Novel Willena di Cabaca.id “KAMU JAHAAAT!!! AKU BENCI SAMA KAMUUU!!!”

Itu mungkin suara paling tinggi yang pernah kuperdengarkan. Aku sendiri tidak pernah menyangka punya suara semelengking itu. Padahal biasanya aku memproduksi suara bulat penuh, khas announcer yang rajin olah vokal.

Gery berusaha menenangkanku sekali lagi. Ditariknya aku kuat-kuat, masuk ke dalam pelukannya. Tapi aku meronta. Menggeliat. Gelisah. Amarahku sudah di ubun-ubun. Melampiaskannya dengan teriakan saja rasanya tidak cukup. Maka kulayangkan tinju di sekujur tubuh Gery. Tidak cukup kuat untuk membuatnya tersiksa, sebenarnya, apalagi tenagaku tidak maksimal karena energiku harus dibagi dengan tangisan.

Aku melenguh sambil sesenggukan. Kepalan tanganku masih saja mendarat di sekujur tubuhnya.

Gery bergeming. Menerima pasrah semua seranganku. Sesekali dia meringis, mungkin karena pukulanku mengenai bekas memar yang memenuhi sekujur tubuhnya.

Sambil mengusap air mata cepat, kulihat bercak hitam di punggung tanganku. Pasti bekas maskara yang sudah luntur dan berserak di pipi. Entahlah bagaimana penampilanku sekarang, aku tidak mengerti. Tidak cukup antusias untuk mengerti juga. Karena aku lebih suka melampiaskan amarahku dulu.

Sekali lagi kukumpulkan sisa-sisa tenaga untuk memukul tubuh Gery. Seperti kehabisan bahan bakar, pukulanku semakin melemah setelah menit kesepuluh. Tangisku pecah semakin menjadi-jadi.

Kenapa pukulan-pukulan ini rasanya sia-sia? Aku hanya menghabiskan energi untuk hal yang tidak berguna ….

Baca Juga: Teaser Novel Saviora di Cabaca.id

“Kenapa kamu tega banget sama aku, Ger …. Kamu bilang kamu sayang sama aku….” Kali ini lengkingan itu sudah hilang, digantikan lirih. Kupegangi jaket denimnya kuat agar tidak terjatuh karena lemahnya pertahananku sekarang. Berdiri saja rasanya aku tidak mampu.

“Aku minta maaf, Len …,” Gery menundukkan kepalanya dalam.

Dengan penglihatan yang kabur karena masih digenangi air mata, kulihat setetes air mata Gery tumpah membasahi pipinya.

Aku biasanya luluh setiap kali air mata buayanya itu mengambil peran. Setiap kali dia ketahuan selingkuh, air mata buayanya itu selalu menjadi penyelamat hubungan kami. Tapi kali ini, sebesar apa pun efek air matanya itu pernah meluluhkanku, hubungan kami tidak bisa selamat.

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel Foodie Love di Cabaca.id

Ini bukan pengkhianatan biasa. Pacar Lena menghamili wanita lain. Tangis Lena pecah, begitu juga hatinya. Tapi apakah ada hati yang aman dari pengkhianatan? Novel patah hati dan kemudian menemukan... Baca Willena tiap Senin GRATIS hanya di Cabaca.

Udah install aplikasi Cabaca belum? Cabaca bisa jadi solusi buat kamu yang suka baca novel gratisan. Soalnya cuma di Cabaca, kita bisa baca novel GRATIS, tapi nggak merugikan penulis. Caranya, kunjungi Cabaca setiap hari mulai pukul 21.00 sampai 22.00 WIB. Cukup login dan baca gratis sesukamu. Mau gratisan tanpa terikat waktu? Lakuin aja misi kerang di Cabaca atau bagikan kode Cabacamu ke teman-teman yang juga hobi baca. Yuk, gabung di hype Jam Baca Nasional!

Gak perlu download pdf novel lagi kalau udah install aplikasi Cabaca!