Teaser Novel Surjan di Cabaca.id – Aku tak tahu masa depan akan seperti apa, bagaimana aku tumbuh, seperti apa kehidupanku, bagaimana aku mati, dan siapa yang akan melayat. Saat ini diriku tak peduli dengan kejadian mendatang. Sekarang hanya ada rasa kesal yang menggumpal seperti bongkahan es di dada, kesal pada ayah dan ibu yang terus-terusan pindah rumah.

Sekolahku berantakan sejak enam semester lalu. Sudah tiga kali keluarga kami pindah rumah. Sekarang tepat saat umurku sepuluh tahun, kami pindah tempat tinggal lagi, kali ini di tanah kelahiran ayahku. Biarlah urusan kepindahan sekolah dan lain-lain jadi tanggung jawab ayah. Sudah dua minggu kami menetap di desa sunyi ini. Jarak rumah antar tetangga terpaut sangat jauh. Bahkan, rumah di seberang jalan jaraknya sekitar dua ratus meter. Sepertinya rumah tersebut yang paling besar di antara bangunan lain di desa ini. Fasadnya seperti kastil tua, jendela yang berkaca bening dan tak bertirai memandang angkuh ke halaman rumah kami, temboknya kokoh bercat putih tulang. Bangunan itu seperti rumah bergaya Eropa di film vampir.

Rumah yang sekarang kami tinggali adalah warisan kakekku. Beliau menyerahkan segala sertifikat tanah dan sebagainya kepada ayahku, karena memang ayah satu-satunya anak kakek. Awal kedatangan di rumah ini terasa biasa saja, tak ada yang menarik bagiku. Namun, dua hari berikutnya aku menjumpai hal yang tak biasa. Rumah besar di seberang jalan, rupanya milik keluarga blasteran. Mereka memiliki anak laki-laki berwajah pucat, kurasa memiliki darah campuran Eropa, kulit putih kemerahan, dan bermata biru seperti langit cerah di siang hari. Ibu anak laki-laki tersebut asli pribumi, ayah mereka mungkin yang keturunan Eropa—aku tak tahu pasti.

Tatkala aku duduk di kursi bambu yang berada di teras sambil memangku boneka panda hadiah ulang tahun dari ibuku, tak sengaja diriku melihat aktivitas di pelataran rumah besar di seberang jalan. Mataku memicing agar lebih fokus, kesan pertama yang kudapat dari aktivitas keluarga itu sungguh membuat bulu roman tegak berdiri seperti ditarik magnet. Sang ayah—berkulit putih dan berbadan besar tengah asyik duduk di kursi goyang sambil menisik sebuah baju, sepertinya sobek. Tampak anak laki-laki mereka yang kurasa berusia sepantar denganku, tengah bersimpuh di tanah. Si ibu berdiri di belakang anak laki-laki tersebut, tangannya memegang rotan—entahlah, mungkin bilah bambu. Wanita itu terus mengayunkan rotan ke punggung si anak laki-laki. Berkali-kali, hingga tangisan bocah tersebut terdengar sampai tempatku duduk.

Aku tak kuat melihat pemandangan mengerikan tersebut, buru-buru bangkit dari kursi dan berlari masuk ke rumah. Aku menutup pintu rapat-rapat, napasku terasa berat. Kenapa ibunya sangat kasar? Sungguh mengerikan, kasihan bocah laki-laki itu. Jelas, aku tak tahu-menahu tentang kesalahan anak laki-laki tersebut, mungkin saja ia memecahkan vas, tak mau makan siang, atau habis mencuri uang dan digunakan untuk membeli jajanan?

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel Dunia Kiana Karya AdDina Khalim di Cabaca

Berawal dari sebuah berbuku bernama Surjan, Toni kehilangan kendali atas dirinya. Sanggupkah ia bertahan? Untuk yang senang baca novel misteri, sepertinya akan suka baca novel online Surjan, hanya terbit di aplikasi Cabaca.

Buat apa sih download pdf novel yang ilegal? Sudah jelas merugikan penulis, kualitasnya juga tentu tidak bagus. Kalau baca lewat platform baca novel online Indonesia, Cabaca, kita malah bisa baca novel gratis. Tinggal manfaatkan Jam Baca Nasional setiap pukul 21.00-22.00 WIB. Bisa juga baca offline kok di Cabaca, jadi unduh dulu kontennya lalu baca saat tidak ada internet. Pasang aplikasi Cabaca di ponselmu sekarang!