Novel Love in Our Hearts di Cabaca.id – Napasku sedikit terengah-engah setelah menampilkan kemampuanku dalam menari balet. Dengan penuh harap, aku menatap ketiga juri yang sedang berbisik-bisik tidak jelas. Ini adalah ajang pencarian bakat ketiga yang berhasil kuikuti dalam lima bulan terakhir; belum ada satu pun yang lulus. Berharap kali ini bisa lulus, agar aku tidak mengecewakan keluarga.

Juri wanita dengan rambut yang diikat menyerupai ekor kuda berdeham, meletakkan penanya di atas kertas penilaian lalu tersenyum. “Ambun Malik? Masih tujuh belas tahun?”

Aku mengangguk.

“Penampilan kamu cukup bagus. Tapi...”

Dan aku paling benci dengan kata ‘tapi’ di tengah kalimat.

“... kamu belum bisa kami luluskan ke tahap selanjutnya.”

“Mungkin ajang tahun depan dapat kamu ikuti setelah berlatih lebih giat lagi.” Juri laki-laki di samping kirinya mengangguk padaku.

Mau bagaimana lagi? Lima kali sudah aku mengikuti ajang pencarian bakat dan lima-limanya gagal. Aku menghela napas, tersenyum kecut lalu mengucapkan terima kasih.

Baca Juga: Teaser Novel It's Okay to Take A Break di Cabaca

Aku langsung berlari ke pelukan Bunda yang sudah menanti dari tadi. Menangis. Aku hanya bisa melepaskan perasaanku lewat tangis. Bagaimana mungkin aku tidak sedih, ini adalah percobaan kelima dan masih saja gagal. Bunda pasti sudah tahu sendiri hasilnya lewat tangisanku. Meskipun benar-benar malu dengan kegagalan ini, setidaknya aku sudah mencoba dan aku akan terus mencoba sampai berhasil.

“Masih ada ajang yang lain.” Bunda mengusap punggungku yang masih bergetar.

Ya. Memang masih ada ajang yang lain. Tetapi tetap saja, sedih karena gagal ini tidak bisa kulenyapkan. Sangat menyakitkan. Aku menarik diri, menyeka pipiku yang basah dengan tisu.

“Bunda kecewa?”

“Kecewa?” Bunda terkekeh melihatku. “Bunda bangga malahan. Ambun begitu berani. Sangat sedikit anak seusia Ambun yang mau berjuang dari ajang ini ke ajang itu hanya untuk membuktikan kemampuan. Ayah sama Bunda sangat bangga sama Ambun.” Bunda mengambil tasku yang berada di samping kursi, lalu mengulurkan tangannya. “Masih banyak kesempatan lainnya. Mungkin Tuhan mengatakan jalan Ambun bukan di ajang ini, tapi di ajang yang lebih besar nantinya.”

Penyemangat inilah yang selalu dikatakan Bunda setiap kali aku keluar dari ruang audisi penuh air mata. Meskipun demikian, aku tetap percaya. Bukankah itu doa Bunda?

“Ambun belum siap ketemu Ayah.”

“Kenapa?”

Aku membuka pintu mobil, duduk dengan malas sembari melipat kaki bersila. Menunggu Bunda berada di balik kemudi baru kemudian menjawab, “Ayah pasti bahas masalah pindah lagi.”

Aku sudah membuat kesepakatan dengan Ayah, tepat dua minggu sebelum audisi dimulai. Atau lebih tepatnya, saat aku meminta izin untuk kembali mengikuti audisi. Perjanjian yang lumayan sulit untuk diterima; pindah ke Padang jikalau aku tidak lulus pada audisi ketiga.

Tidak ada yang salah dengan Padang. Salahkan saja laki-laki yang telah mencuri hatiku saat bertemu dengannya dua tahun yang lalu—saat Ayah mengajak kami sekeluarga liburan ke Padang. Well, tidak sepenuhnya salah laki-laki itu juga sebenarnya. Hanya saja, jantungku selalu berulah jika melihatnya.

Baca Juga: Teaser Novel Withered and Blossomed di Cabaca.id

Sudah hampir setahun kami tinggal kembali di Indonesia. Ayah memutuskan untuk menjual saham di Belanda lalu memperbesar jaringan perusahaan di Indonesia. Dengan begitu, aku bisa lebih sering mengunjungi Baron dan Nur, sepupuku yang berada di Padang. Well, sebenarnya itu hanya akal-akalan saja—alasan terselubung lebih tepatnya.

Kembali mengenai balet. Cita-citaku sejak dulu. Aku tidak tahu bagian mana yang membuat para juri selalu saja mengatakan “masih ada ajang selanjutnya” padaku. Penampilanku sudah maksimal, sudah berdasarkan apa yang diajarkan oleh pelatihku.  Sungguh, tidak ada yang lebih memalukan daripada kata gagal. Meski Bunda selalu berkata, “kamu tidak gagal, hanya saja kamu perlu mencoba lagi.”

Bukankah sama saja?

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel When Kirana Met Mr. Arrogant di Cabaca

Apakah ini yang namanya gagal? Apakah boleh merasa sedih jika gagal? Apakah setelah gagal, kita masih boleh melanjutkan mimpi? Sebuah novel baru dari Yu Sandri berjudul Love in Our Hearts hadir di Cabaca dan bisa dibaca GRATIS!

Gak perlu pakai download pdf novel segala. Itu ilegal lho! Mending lakukan misi kerang, terus bisa baca gratis deh di Cabaca. Kalau bacanya di Jam Baca Nasional atau Happy Hournya Cabaca, pada pkl 21.00-22.00 WIB, kerangmu gak akan berkurang! Seru kan ya? Install aplikasi Cabaca untuk pengalaman baru baca novel yang menyenangkan di smartphone kamu.

Baca novel gratis dengan cara menyenangkan hanya di Cabaca!