Teaser Novel Mine Karya Minarin29 di Cabaca

Teaser Novel Mine Karya Minarin29 di Cabaca – Suara musik yang sangat kencang memekakkan telinga, seharusnya membuat siapa pun yang mendengarnya terganggu. Tapi, berbeda dengan tempat itu.

Tempat yang dipenuhi dengan orang-orang yang menari riang di dance floor, penuh asap rokok dan minuman beralkohol. Di sana semua orang berusaha untuk menghilangkan masalah hidup dengan menulikan telinga. Hanya mencari kesenangan belaka.

Olivia Wijaya. Dia adalah salah satu wanita penghibur di kelab itu. Sudah tiga tahun ini dia menjadi seorang pekerja seks komersial. Dengan bermodalkan wajah cantik wanita Asia dan tubuhnya yang seksi, Olivia menjadi primadona para pria hidung belang berdompet tebal. Kaki jenjangnya membuat banyak pria itu menginginkannya untuk menghangatkan ranjang mereka. Entah apa yang pria-pria itu pikirkan hingga mereka mau merogoh dompet lebih dalam untuk membayarnya.

Apa Olivia menikmatinya?

Tentu saja tidak. Siapa yang ingin melakukan pekerjaan hina seperti ini? Kalau bukan demi uang yang cukup banyak, Olivia sudah pasti tidak akan melakukan ini.

“Olive, kamu dapat kamar nomor 3004. Pak Halim sudah menunggu di sana."

Olivia tersenyum lebar. Dia harus bisa memuaskan pria itu. Dan, uang akan mengalir untuknya. Bahkan tidak sedikit yang menawarnya untuk menjadi seorang simpanan. Tapi, dia belum siap untuk memikirkan risikonya.

Olivia menghela napas dalam, lalu menarik sisi bibirnya untuk tersenyum dengan lebar.

“Selamat malam, Om,” sapa Olivia seraya berjalan memasuki ruangan itu. Seorang pria sekitar umur 35 tahun tersenyum membalasnya.

Pria itu berjalan mendekat, tanpa aba-aba cepat mencium bibir merah Olivia dengan menggebu. Pria bertubuh tinggi itu membawa Olivia menuju tempat tidur.

Oke, pekerjaannya dimulai. Memuaskan nafsu pria ini.

Teaser Novel Mine di Cabaca

Bekerja menjadi seorang penghibur pun tidak selalu mulus. Selalu ada kendala. Ada saja para penyewa yang mengadu pada Angela jika mereka tidak merasa terpuaskan.

Seperti kali ini, salah satu partnernya membuat kesalahan. Wanita itu menolak saat pria yang sudah menyewanya meminta apa yang tidak bisa dia berikan.

"Sudah saya bilang berkali-kali, kalian harus melayani mereka dengan baik. Uang yang kalian terima itu dari mereka. Kalau sampai saya dengar ada masalah, kalian akan tahu akibatnya," ucap wanita tua itu dengan tegas.

Semua wanita cantik bertubuh seksi yang bediri berjajar di hadapannya hanya tertunduk dengan anggukan kecil. Mereka hanya bisa menurut, tidak ada pilihan lain, hanya untuk mendapatkan uang yang banyak dalam waktu singkat. Begitu pun Olivia.

"Olive, kamu sudah ditunggu. Layani Pak Bram dengan baik, dia pelanggan tetap di sini," titah Angela lamat-lamat, seolah menegaskan kalau Olivia tidak boleh membuat kesalahan apa pun.

"Siap, Mih." Dia berseru penuh semangat. Senyuman yang ia tunjukkan semuanya palsu, dia terpaksa melakukan ini. Ya, semua demi keluarganya. Dia mencari uang untuk kelangsungan hidup keluarganya.

Olivia berjalan dengan cepat, membelah kerumunan orang yang sedang menari melupakan dunia.

"Hai, Om Bram," sapanya dengan wajah menggoda, nada suaranya pun ia buat sesensual mungkin. Semua pria yang pernah bersamanya selalu tergoda, termasuk pria tua di hadapannya itu.

Wajah pria itu langsung memerah kala tangan lentik Olivia mulai bergerilya dengan nakal di daerah sensitifnya. Dia meremasnya dengan pelan dan menggoda, membuat pria tua itu melenguh tertahan.

Tanpa aba-aba pria tua itu menyambar bibir Olivia dengan kasar, penuh gairah.

Walau ia merasakan sakit di bibirnya, Olivia tetap membalas decapan itu. Seorang penjual kenikmatan memang sudah seharusnya menurut, mau pria itu memperlakukannya dengan kasar bagai binatang, ataupun dengan kelembutan penuh damba.

"Ayo, Om, aku sudah menyiapkan kamar untuk kita hari ini," bisiknya di telinga pria tua itu. Pria itu kembali melenguh ketika Olivia dengan sengaja menggigit cuping telinganya.

Olivia menggelendot mesra di lengan sintal itu walaupun sesekali dia memutar matanya jengah.

Kapan ia bisa hidup dengan nyaman tanpa melakukan pekerjaan kotor ini? Kapan dia bisa menemukan pria yang bisa menanggung kehidupannya?

Pria itu mendorong tubuh Olivia hingga ia terjengkang ke ranjang.

Ada perasaan tak rela saat pria itu menjamah tubuhnya, mengisapnya, menjilat, dan juga memasukinya. Namun, inilah kehidupannya. Hanya dengan begini dia bisa menghidupi keluarganya.

Setelah pria itu beberapa kali mencapai puncak, Olivia hendak mengenakan pakaiannya. Tetapi, dengan cepat pria itu menariknya lagi ke dalam pelukan. Olivia ingin sekali menolak, tapi pria itu pasti akan marah dan komplain pada Angela.

"Sayang, apa kamu mau jadi simpananku? Akan kuberikan berapa pun uang yang kamu inginkan."

Tawaran yang amat menggiurkan untuknya. Kalau dia menerima kesempatan itu, hidupnya pasti terjamin, hidup keluarganya pasti juga terjamin.

Ketika ia hendak menjawab, suara dobrakan pintu membuat mereka terjengkit kaget.

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel Overtones Karya Kaka HY di Cabaca

Olivia tidak mau lagi jadi wanita penghibur. Ia terpaksa menikah dengan Arcel, ayah Tania sekaligus tuannya, yang ditinggalkan sang kekasih pada hari pernikahannya. Baca kisahnya hanya di novel Mine, eksklusif di aplikasi Cabaca!

Cari novel dewasa hingga novel misteri? Coba saja pakai aplikasi baca novel online gratis asli Indonesia bernama aplikasi Cabaca. Siapapun bisa baca full gratis setiap pukul 21.00 - 22.00 WIB dalam program nama Jam Baca Nasional. Tentu saja ini merupakan solusi bagi kamu yang masih suka cari link download buku atau pdf ilegal. Cari aplikasi Cabaca di Play Store dan install sekarang.

Baca novel Indonesia di Cabaca