Novel Marry My Daughter di Cabaca.id Sehari sebelum hari ulang tahunnya, hidup Athalia baik-baik saja. Gadis itu bisa berangkat dan pulang bekerja dengan tenang  ataupun makan dan minum tanpa takut tersedak. Ia masih bebas hang out dan tertawa-tawa, tanpa perlu memikirkan bahwa teman hang out-nya yang sekarang bukan sepantarannya lagi. Lebih jelasnya, sebagian besar orang yang sebaya dengan dirinya sudah bepergian atau hang out bersama suami dan anak masing-masing.

Sehari sebelum hari ulang tahunnya, Athalia selalu merasa bahwa surga sudah diberikan Tuhan sejak di Bumi dan ia bersyukur  bisa menjalaninya dengan baik.

Namun, pada hari ulang tahunnya, Athalia mendadak ingin hidup di bawah selimut saja. Terbenam di sana selamanya. Tidak ingin melihat matahari terbit dan tenggelam, apalagi terbawa arus waktu yang tidak pernah punya keinginan berhenti. Kalau saja manusia tidak perlu bekerja untuk sekadar mengisi perut, mungkin hal itu akan benar-benar dilakukannya.

Senyatanya, walaupun hidup kadang sudah terasa seperti di surga, Tuhanlah yang Maha Pemenang. Dia selalu punya kekuatan untuk menunjukkan neraka kapan saja. Termasuk sekarang.

Neraka Athalia dimulai hari ini, ketika gadis itu melihat papanya sudah menyiapkan sarapan superistimewa. Nasi goreng yang ia yakini berisi irisan cumi—kesukaannya, salad buah, roti tawar dan aneka selai, serta dua pitcher minuman yang masing-masing berisi orange juice dan susu murni, sudah tertata rapi di atas meja. Biasanya, menu sarapan yang disiapkan papanya tidak pernah selengkap ini karena meskipun papanya sudah pensiun dan punya banyak waktu di rumah, beliau lebih memilih menghabiskan paginya di kebun kecilnya di belakang rumah.

Papa Athalia, Adam Nataprawira, sudah menanti anak gadisnya dengan menyunggingkan senyum cerah sebagai ganti mengibarkan bendera kemenangan. Begitu Athalia menarik kursi dan duduk berhadapan dengannya, senyumnya makin tertarik ke atas.

“Selamat ulang tahun yang ke-31, ya, Athalia yang cantik,” ujar Adam berseri-seri.

Athalia mencoba bersikap biasa saja dengan berpura-pura lupa. “Oh, ini udah tanggal 1 Februari, ya? Lupa gue. Makasih banget ya, Pa, udah ngingetin,” balasnya sambil menepuk jidat.

You’re very welcome. Papa juga ngingetin angka 31-nya lho,” sindir lelaki itu sambil membuka piring untuk menampung nasi goreng yang tadi diraciknya waktu Subuh.

Sejenak, Athalia menahan kata-katanya. Ia akhirnya memilih bertanya, “Emangnya kenapa, Pa, sama angka 31?”

“Kamu mau pura-pura lupa lagi?”

Athalia yakin, papanya sedang menyerukan kata ‘sekakmat’ di dalam hati. Tiba-tiba saja ia merasa bodoh. Setelah tiga puluh satu tahun dibesarkan oleh lelaki yang sering ia ledek bermuka Mr. Bean ini, harusnya ia tahu, papanya bisa membedakan gelagat dirinya saat jujur atau saat bohong.

“Nggak peduli lupa atau nggak, Papa mau ceritain lagi soal apa yang Papa bilang waktu kamu ulang tahun yang ke-29. Waktu itu—“

“Atha inget, kok,” potong Athalia santai. Kini gadis itu mulai mengunyah potongan melon yang ada dalam semangkuk besar salad buah. “Kalau usia Atha udah lewat 30 tahun, itu artinya Papa boleh nyariin calon suami buat Atha.”

“Anak Papa memang pinter.”

Sebenarnya Athalia sudah berusaha melupakan perjanjian tidak tertulis dua tahun silam itu. Tapi, di saat-saat menyebalkan semacam ini, ingatan tentang hal menggelikan itu selalu saja menyeruak.

Waktu itu, papanya memberinya sebuah city car warna putih sebagai hadiah ulang tahun. Anak mana yang akan pasang muka cemberut sewaktu menerima hadiah mobil keren? Jawabannya jelas tidak ada. Athalia juga sama. Ia bahkan melonjak-lonjak childish. Di pikirannya, papanya sudah mulai tidak pelit lagi pada anak sendiri.

Namun, yang dipikirkan Athalia salah. Adam tetaplah Adam yang dulu, tidak bisa diganti setting-annya. Bukan Adam namanya kalau tidak memberikan syarat di setiap hadiah yang diberikan untuk putrinya.

Baca Juga: Teaser Novel Saviora di Cabaca.id

“Selama ini ... Papa nggak pernah bawel nanyain kamu kapan nikah, kan? Itu semua ada alasannya,” tutur Adam dengan lagi-lagi raut wajah penuh kemenangan.

Rona gembira di wajah Athalia seketika luntur. “Alasan?”

“Iya, alasan. Papa nggak akan pernah nanyain kapan kamu nikah, kayak orang tua di luar sana. Tapi, Papa ngasih tenggat waktu. Nanti kalau usiamu udah lewat tiga puluh, tapi kamu belum juga dapet calon suami, Papa bakal turun tangan.”

“Ma ... maksudnya, Papa bakal nyariin jodoh buat Atha gitu?” tebak Athalia mulai kesal.

Adam mengangguk cepat. Wajahnya makin bertolak belakang dengan wajah Athalia yang seperti daster kusut.

“Kenapa nggak sekalian aja, sih, Papa ganti nama Atha jadi Athalia Nurbaya?!”

Seingat Athalia, tidak pernah ada kata sepakat untuk perjanjian yang dirancang secara sepihak oleh papanya itu. Tapi, Athalia mencoba bersabar dan tidak mau lagi memasang wajah sekusut daster yang belum disetrika seperti waktu itu. Diam-diam ia sudah menyiapkan jurus pamungkas untuk menangkal keinginan papanya.

“Dari dulu juga Atha emang pinter, Pa.”

Adam meneguk orange juice-nya kilat. “Jadi, Papa udah boleh nyariin calon suami buat kamu, kan?”

Athalia hanya mengangguk sembari mengangkat bahu. “Boleh. Tapi biar imbang, Atha juga bakal nyariin calon istri buat Papa.  Atha juga mau punya mama.”

Kontan Adam terbelalak. Putrinya ternyata bisa sepandai dirinya dalam urusan merancang taktik dan perjanjian. Tapi, apakah benar Athalia ingin punya seorang ibu? Kenapa hal itu baru diungkapkan sekarang? Kenapa tidak dari dulu-dulu sebelum usia mendudanya sama dengan usia putrinya?

Tetap saja Adam merasa menang. Mencarikan jodoh bagi lansia seperti dirinya bukanlah perkara segampang meneguk segelas air putih. Sementara mencarikan jodoh bagi perempuan cantik dan mandiri seperti Athalia masih sangat mungkin terjadi.

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel Womanizer di Cabaca

Papanya mau menantu, anaknya punya mama baru! Sebuah kisah fatherhood yang dibalut nuansa romance pop karya Asya Azalea hadir di Cabaca! Baca novel Marry My Daughter GRATIS!

Di Cabaca gak ada download pdf novel bajakan. Kamu bisa baca novel kesukaan, GRATIS dan penulisnya dapat penghasilan! Cek misi kerang untuk tahu cara baca novel gratis di Cabaca atau bisa juga mampir ke Cabaca pada pkl 21.00 sampai pkl 22.00 WIB untuk baca GRATIS TANPA KERANG. Buat apa beli novel bajakan, kalau bisa baca novel murah dengan install aplikasi Cabaca?

Baca gratis novel Indonesia. Pembaca senang, penulis berpenghasilan!