Teaser Novel Purnama Malam Ganjil di Cabaca.id – “Malam ini penentu untuk hidup kau, Banjar.” Wijawi menatap Banjar dengan mata merah menyala. Pantulan lidah api yang meliuk-liuk di tengah lingkaran terpancar di matanya semakin menciutkan nyali Banjar.

Banjar tidak menanggapi apa-apa. Matanya berkeliling memandang pengikut Wijawi yang semakin banyak. Malam ini dia akan kembali ke Istana Beringin menjadi orang penting jika mampu melepas teluh. Jika tidak, hidupnya mungkin akan susah mati seperti para pendahulu yang kematiannya harus dibantu dengan membuka atap.

Sama sekali Banjar tidak bisa membayangkan harus hidup terkucil dan kembali bertapa. Setiap malam purnama ganjil harus mengawini perawan suci untuk mendapatkan darahnya. Kekuatanya akan kembali pada bulan ke seratus. Kalau berhasil dia akan tetap hidup, kalau tidak dia akan mati mengenaskan. Banjar tidak bisa membayangkan hal paling buruk ini akan menimpanya.

“Yang Mulia, maafkan hamba,” Banjar menempelkan kedua telapak tangan di depan dada dengan kepala menunduk dan kaki berlutut di tanah.

“Maafmu akan aku terima setelah teluh api kau lepaskan,” Wijawi memandang berkeliling. Tangannya terangkat ke udara. Memberi kode agar ritual di mulai menjelang tengah malam.

“Hamba berjanji, Yang Mulia.” Banjar menunduk, kemudian mulai bersujud saat tabuhan gendang pertama terdengar.

Dung, dung, tak, dung, dung! Dung, tak, dung, dung!

Satu per satu perempuan muda yang masih molek tubuhnya keluar dari lingkaran. Mereka membentuk lingkaran baru di tengah lingkaran besar. Tangan kiri dan kanan meliuk-liuk di atas kepala membentuk gerakan seirama yang indah. Wajah-wajah itu terlihat dingin dengan tatapan tajam.

Pelaku ritual lain mengambil seekor ayam cemani, mematahkan leher ayam sampai mati. Giginya menancap di leher ayam, darah bercucuran. Satu persatu pelepas teluh masuk ke dalam lingkaran. Duduk bersila dengan tangan bersedekap di dada. Tetes demi tetes darah ayam dialirkan ke mulut mereka. Gerakan tangan mereka berubah membentuk gerakan-gerakan. Mata merah tajam. Berjam-jam mereka menari dan bergerak tak tentu arah.

Serbuk-serbuk debu beterbangan di udara menyatu dengan  embun menjelang pagi. Banjar mengulangi berulang kali. Serbuk debu yang dia lepas ke udara tidak beterbangan. Dia terus mengulang dan mengulang. Ketakutan merayapinya bersama dingin malam.

Lengking-lengking mulai terdengar. Teluh sudah menemukan rumahnya. Ada tujuh pelepas teluh, hanya enam lengking yang terdengar. Banjar gagal. Hingga kokok ayam jantan pertama yang terdengar, Banjar tidak mendapatkan korbannya.

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel Mistis Rimak di Cabaca.id

Program pengabdian mahasiswa berujung cinlok? Itu biasa. Kalau yang dialami Mia, malah berujung perang teluh. Asli serem banget! Yang suka baca novel horor Indonesia, wajib banget baca Purnama Malam Ganjil di aplikasi Cabaca. GRATIS!

Karena udah tahu platform baca novel online yang gratis, buat apa apa cari link download pdf novel yang ilegal? Mending pakai aplikasi Cabaca dan manfaatkan Jam Baca Nasional, tiap hari pukul 21.00-22.00 WIB. Kamu juga bisa melakukan misi kerang atau top up untuk baca novel Indonesia favoritmu. Menarik kan? Yuk, install aplikasi Cabaca di HP kamu yuk!