Teaser Novel We Shouldn't Have Kissed di Cabaca.id

baca novel Feb 26, 2021

Teaser Novel We Shouldn't Have Kissed di Cabaca.id Besok pesawat saya akan landing jam 9.30 jika tidak ada ‘kejadian’ yang tidak diharapkan. See you, Pak Rillo. Harap tepat waktu.

Rillo kembali membaca pesan itu untuk ketiga kalinya, kali ini sambil mengembuskan napas kesal. Selain karena dipanggil “Bapak” di umurnya yang ke-33, ia juga sudah hampir satu jam duduk di coffee shop, menunggu seorang dekorator dari Surabaya yang direkomendasikan oleh sahabatnya, Boma. Karena rutinitas yang padat, Rillo berpendapat bahwa akan lebih baik jika dekorasi rumahnya ditangani oleh seorang profesional. Menurut Boma, dekorator yang pernah menangani rumah kakaknya tersebut mampu menciptakan hasil sempurna dengan menggabungkan unsur seni sesuai kepribadian dan juga feng shui. Namun saking perfeksionisnya, si dekorator terkenal cerewet. Wajar saja, sebenarnya, karena usianya hampir mencapai kepala tujuh. Bagi Rillo tidak masalah, yang penting rumahnya terlihat keren, homey, menjadi tempat bekerja yang nyaman, tidak peduli meski kreator dari keindahan itu adalah makhluk terjelek dari dasar neraka.

Mungkin telatnya oma-oma itu juga karena faktor umur. Bisa saja dia jatuh di garbarata pesawat hingga pingsan atau kesasar. Rillo lebih memilih kemungkinan pertama. Setidaknya ia bisa berada di sekeliling pramugari seksi yang menangani oma bernama Martha itu, daripada harus mencarinya di tengah kerumunan banyak orang.

Rillo kembali mengetikkan pesan singkat untuk Oma Martha. Satu-satunya alasan dia ingin segera beranjak pergi adalah sikap seorang wanita di hadapannya yang terhalang oleh dua meja. Sudah bisa dipastikan, wanita tersebut beberapa kali mencoba untuk memancing perhatian Rillo. Ia dengan sengaja menjilati whipped cream dari sendoknya secara tidak wajar hingga menciptakan suasana awkward. Rillo yakin wanita itu sedang dalam keadaan high.

Bu, di mana? Saya aja, deh, yang samperin Ibu.

Setelah meletakkan kembali ponselnya, Rillo menyesap kopi sambil melihat sekilas ke arah wanita di hadapannya lagi. Kulitnya putih mulus, alisnya melengkung sempurna, bibirnya dilapisi lipstik warna merah yang dipoles dengan teknik overdrawn ala Kylie Jenner. Cukup seksi, namun terlalu agresif.

Ketika hendak mencoba menghubungi seseorang untuk mengusir perasaan tidak nyamannya, ponsel Rillo bergetar. Ada pesan baru dari Oma Martha.

Dekorator: Maaf, Pak Rillo. Sepertinya jadwal hari ini dibatalkan saja.

Rillo: Loh… kenapa, Bu?

Dekorator: Asam urat saya kambuh.

Rillo: Kok baru ngabarin, Bu? Saya udah nunggu dari tadi, loh.

Dekorator: Ya namanya juga kena asam urat, mau jalan aja susah! Gimana, toh? Ini saja saya baru berhasil ngambil hapenya.

Baca Juga: Teaser Novel Selingkuhan CEO di Cabaca.id

What a bloody day!

           Setelah rencana pertemuan dengan Oma Martha gagal, lalu si cewek agresif tiba-tiba bermesraan dengan om-om buncit bergelimang batu akik, Rillo juga terjebak macet gara-gara kerumunan massa yang sedang berdemo menyesaki jalan raya. Benar-benar hari yang sial.

Suasana kantor pun tidak kalah kacau. Sudah dua jam listrik mati, sementara mesin genset rusak. Padahal Rillo sudah menyuruh Sammy mengurus mesin itu dari kapan hari. Rillo akan merasa lega jika bisa meluapkan kemarahannya pada Sammy, namun asisten jadi-jadiannya itu sedang sibuk melakukan siaran radio.

“Katupnya bocor, Bro. Tadi teknisinya udah gue telpon,” kata Boma, seorang sahabat juga partner kerja yang dikenal dengan senyumnya yang memikat. Banyak yang beranggapan bahwa Boma merupakan kembaran dari Ji Chang Wook, aktor asal Korea.

Rillo menjatuhkan diri ke sofa sambil mengelap wajahnya yang dipenuhi keringat dengan tisu. “Emang anak setan, si Sammy! Udah diingetin berkali-kali buat benerin itu mesin, duitnya juga udah gue kasih. Parah tuh anak.”

Boma terkekeh. “Udah tahu kalo si Sammy sering lupaan, apalagi soal duit, tapi lo sendiri yang terus-terusan nyuruh dia segala macem.”

Rillo ikut tertawa singkat, mengingat bahwa selama ini Sammy memang sering membuat kesalahan. Namun, Rillo tidak tega jika harus menolak tawaran bantuannya. Lagi pula, Sammy mempunyai sikap yang energik, penghidup suasana dan mau melakukan apa saja demi menafkahi keluarganya di Medan. “Anggap aja dia kayak samsak.”

“Maksudnya, samsak gimana?” tanya Boma.

“Samsak buat ngelatih kesabaran gue. Si Sammy cocok buat dijadiin samsak, karena dia yang paling sering bikin gue emosi. Kalo kita bisa tahan ngadepin dia, berarti level kesabaran kita udah meningkat.”

Boma terbahak lagi. “Harusnya lo nyari asisten cewek sekalian. Biar bisa lebih banyak nahan segala hal.”

“Nggaklah. Jadi asisten gue itu harus kuat mental. Kasian juga kalo nyusahin cewek. Mereka biar dapet yang enak-enak aja.”

“Hahahaha .… Bangsat!”

Semua yang berada di kantor bersorak ketika akhirnya listrik kembali menyala. Rillo langsung meraih jaket yang ia sandarkan di kursi untuk bergegas ke ruangannya. Ia sangat ingin beristirahat diiringi embusan AC. “Oya, jadwal road tour si Dios kapan?”

Next week,” jawab Boma ikut berdiri. “Rundown acaranya udah ada. Semua crew dan runner udah siap. Tinggal serah terima sama road manager.”

“Oke. Terus …. Si Oma Martha dibatalin aja, deh. Gue mau cari dekorator lain. Nanti kita kasih kompensasi aja buat dia.”

“Kenapa? Lagian cuman asam urat doang, gak nyampe seminggu juga sembuh.”

“Nggaklah, gak nyaman juga gue berurusan sama orang tua. Udah punya asam urat, tensian pulak!”

Baca Juga: Teaser Novel The Boss Lady Karya JP Sunu di Cabaca.id

Mahesa Record memiliki gedung empat lantai di pusat kota Jakarta. Lantai satu khusus untuk tamu, tempat meeting, juga kafetaria. Lantai dua khusus untuk staf dan ruang siaran radio. Lantai tiga terdiri dari ruang bersantai bagi para artis juga beberapa kamar untuk menginap, sedangkan lantai empat dijadikan studio recording, ruang kerja Boma, dan ruang kerja Rillo.

Pagi hari, suasana kantor Mahesa selalu hectic. Apalagi ketika beberapa artis sedang sibuk melakukan promo dan hampir setiap hari mendapat undangan di banyak stasiun TV. Keadaan tersebut selalu dimanfaatkan oleh Sammy, bagian radio promotion yang juga merangkap sebagai MUA atau asisten dadakan. Ia merupakan pria gemulai berperawakan gemuk, berkulit putih dengan rambut keriting sebahu, berdarah Batak-China. Tidak ada yang tahu bahwa Sammy juga sering menjual gosip para artis Mahesa. Sebagai pencinta uang, apa pun akan ia lakukan.

“Ada yang mau gue make up-in?” tanya Sammy, setelah mendaratkan kakinya di lantai tiga.

Tidak ada satu pun yang menyahut. Semua sedang fokus dengan kesibukan masing-masing. Ada yang sedang olah vokal, fingering gitar, ada sekelompok artis baru yang saling memamerkan barang branded, bahkan ada yang mengobrol dengan ikan koki. Sammy tidak mau menyerah. Ia harus mendapatkan upah dari jasa yang ia tawarkan sebelum ada bibit-bibit gosip yang bisa disebar. Matanya terus memicing untuk mencari mangsa, hingga akhirnya ia melihat Rillo yang baru turun dari lantai empat.

“Siang, Bos Rillo .… Udah lunch belum? Mau aku pesenin?”

Rillo mendelik. “Ah, parah lo! Itu kenapa mesin genset gak dibenerin juga?”

Sam langsung teringat ketika Rillo mengamanahkan perbaikan mesin genset sekitar minggu lalu. Uangnya terpakai untuk membeli kacamata baru, namun ia lupa untuk menggantinya. “Oh, yampuuun .… My bad, Bos! Uangnya sempet kepake buat bayar iuran sekolah adikku. Terus aku lupa ngeganti.”

Ck! Ya udahlah. Udah diurus si Boma,” ucap Rillo. “Pesenin nasi padang yang biasa, dong. Lo pesen juga kalo mau.”

“Asiaaap!” Sammy pun segera membuka aplikasi untuk memesan makanan. Setiap hari, ia selalu memutar otak supaya bisa makan tanpa mengeluarkan uang.

Rillo sendiri menghampiri seorang drummer dari salah satu band asuhannya. “Bro! Lo kemarin abis ngebangun rumah, kan? Pake jasa dekorator gitu, gak?”

Drummer berambut gondrong yang sedang mengajak bicara ikan koki itu pun menoleh. “Nggak. Gue cuman ngedekor bareng cewek gue doang. Semua barang juga kami yang pilih sendiri. Kenapa, Bang?”

“Yang kemaren mau ngedekor rumah gue, tahunya ada halangan. Si Boma, sih, pake rekomendasiin orang tua. Kali lo punya kenalan dekorator, gue minta kontaknya, dong. Tapi mau liat portofolionya dulu.”

“Nanti gue coba tanya temen-temen, deh. Kalo ada langsung dikabarin.”

Rillo mengangguk. “ASAP, ya. Cari beberapa opsi aja, biar bisa gue pilih,” ucapnya. Ia pun pamit untuk kembali ke ruangannya. “Sam, kalo makanannya udah dateng, anterin ke atas. Nanti sekalian gue gantiin saldonya.”

“Oke, Bos,” jawab Sammy sebelum turun ke lantai dasar untuk menunggu Abang GoFood.

Baca Juga: Teaser Novel The Fill-In CEO di Cabaca.id

Salah satu cara cerdik mengelola keuangan adalah mendekatkan diri pada orang-orang tajir. Setidaknya, begitu menurut Sammy. Minimal, dia bisa makan gratis atau menawarkan jasa untuk mendapatkan tip.

Makan siang tadi sudah gratis. Giliran makan malam. Sammy memanfaatkan keadaan sahabatnya yang sedang patah hati. Ralat, bukan patah hati. Sahabatnya itu sedang merasakan kekesalan menggunung terhadap Dios, salah satu artis pendatang baru di Mahesa Record. Sam pun menawarkan diri untuk menjadi wadah yang bisa menampung seluruh kekesalan yang ingin ditumpahkannya sambil barbeque-an di restoran jepang.

Sahabatnya itu bernama Pearly. Ia berpacaran dengan Dios selama kurang lebih tiga tahun. Meskipun perjalanan asmara mereka tidak semulus pantat bayi, Pearly tetap mempertahankan Dios hingga membantunya mencapai impian sebagai penyanyi. Namun Dios memutuskan hubungan mereka setelah menuai kesuksesan dan memilih untuk berstatus sebagai jomblo.

“Kalo gak salah, minggu depan si Dios ada jadwal road tour, bareng anak-anak  Alexound,” kata Sam.

Merasa geram setiap nama mantannya disebut, Pearly meremas sumpit dengan erat, lalu mulai menusuk-nusuk dagingnya dengan ganas. “Bisa gak, sih, kita gak nyebut namanya dulu?”

“Terus mau nyebut dia pake nama apa? Anjing?”

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga:7 Novel Tentang CEO yang Dirilis Cabaca Melalui CEO Project

Berawal dari sebuah ciuman, dari sesuatu yang tidak diinginkan menjadi sesuatu yang dirindukan. Novel romance terbaru karya Annisa Haroen, We Shouldn't Have Kissed siap dibaca di Cabaca, GRATIS!

Ngapain bingung cari tempat download pdf novel kalau di aplikasi Cabaca, kita bisa baca novel GRATIS dan LEGAL? Tinggal rajin-rajin cek dan lakuin misi kerang aja kok atau manfaatin Jam Baca Nasional tiap hari pukul 21.00-22.00 WIB, kita bisa baca novel Indonesia GRATIS. Install aplikasi Cabaca di Google Play sekarang.

Tags

Tim Blogger Cabaca

Sekumpulan orang dari Cabaca yang menaruh perhatian besar pada dunia literasi. Pastikan selalu baca tulisan kami untuk tahu info paling update tentang Cabaca!

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.