Novel It's Okay to Take A Break di Cabaca.id – Semua akan baik-baik saja, selama orang-orang tidak tahu kebenarannya.

Gadis dengan rambut menjuntai sebahu itu melangkahkan kaki dengan mantap setelah turun dari bus. Hanya dengan satu tarikan napas, senyumnya mengembang hingga kedua manik mantanya nyaris tenggelam. Dia berjalan menyusuri trotoar menuju  sekolah. Sepanjang jalan, orang-orang yang memakai seragam yang sama dengannya menyapa.

“Pagi, Ra!” Begitulah ucapan yang keluar setiap kali mereka melintas.

Yara, gadis yang tidak pernah lepas dari senyuman itu selalu membalas sapaan tersebut meski dia tidak mengenal setiap orang yang menyapanya. “Pagi!”

Satu kalimat yang kemudian orang-orang bisikan setiap kali Yara membalas ucapan mereka, “Gila, gue disapa balik!” Lagi pula, siapa yang tidak mengenal Yara di sekolah. Dia bagai malaikat yang selalu dipuja oleh orang-orang di lingkungannya. Orang-orang di sekitarnya ingin dekat dengannya. Bisa disapa oleh Yara saja mereka sudah kegirangan seperti mendapat undian miliaran rupiah.

Bukan hanya kalangan siswa saja, di antara guru-guru, Yara juga disenangi karena nilai-nilainya yang memuaskan. Gadis itu seakan menjadi idola tersendiri karena tidak banyak bertingkah seperti siswa lain. Satu kata yang dapat menggambarkan Yara: sempurna.

Maka begitulah, hari-hari Yara di sekolah begitu menyenangkan. Tidak ada gangguan dan begitu tentram. Iya, setidaknya seperti itulah harapan gadis itu.

Baca Juga: Teaser Novel Barista Sayap Angsa di Cabaca.id

“Yara!!” Sang pemilik nama terlonjak kaget saat seseorang melompat dan merangkulnya dari belakang.

Jantung Yara hampir saja melompat keluar jika tidak mengetahui siapa pemilik tingkah menyebalkan itu. “Leni?! Bisa nggak sih, biasa aja kalau nyapa?” Yara bersungut, melepas tanggan Leni yang menggantung di bahunya, meski akhirnya dia tetap tertawa juga.

“Itu juga udah biasa kali. Tiap pagi kan juga gitu, ya nggak, Mon?” Leni membela diri, meminta persetujuan dari Monica yang datang bersamanya.

“Iya, lo kayak nggak tahu tabiat Leni aja, Ra. Dia kalau nggak teriak-teriak kayak monyet emang nggak bisa.” Monica dan Yara cengengesan.

“Sial! Kampret emang lo pada!” Leni pura-pura marah. Dia mendesis kemudian berjalan menuju kelas mendahului kedua temannya.

“Ah nggak seru, gitu aja ngambek.” Yara menyusul bersama Monica di belakangnya. Satu-dua siswa mengamati mereka, atau lebih tepatnya mengamati Yara. Ingin rasanya menjadi Leni dan Monica yang dengan bebas bisa berbicara dengan Yara setiap hari.

“Emangnya, gue itu lo, Ra? Yang nggak bisa marah?” Leni berkata sambil lalu. Yara yang mendengar ucapan itu hanya tersenyum simpul.

Nggak bisa marah ya?

“Eh! Stop! Stop!” Tiba-tiba Leni menghentikan langkah. Kedua tangannya merentang ke samping. Mau tidak mau, Yara dan Monica yang mengekorinya ikut berhenti.

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel Womanizer di Cabaca

Gak enak ya kalau gak bisa bilang apa yang kita rasain? Emangnya semua bakal baik-baik saja? Inilah kisah Yara, yang kelihatannya baik-baik saja tapi sebenarnya tidak. Novel It's Okay to Take A Break karya N. Pradita bisa dinikmari GRATIS lho di Cabaca.

Eh, bisa ya baca novel gratis dan LEGAL? Bisa dong! Banyak cara untuk dapetin kerang gratis, misal dengan baca di Jam Baca Nasional atau Happy Hournya Cabaca, yaitu pkl 21.00-22.00 WIB. Bisa juga dengan melakukan misi kerang. Enak banget kan? Makanya, buruan install aplikasi Cabaca di smartphone kamu ya!

Baca novel gratis gak pakai ribet dengan Cabaca!