawa ke rumahnya saja. Nenek, di mana rumah Nenek? Saya akan membawa Nenek pulang.”

“KAKI NENEK ITU SAKIT, BRENGSEK! DIA BUTUH DIOBATI, BUKAN DIBAWA KE RUMAH!”

“Saya tidak punya uang. Lagian dia sudah tua. Dia pasti sebentar lagi mati karena umur!”

“Andre, JANGAN!”

Pemuda bernama Andre itu mengepalkan telapak kanannya, bersiap untuk menghajar bapak yang tidak punya hati nurani tersebut, tapi kepalan tangan Andre tertahan di udara karena seruan JANGAN.

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel It's Okay to Take A Break di Cabaca

Apakah yang lebih menyebalkan dari perasaan yang tertahan di tenggorokan? Untuk kamu yang gak bisa menyampaikan perasaan, novel Withered and Blossomed ini cocok deh. Bacanya GRATIS lho di Cabaca.

Beneran bisa baca novel gratis? BISA dan LEGAL! Kamu tinggal melakukan misi kerang aja kok. Atau bisa juga baca di Jam Baca Nasional atau Happy Hournya Cabaca, pada pkl 21.00-22.00 WIB. Mantap kan? Makanya,install aplikasi Cabaca di smartphone kamu yuk!

Baca novel gratis pada jam khusus di Cabaca!