Teaser Novel Evergreen Karya Prisca Primasari di Cabaca

Teaser Novel Evergreen Karya Prisca Primasari di Cabaca – Sejak tadi Rachel hanya memecahkan gelas.

Ditatapnya gelas-gelas itu dengan hampa, sebelum dia lemparkan ke dinding yang berada jauh di depannya.

Dia memejamkan mata saat mendengar suara pecahan yang nyaring. Jika fragmennya tak seperti yang dia harapkan, barangkali terbelah dua dan bukannya menjadi serpihan kecil, dia akan menggerutu tak koheren, lalu memecahkan keping tersebut sekali lagi sampai hancur.

Surat pemecatannya masih tergeletak di meja.

Para direktur dan manajer tanpa perasaan itu berpendapat bahwa Rachel telah melakukan kesalahan besar dan tak punya kesempatan untuk menebus; dan mereka pun akhirnya memutuskan untuk memecatnya.

Mengerikan.

Rachel tidak bisa membayangkan saldo rekening tabungannya tidak lagi bertambah, atau hanya tinggal di apartemen sepanjang hari dan mengisi waktu luangnya dengan memecahkan gelas.

Tadi dia sudah menelepon Okaasan—ibunya—sambil berbaring di lantai, menangis tanpa henti.

“Rachel, kumohon,” kata ibunya putus asa. “Ada apa denganmu? Sudah satu jam kau meneleponku, tapi sejak tadi kau hanya menangis. Kau kira biaya telepon dari Tokyo ke Nara murah?”

“Aku tidak apa-apa,” Rachel berkata dengan suara melengking. “Aku tidak apa-apa, Okaasan. Sudah kubilang, aku tidak apa-apa.”

Dia tidak bisa. Dia tidak bisa memberi tahu ibunya. Entah apa yang akan terjadi dengan harga dirinya jika ibunya tahu Rachel dipecat oleh perusahaan yang dulu dia elu-elukan, yang dia anggap tumpuan terakhir setelah berkali-kali berganti pekerjaan.

Padahal terakhir kali pulang ke Kyoto, Rachel masih bangga memamerkan kartu namanya dan menggoda adiknya yang selalu ingin berada di posisinya. Rachel Yumeko Rivière, Editor, Sekai Publishing.

Sekarang, Rachel berharap kartu nama itu tidak pernah ada.

Dia menghela napas setelah melamun lama, lalu berdiri dan melangkah menuju toilet. Pecahan-pecahan gelas dia biarkan berserakan di lantai; tidak akan ada yang terluka karenanya. Diabaikannya rak tinggi di ruang tengah yang menyimpan ratusan novel misteri dari berbagai era dan edisi. Di Sekai Publishing, Rachel membawahi divisi novel-novel misteri. Sempurna, sesuai keinginannya: posisi mentereng, bidang yang pas. Dan semuanya hancur begitu saja.

Rachel menatap cermin toilet. Penampilannya begitu menyedihkan setelah dirinya menangis dengan berbagai cara, juga mencela semua orang di Sekai Publishing dengan berbagai dialek serta bahasa. Mata bengkaknya mengaburkan iris biru forget-me-not. Rambut cokelat terangnya, yang biasanya lurus dan halus menyentuh punggung itu, kini tampak kusut. Wajahnya, yang selalu membuat orang terpana dengan perpaduan oriental dan Barat, jadi tidak tampak cantik lagi. Dia berharap tak ada yang melihat dia dengan wajah seperti itu.

Di mana lagi aku akan bekerja?

Rachel tak punya keahlian selain di bidang perbukuan, tapi dia tak yakin penerbit lain bersedia menerima karyawan dengan status dipecat. Tabungannya pun lambat laun pasti akan habis, mengingat kehidupan di Tokyo yang tak pernah murah. Di atas semua itu, mustahil dia muncul di Nara sebagai seorang pecundang dan meminta uang pada Okaasan.

Rachel sama sekali tak tahu apa yang akan terjadi pada masa depannya.

Tubuhnya merosot. Dan dia pun menangis sekali lagi.

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel Monster in Law di Cabaca

Rachel merasa hidupnya buntu sampai ia menemukan sebuah kedai es krim cantik bernama Evergreen. Edisi terbaru dari novel best seller karya Prisca Primasari, Evergreen bisa dibaca gratis dan eksklusif hanya dengan install aplikasi Cabaca.

Banyak juga novel Indonesia menarik lainnya yang bisa kamu baca di Cabaca, misalnya karya Achi TM, Honey Dee, Adellelia, Ruwi Meita, dan masih banyak lagi. Udah gitu, kamu juga bisa baca novel gratis dengan install aplikasi Cabaca karena kamu bisa menikmati Jam Baca Nasional, program akses gratis setiap hari mulai pukul 21.00 hingga 22.00 WIB. Cek di Google Play langsung ya.

Baca novel Indonesia di Cabaca