Teaser Novel Nada-Nada Hujan di CabacaMengapa hujan tetap muncul? Padahal hari ini tugasnya matahari. Hujan memang egois.

Yoga benci hujan. Karena hujan membuatnya berkelana mengingat masa lalu. Untung saja hujan sudah berhenti, meskipun aroma sejuknya masih menyeruak di lubang hidung Yoga. Sekarang matahari kembali muncul di permukaan langit dengan cerahnya.

Yoga berjalan di pelataran kampus sambil melewati tubuh cewek berambut kecokelatan agak bergelombang sebatas pundak, kulitnya putih terpancar sinar matahari, hidungnya mancung, pakaiannya kaus putih polos yang ditutupi dengan jaket bomber berwarna pink, ia memakai jeans kelabu dan pansus hitam. Namanya Nada. Si cerewet dan selalu ingin tahu.

Perempuan itu asyik berpose di depan layar ponselnya, sambil tangan kanannya mengenggam pena—yang di ujung atasnya terdapat kelopak bunga mawar dari plastik.

“Eh, Mas-Mas .…” panggilan itu meluncur dari bibir Nada yang saat ini berlari kecil menghampiri Yoga. “Boleh minta tolong nggak?”

Kedua alis Yoga terangkat saat kakinya berhenti melangkah.

“Minta tolong boleh ya? Bentar doang, kok.” Nada mengulurkan Iphone-nya pada Yoga. “Minta tolong fotoin.”

Nada mundur beberapa langkah. “Ambilnya agak jauhan ya biar keliatan kurus. Terus harus kena cahaya matahari, biar hasilnya bagusan.”

Yoga menekan tombol beberapa kali tanpa aba-aba sampai akhirnya .…

“Sudah,” katanya.

Nada cemberut. “Itu ambilnya udah bener belum? Aku belum sempat gaya kok sudah sih.”

“Memang sudah, nih .…” Yoga mengulurkan ponsel kepada Nada kembali.

“Ih, kok cuma dua sih, ambilnya. Terus hasilnya nggak ada yang bagus, lagi. Kok gue gendutan banget di foto. Yang bener dong ambilnya ....” keluh Nada saat melihat hasil jepretan Yoga di ponselnya.

“Sudah bagus itu saya ambilin fotonya,” kata Yoga lagi.

“Foto apaan yang diambil ini!”

“Ya, foto pemandangannya lah.”

“Minta tolong dong, ambilkan foto gue lagi.” Nada memohon.

“Nggak. Saya sibuk.” Yoga hendak berjalan pergi. Namun, Nada menarik tas Yoga hingga membuat Yoga terjungkal ke belakang.

Pantat dan punggung Yoga mendarat sempurna di lantai. Yoga meringis kesakitan sambil mengusap bokongnya. “Aduh ….”

“Ya ampun, sorry gue nggak sengaja.” Nada menututp mulutnya dengan telapak tangan seolah tidak percaya apa yang baru saja ia perbuat.

Yoga menarik napas dalam-dalam, sambil menatap Nada dengan mata menyipit tajam.

“Sini, gue bantu berdiri.” Nada mengulurkan tangan.

Dalam hitungan detik, Yoga sudah berdiri sendiri sembari membersihkan bajunya yang kotor terkena hamparan pasir. Kemudian, Yoga berbalik badan meninggalkan Nada begitu saja.

Nada mengikuti langkah Yoga karena merasa bersalah akibat kejadian barusan. “Permisi, lo nggak kenapa-kenapa, kan?” Nada berusaha mensejajarkan langkah Yoga. “Gue minta maaf ya. Gue benar-benar nggak sengaja. Gue tadi cuma ….”

Kalimat Nada terhenti ketika Yoga berhenti melangkah. Yoga berbalik badan menghadap Nada. “Kamu anak fakultas hukum?” tanya Yoga. Lebih ke arah sindiran ketika Nada sadar kalau mereka sudah berasa di depan gerbang fakultas hukum.

“Gue ….” Nada menelan ludah. “Gue dari fakultas psikologi.”

“Terus, kenapa kamu mau mengikuti saya?” tanya Yoga dengan nada dingin.

Nada menelan ludah kembali. “Gue ….” Nada gelagapan. “Lo nggak kenapa-kenapa, kan?”

“Kamu bisa lihat saya bisa berdiri dan berjalan dengan tenang. Itu tandanya saya baik-baik aja, kan?” Yoga menatap lekat-lekat manik mata Nada.

“Hehehe, iya. Lo lebih dari kata baik.”

“Kalau begitu, berhenti mengikuiti saya.” Itu kalimat terakhir Yoga, sebelum cowok itu masuk ke dalam fakultas hukum dan meninggalkan Nada yang masih terpaku di tempat dengan tatapan sebal.

“Awas lo ya, gue sumpahin lo suka sama gue!”

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel I am Okay But I Lie di Cabaca

Ada yang suka dan ada yang gak suka hujan. Jangan salahin hujan jika ada dua manusia jatuh cinta ... kayak Nada dan Yoga. Novel terbaru dari PENULIS RAHASIA berjudul Nada-Nada Hujan siap dibaca di Cabaca. Buruan download aplikasi Cabaca di Play Store untuk baca gratis novel ini.

Tahun baru, waktunya baca buku baru, tapi jangan yang ilegal dong! Apalagi udah ada aplikasi baca novel online kayak Cabaca yang nawarin baca gratis tiap Jam Baca Nasional, setiap pukul 21.00 - 22.00 WIB. Bisa juga baca offline dengan unduh dulu novel yang kamu suka di Cabaca. Yuk, pakai aplikasi Cabaca di ponsel kamu dan baca sepuasnya!