Teaser Novel Surrogate Mother di Cabaca.id – Lauire West memicingkan mata. Ia melihat sosok yang sangat dikenalinya, Jhon— suami kakaknya, Cathy—tengah berjalan di kerumunan dan mengarah ke arahnya. Jhon yang usianya sebaya dengan Tom tampak lebih tua dari terakhir mereka bertemu, dan Laurie sudah bisa menebak penyebabnya. Hannah kecil dan juga segudang pekerjaannya di kantor. Jhon adalah sosok lelaki idaman untuk kebanyakan wanita. Cathy sangat beruntung memilikinya, pun sebaliknya, Jhon juga sangat beruntung memiliki Cathy—sosok yang sempurna sebagai istri dan ibu anak mereka.

Lauire mendekat. Senyuman lebar terlukis di bibirnya. Kemudian, binar matanya makin bersinar tatkala melihat makhluk kecil yang berada dalam gendongan lelaki itu. Dia Hannah, putri kecil Cathy dan Jhon yang usianya baru menginjak tiga bulan. Hannah kecil begitu mirip kedua orang tuanya. Rambut cokelat terangnya diwariskan dari Cathy, sementara mata dengan iris abu-abunya dari Jhon. Mata bulat itu tengah menatap Laurie dengan tatapan polos yang menggemaskan.

Laurie baru sempat mengunjungi kemenakannya itu. Terlebih, setelah kejadian beberapa malam lalu, yang membuat Laurie memutuskan untuk menghindari Tom sementara waktu. Dan ia berakhir di sini, terbang dari Los Angeles ke Pacific Grove, salah satu kota pantai, tempat Cathy dan Jhon tinggal.

Laurie menggelengkan kepala, berusaha mengenyahkan bayangan suaminya yang seharusnya tidak pernah ia pikirkan saat ini, ketika ia sudah memutuskan untuk kabur dari lelaki itu. Kembali Laurie memusatkan pandangannya pada makhluk mungil di depannya. Menatapnya lekat-lekat, lalu mengulurkan kedua tangannya.

“Di mana Cathy? Dia tidak ikut menjemputku? Jahat sekali dia,” tanya Laurie, ketika ia mencoba menggendong Hannah. Memosisikan makhluk mungil itu senyaman mungkin dalam gendongannya.

“Kau yakin mau menggendong Hannah?” tanya Jhon, sambil melirik ke arah pantat bayi itu yang terlihat mengerikan. “Hannah basah, Laurie. Kau pasti akan merasa jijik setelahnya. Sebaiknya kembalikan dia padaku,” ujarnya.

Laurie mengernyit dan menggelengkan kepala. Ia tersenyum masam, lalu kembali memusatkan pandangannya pada Hannah yang sekarang berada dalam gendongannya.

“Aku tidak keberatan. Terlebih saat kemeja kesayanganku sudah kotor sebelum aku menggendong gadis kecil cantikmu ini, Jhon,” ucap Laurie yang terdengar kesal. “Jadi, di mana Cathy? Apakah dia benar-benar tidak ikut menjemputku?”

“Tentu saja Cathy ikut ke sini, hanya saja Hannah membuatnya harus membersihkan diri terlebih dahulu,” timpal Jhon, sambil tersenyum penuh arti.

Namun, mendengar nada suara Laurie yang kesal membuat Jhon mengerutkan dahi. Meneliti setiap inci pakaian yang dipakai wanita itu. Kemeja putih tersembunyi di balik jas mahal berwarna hitam, sementara bawahan yang dikenakan Laurie adalah rok hitam sebatas lutut. Sekilas tidak ada yang aneh, kecuali jas hitam mahal itu yang kurang cocok untuk dikenakan oleh seorang wanita.

“Kau tidak akan menemukannya, Jhon, karena Hannah telah benar-benar menutupinya,” ujar Laurie seakan-akan mengetahui isi kepala kakak iparnya. “Dan jas ini tentu saja bukan milikku,” ia menambahkan.

Jhon semakin mengerutkan dahi. “Lalu itu milik, Tom? Bagus kalian ke sini untuk berbulan madu. Di mana suamimu sekarang?”

Wajah Laurie terlihat makin kesal. Tanpa menjawab pertanyaan Jhon, ia telah berjalan menjauhi lelaki itu dengan meninggalkan koper miliknya. Sementara Jhon yang kaget mematung di tempat, baru tak lama setelahnya ia mengejar Laurie.

Entah kenapa Jhon tidak bisa membuatnya sedetik saja melupakan Tom. Untungnya di depan sana Cathy tengah berjalan ke arahnya. Senyuman kakak perempuannya itu selalu membuatnya menemukan rumahnya kembali. Ya, Cathy satu-satu keluarganya yang tersisa setelah kedua orangtuanya meninggal karena kecelakan waktu mereka masih remaja, dan Cathy sudah seperti ibu penggantinya saat ini. Walau kenyataannya jarak usia mereka hanya terpaut lima tahun, baginya sifat wanita itu melebihi usia yang sebenarnya.

Cathy memeluk Laurie erat, tidak peduli bila dalam gendongan gadis itu ada putri mungilnya. Ia melepaskan pelukannya lalu menatap Laurie dari atas sampai bawah, kemudian berakhir pada jas hitam mahal yang dikenakannya.

“Bukan milikku, Cat.” Sambil mendengus sebal Laurie memutar kedua bola matanya. “Ada lelaki gila yang menabrakku di bandara dan sialnya menumpahkan kopi dingin ke kemeja kesayanganku. Dan, kau bisa menebak apa yang dikatakannya?” Laurie tidak sedang bener-benar bertanya, karena ia kembali berkata, “’Maaf,’ sambil melepas jasnya dan memakaikannya padaku, lalu meninggalkanku tanpa sedikit pun merasa bersalah.”

Cathy mengulum senyum. Ia tahu betul bagaimana sifat adiknya yang akan sangat marah jika seseorang mengusiknya, apalagi telah merusak barang kesayangannya. Tapi anehnya kenapa Laurie mau memakai barang orang asing?

“Hei, katakan kenapa kau mau memakai jas itu sementara yang kutahu kau paling anti memakai barang orang lain?” tanya Cathy, dengan mengerutkan dahinya.

Laurie kembali memutar kedua bola matanya, lalu menyipitkan mata. “Kopi itu tepat mengenai tempat yang paling tidak tepat. Kau tahu, kan maksudku?”

Tanpa harus dijelaskan lagi, Cathy sudah mengerti apa yang dimaksud, karena setelahnya ia tertawa. Ia menepuk punggung Laurie pelan. “Lalu, bagaimana caranya kau mengembalikan jas mahal milik orang gila itu?” tanyanya.

“Dia bilang, ‘Jika kita berjodoh, pasti suatu saat akan bertemu kembali.’ Lelaki itu memang sudah tidak waras!” omel Laurie sambil mendengus tidak senang. Lalu ia berjalan meninggalkan Cathy, tapi setelahnya, ia kembali menghentikan langkah. “Omong-omong di mana mobilnya?”

Baca Juga: Teaser Novel Heart from The Past di Cabaca.id

Udara hangat langsung menyambut ketika Laurie turun dari mobil hitam milik kakak iparnya. Ia menarik napas dalam, lalu mengembuskannya. Sudah lama sekali rasanya ia tidak sesantai ini. Pilihannya datang ke Pacific Grove adalah keputusan yang tepat, pikirnya.

Rumah Cathy tampak memukau. Rumah itu bergaya Victoria dengan atap yang bagian puncaknya seperti kerucut dilengkapi cupola, mengingatkan Laurie pada menara istana yang pernah dibacanya di buku dongeng ketika kecil dulu. Sementara di halaman rumah terdapat beberapa pot yang ditumbuhi bunga yang tengah bermekaran. Laurie tersenyum. Menikmati suasana baru dengan suara ombak terdengar dari kejauhan. Pelariannya kali ini mungkin akan membuatnya lupa dengan permasalahan rumah tangganya.

Merasa ada yang menepuk punggungnya, Laurie menoleh. Seketika, kedua bola matanya yang beriris hijau membulat sempurna. Laurie mengerjap dan melangkah mundur memberi jarak.

“Sepertinya kita memang berjodoh. Buktinya belum genap dua puluh empat jam, kita sudah bertemu kembali,” ucap seorang lelaki berkemeja putih. Rambut gelapnya tampak berantakan, tapi tidak membuatnya kehilangan ketampanannya. Malah sebaliknya—terlihat seksi.

Laurie mematung. Ia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, apalagi menimpali perkataan lelaki asing itu yang terdengar tidak masuk akal. Untungnya ada Jhon yang menghampiri mereka. Pria itu tiba-tiba memeluk lelaki asing itu seperti teman lama yang kembali bertemu.

“Hei, Scott, sejak kapan kau kembali? Rasanya sudah lama sekali kita tidak bertemu,” ucap Jhon setelah ia melepaskan pelukannya, lalu berdiri di tengah-tengah Laurie dan Scott.

Lelaki bernama Scott itu tersenyum. “Kabar baiknya, aku akan menetap di kota ini, Jhon, dan, ya ... siapa dia?” Dia tidak mengacuhkan pertanyaan Jhon. Matanya melirik ke arah Laurie.

Seperti tahu maksud lirikan teman masa kecilnya itu, Jhon menyeringai penuh arti. “Jangan ganggu dia, Scott, atau kau akan benar-benar celaka setelahnya,” ucapnya memperingatkan.

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel Conditional Love di Cabaca.id

Apakah urusan menikah adalah selalu tentang punya anak? Harusnya tidak begitu. Tapi apakah mencari surrogate mother adalah jalan terbaik bagi Laurie dan Tom? Novel romance domestik yang satu ini cocok untuk kamu yang sedang cari novel tentang pernikahan. Baca novel Surrogate Mother GRATIS di Cabaca dengan download aplikasinya di Google Play.

Hentikan kebiasaan cari link download pdf novel karena hal tersebut ilegal. Sekarang udah ada solusi baca novel online GRATIS dan legal melalui aplikasi Cabaca. Buktikan sendiri dan kunjungi Cabaca pada Jam Baca Nasional (tiap pukul 21.00-22.00 WIB) Kamu gak perlu pakai Kerang untuk baca novel Indonesia favoritmu. Ada pula Misi Kerang yang bisa dimanfaatin untuk tetap baca gratis kapan saja. Yuk, install aplikasi Cabaca di HP kamu dan say goodbye dengan pdf novel bajakan!