Teaser Novel Sweetheart di Cabaca.id – Jhooni Delbar Naveen atau yang lebih biasa dipanggil Jun adalah pria dengan status duda tanpa anak yang sedang dalam krisis teman hidup. Bukan Jun yang mengategorikan dirinya demikian, melainkan sang ibu yang gatal sekali ingin Jun segera menikah.

Kebiasaannya minum ditemani perempuan—hanya sebatas ditemani—mempertemukannya dengan Moonala.

"Ehm... Pak, eh, Om. Itu... rasanya gimana, sih?" tanya Moonala.

Awalnya, pertanyaan Moonala dia kira sebuah candaan. Hingga Jun sengaja mencondongkan tubuh dan wajah kepada perempuannya malam ini.

"Kamu nggak tahu rasanya?" bisik Jun, tetapi Moonala hanya fokus pada minuman di gelas milik Jun saja.

"Nggak, Om." Meski mulanya Jun mengernyit, tapi dia membiasakan diri. Mungkin Moonala memang suka bermain-main dengan panggilan “Om” bersama tamu yang ditemaninya.

"Kamu mau coba?" Kembali Jun berbisik.

Moonala terdiam. Dia tak yakin bisa menolerir minuman beralkohol dalam tubuhnya.

"Boleh, Om?" Moonala meminta izin.

Jun menganggukkan kepala. Membiarkan perempuan yang menemaninya itu mencoba semua yang dia mau, hingga Jun merasakan lehernya basah dan pangkal pahanya menegang. Moonala pelakunya.

"Om... Om, aku gerah!"

Sial. Baru kali ini Jun langsung memiliki keinginan memiliki perempuan yang menemaninya. Selain mantan istrinya, belum ada lagi perempuan yang bisa membuatnya berdiri dengan cepat. Namun, entah kenapa Moonala berbeda.

"Apa?"

Moonala semakin merapatkan tubuhnya pada Jun.

"Om, leher aku panas minum itu. Perut aku mual. Emang minum itu bikin asam lambung naik, ya?"

Dalam kondisi mabuk saja perempuan itu meracau dengan kalimat polosnya.

"Kamu mau belajar sama saya lagi nggak?" tanya Jun dan entah bagaimana dia menyukai gerakan tangannya mengusapi leher Moonala yang disodorkan setelah kalimat mengeluh tadi.

"Hum? Belajar apa, Om?" Sekarang Moonala menambah kadar racauannya dengan senyuman manis yang memperlihatkan giginya juga.

Oke. Jun tidak bisa menahan diri. Moonala terlalu menarik untuk hanya dijadikan teman minum saja. Kali ini dia khilaf.

Baca Juga: Teaser Novel Accidentally Yours di Cabaca.id

Jun menatap ke arah langit-langit hotel di mana dirinya berada. Dengan gadis dalam dekapan, terasa sangat pas. Benar sekali. Sangat tepat dan tidak pernah terbayangkan oleh Jun akan semudah ini masuk dalam pesona Moonala yang membuatnya menyesal karena menjadi bajingan.

Jun tidak bisa sepenuhnya menyesal. Dia mengambil keperawanan Moonala, sekaligus menikmati tubuh gadis itu dalam kondisi mabuk. Itu jauh dari gaya Jun yang biasa.

Tangan kiri menyangga kepala Moonala, dan lengan kanannya dia gunakan untuk menutup wajah. Bukannya bisa berpikir dengan jernih, Jun malah semakin terbayang kejadian semalam. Lapis demi lapis, rintih demi rintih, bahkan desah dan geraman yang mereka bagi semalam juga begitu melekat dalam kepala dan jiwa Jun. Hingga pria itu merasakan tubuhnya sangat bugar pagi ini. Dia senang dan terpuaskan.

"Om," panggil Moonala.

Jun sukses menatap gadis itu. Dia kira akan ada adegan histeris yang Moonala lakukan, tetapi ternyata sang gadis mempertahankan posisinya dengan tatapan bingung tertuju pada Jun.

"Hm? Kamu udah bangun dari tadi?" Hanya bisa bereaksi demikian, Jun merutuki dirinya sendiri.

"Barusan," jawab Moonala. "Om... semalem kita ngapain aja?"

Pertanyaan itu akhirnya terdengar juga dari bibir Moonala.

"Selain Om ngasih izin aku minum, kita ngapain lagi?" tanya gadis itu lagi.

Ini dilema Jun yang paling besar. Menatap dan menjawab pertanyaan lugu dari gadis yang tampaknya tak sengaja terjun dalam dunia kelam ini.

"Berapa umur kamu?" tanya Jun tanpa menjawab Moonala lebih dulu.

Yang ditanya balik merunduk dan mendapati dada telanjang pria itu. Ingin mengintip dari balik selimut apakah benar-benar telanjang, atau hanya pakaian atas mereka saja yang terbuka. Namun, Jun menyentuh dagu Moonala dengan gerakan yang hangat.

"Saya tanya kamu. Berapa umur kamu?"

Moonala menggelengkan kepala. "Kata Mama Cita, aku nggak boleh bilang usiaku kalo kerja. Itu nggak profesional. Nanti gajiku bisa dipotong banyak kalo aku bilang hal pribadi ke tamu."

Jun mengetahui regulasi semacam itu. Semua orang yang dia minta dari Mama Cita adalah murni klien dan penyalur. Jika anak-anak asuhan Mama Cita membeberkan data pribadi, maka akan siap didepak dari pekerjaan ini.

"Pakai baju kamu kalo begitu. Saya akan menemui Mama Cita."

Moonala menatap bingung pada Jun. "Nggak boleh mandi dulu, Om? Kita habis ... ‘itu’, kan? Aku ngerasa lengket, Om."

Jun memejamkan matanya sesaat. Dia juga ada jadwal kerja jam sebelas nanti. Semua urusan berhubungan dengan Moonala dan penyalurnya harus dilakukan dengan cepat.

"Kamu keberatan kalo kita pakai kamar mandi berdua? Saya juga harus buru-buru mandi."

Wajah Moonala bersemu, tapi tidak ada anggukan maupun gelengan dari gadis yang sudah tak ‘gadis’ lagi karena Jun itu.

"Hei! Kasih saya jawabannya, cepat. Mau atau nggak?"

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel Mr. Stalker is My Boss di Cabaca.id

Jun pernah berjanji akan menyandang status duda selama-lamanya. Tapi apakah janji itu tinggal janji setelah Jun terjebak one night stand dengan Moonala? Ssstt... novel dewasa berjudul Sweetheart ini bisa dibaca GRATIS di Cabaca lho.

Katakan tidak kalau ditawarin buat download pdf novel ilegal. kan sekarang udah ada platform baca novel online Indonesia bernama Cabaca. Udah pasti gratis dan legal. Siapapun bisa baca novel GRATIS 100% setiap Jam Baca Nasional, tiap hari dari pukul 21.00-22.00 WIB. Kita juga difasilitasi dengan misi kerang supaya bisa baca novel online kapan pun di mana pun. Maka dari itu, yuk install aplikasi Cabaca di HP kamu!