Teaser Novel I am Okay But I Lie di Cabaca –Bermodalkan tas ranselnya, dia menutupi kepalanya dan berlari kencang menerobos hujan. Gara-gara air yang tergenang di depan gerbang, kaos kakinya di bagian dalam akhirnya basah.

Dia sampai di koridor yang sepi. Kalau hujan begini, para siswa pasti lebih senang berada di dalam kelas.

“Anak Kecil!”

Atau mungkin tidak bagi Fathur dan Yuda. Keduanya terlihat sedang bermain bola kaki di bawah guyuran hujan. Dengan tubuh tanpa seragam beserta celana olahraga yang sudah tentu basah, mereka tidak peduli. Aren menggelengkan kepalanya. Padahal, pukul sembilan nanti ada jam olahraga. Memangnya celana mereka masih bisa kering di cuaca seperti ini?

Yuda mendatangi Aren. “Enggak bakalan olahraga kalau cuacanya kayak gini, kan?” ujarnya seakan mendengar pertanyaan di benak Aren.

Iya juga, sih .…

“Terus, kenapa manggil gue?” tanya Aren.

Fathur tersenyum dari jauh. Tiba-tiba, Yuda langsung menarik Aren ke tengah lapangan. Aren berusaha sekuat tenaga untuk menarik tangannya, tapi kekuatan Yuda bukan main-main. Kalau dia makin berontak, kelihatannya seperti rusa yang tetap berontak meski sudah digigit singa. Alhasil, dia menyerah diseret oleh ketua klub futsal itu.

Aren diguyur hujan.

“Ayo, Aren! Kamu jadi kipernya!” seru Fathur sembari mencipratkan air kepada Aren.

“Enggak mau!”

“Woi, jangan lariii!”

“Tungguin kita, Reeeen!”

“Anak kecil larinya cepet banget, sih!”

Aren berlari kedinginan menuju kelas. Tentu saja dengan Fathur dan Yuda yang mengejar di belakangnya.

Baca Juga: Teaser Novel Her Last Smile di Cabaca

“Semuanya, perhatian! Aren habis mandi hujan bareng kita berdua!” Fathur dengan bangganya mengumumkan hal tersebut kepada seisi kelas.

“Asoooi!”

Rinai hujan basahi aku .…

“Enggak apa-apa kali, Aren mandi hujan! Dia kan, anak kecil!” Kalimat Yuda disambut tawa seisi kelas.

Aren ikut tertawa. “Gila, dingin banget! Tanggung jawab, seragam gue jadi basah gara-gara kalian berdua!”

Ciko mendatangi bangku Aren. “Kalau seragam, mungkin kita bisa tanggung jawab. Tapi, kalau rambut lo … enggak akan bisa!”

Ciko, anggota komplotan Fathur dan Yuda yang baru muncul, membuat tawa seisi kelas pecah lagi. Aren ikut tertawa juga. Trio Kwek-Kwek ini selalu lucu. Aren sampai mengeluarkan air mata kalau tertawa akibat ulah mereka.

“Rambut lo habis kena air hujan jadi lepek!”

Aren menyentuh rambutnya. Ah, iya, dia lupa. Dia punya rambut keriting yang sebenarnya baik-baik saja. Namun, kalau kena air … rambutnya menjadi sangat jelek.

“Ren, rambutnya habis dikasih baking soda? Ngembang banget di bawahnya! Hahaha!”

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel Where Your Eyes Linger di Cabaca

Aren tak pernah percaya diri. Hinaan-hinaan terus tertuju padanya yang pendek, berambut keriting megar, dan kulit gelap kecokelatan. Sanggupkah ia keluar dari lingkungan bully? Jika kamu butuh semangat dan inspirasi, boleh baca novel I am Okay but I Lie. Download aplikasi Cabaca di Play Store untuk baca gratis.

Yuk, beralih ke platform baca online Cabaca supaya gak perlu lagi download pdf novel ilegal. Bisa baca offline juga kok di Cabaca. Tapi yang pasti, kita bisa baca gratis tis! Caranya tinggal buka Cabaca di Jam Baca Nasional pada pukul 21.00 - 22.00 WIB. Setiap hari lho! Makanya, pakai aplikasi Cabaca dan rasakan kemudahan baca novel gratis di HP kamu.