Teaser Novel DinoSaurus di Cabaca.id – Namanya Sally Saurusly. Tahun ini baru menginjak usia delapan tahun. Nama panjang yang aneh, ya? Memang. Perempuan yang suka mengucir rambutnya menjadi dua ini paling sebal kalau ada orang yang memanggilnya dengan nama panjangnya. Kata Mama sih, dia dikasih nama Saurusly karena zodiaknya Taurus. Tapi, entahlah.

Gara-gara nama panjangnya itu, Sally sering diejek oleh teman-teman sekolahnya yang menggabungkan namanya dengan nama anak tetangga yang berbeda satu rumah dengannya, Dino.

DinoSaurus. Dino dan Saurusly.

Dino Nathaniel. Dia adalah tetangga Sally yang hanya terhalang oleh satu rumah. Cowok itu nyebelin banget. Tiap hari datang ke rumah Sally kalau tidak malam banget, ya, pasti pagi banget. Jam delapan teng, dia sudah berada di depan rumah Sally. Sally tidak suka Dino karena Dino SKSD alias sok kenal sok dekat. Dino juga sering menjambak rambut mainan Barbie Sally, dan karena itu juga Sally jadi sering umpetin boneka dinosaurusnya. Jadi, jangan heran kalau Dino sering merasa satu per satu bonekanya mulai berkurang.

Dino itu tidak bisa diam, ada aja yang dimainin. Suka nyanyi padahal suaranya cempreng. Tetapi, ada satu hal yang paling Sally tidak suka dari Dino. Dino sering mengejek Sally cadel.

“Dasar cadel, wleee.” Bocah laki-laki itu meledek anak perempuan yang rambutnya dikucir dua.

Anak perempuan itu pun tidak mau kalah. “Dasal dinosaulus aneh!”

“Rambut kamu mirip buntut kuda.”

“Kamu bisulan, huh.”

“Cengeng.”

“Jelek, dinosaulus jaman pulba.”

Berawal dari Dino yang mengejek Sally dan berakhir dengan saling mengejek, kisah mereka baru benar-benar dimulai saat mereka menginjakkan kaki di SMA. Di saat Sally menjabat sebagai waketos dan Dino si cowok populer yang degil.

Baca Juga: Teaser Novel Touch Me When I Touch You di Cabaca

8 tahun kemudian ….

Gadis yang rambutnya diikat satu itu berjalan menyusuri koridor sekolah yang tidak begitu ramai. Biasanya jam segini, hanya segelintir anak-anak rajin saja yang sudah datang. Kalau bukan karena Mishel, adiknya yang merengek meminta untuk datang ke sekolah pagi-pagi, dia tidak bakal mau datang ke sekolah pukul segini.

“Woi, Cadel!” suara bariton itu terdengar dari arah belakang.

Seolah tidak mendengar, perempuan yang bernama Sally itu tetap berjalan santai. Tidak memedulikan cibiran dan pisuhan yang terdengar dari belakangnya. Ia berdecak saat rambutnya ditarik ke belakang.

“Dih, dipanggilin sengaja nggak nyahut. Sok jual mahal.”

Baru saja Sally menginjakkan kaki di sekolah ini, dia sudah mendapatkan cibiran seperti itu.

“Apaan coba sok jual mahal? Udah ya, mendingan lo diam, deh.” Memutar bola matanya malas, Sally lantas bersedekap.

“Calon waketos kok judes, sih.” Lelaki bernama Dino itu menyenggol bahu Sally dengan sikunya.

“Lo nyadar nggak sih badan lo itu lebih gede dari gue? Lo senggol gue kayak tadi, apa gue nggak terbang kayak angin?”

“Buset dah. Jangan sok lemah nggak berdaya gitu, deh.” Dino mengacak rambut perempuan itu.

“Bodo amat.” Dengan alis bertaut, Sally menepis tangan Dino dan sedikit menjauh. “Eh, tapi nanti jangan lupa vote nomor dua, ya. Gue sama Kak Abram.”

Dino membenarkan letak kacamatanya yang sedikit menurun lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. “Nggak, ah. Seperti yang lo bilang, kita kan bukan teman jadi nggak usah dekat-dekat.”

Sally mendengus seraya menonjok lengan Dino keras-keras. “Sana, jauh-jauh dari gue.” Lalu perempuan itu sengaja mempercepat langkah kakinya. Dino hanya tertawa ringan dan sengaja tidak menyusulnya.

Tanpa keduanya sadari, dari tadi beberapa siswa menatap Dino dan Sally yang sedang adu mulut. Tidak heran semua orang sering melihat mereka seperti itu, sebab walau keduanya bertetangga, mereka tidak pernah jauh dari yang namanya pertengkaran.

“Hai, No.” Baru saja melangkahkan kakinya ke dalam kelas, Dino sudah mendapat sapaan dari Gibran, sahabatnya.

Bukannya menyapa balik, Dino malah menyahut dengan ketus. “Diam lo.” Tasnya yang semula ia gendong di bahu kanannya, kini ia letakkan asal-asalan di atas meja.

“Emangnya gue salah apa, sih? Perasaan kayaknya gue salah terus dan kalian semua yang benar.” Gibran sok dramatis.

“Kemarin bilang mau nongkrong, tapi ujung-ujungnya cuma gue sendiri yang nongol di Warung Emak.” Dino memasang tampang betenya, tangan kirinya terjulur untuk menopang dagu.

“Ya maaf atuh. Kan gue udah jelasin juga kemarin. Sebagai anak yang baik, gue harus turutin permintaan emak gue, dong. Entar kalau dia ke mal sendiri, siapa yang bawain kantong belanjaannya?”

Memang kemarin Gibran tiba-tiba membatalkan ajakan Dino padahal dia sudah telanjur berjanji padanya. Tapi itu karena mamanya meminta dia untuk menemaninya berbelanja untuk acara barbeku yang akan diadakan hari ini.

“Omong-omong, Reza mana, ya? Oh iya, dia kan masih pacaran sama guling di rumah.” Gibran bertanya dan menjawab sendiri. Sahabatnya satu ini memang kelewat cerewet. Entah kesambet apa Dino bisa temenan sama dia.

“Tuh si Reza! Emang dasarnya kebo sih ya, baru datang jam segini.” Dino mulai heboh sendiri sambil menunjuk Reza.

Terlihat seorang lelaki muncul di ambang pintu, rambutnya terlihat acak-acakan dan mulutnya tengah menguap lebar. Tasnya digendong asal-asalan. Kalau dilihat-lihat, mereka bertiga memang cocok. Tidak pernah rapi, apa-apa berantakan.

“Pasti semalam lo begadang nonton bola kan?” Jari telunjuk Gibran teracung ke depan wajah Reza yang membuat lelaki itu mendelik.

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel All The Things You've Sacrified di Cabaca

Sally dan Dino bertetangga sejak kecil. Saat Sally galau dan mencari-cari tambatan hati, entah kenapa ada rasa kosong di hati Dino. Cerita romantis DinoSaurus ini bisa dibaca secara eksklusif via aplikasi Cabaca, gratis di Jam Baca Nasional.

Buat yang suka download pdf novel, yuk stop dulu. Nih ya, sudah ada aplikasi baca novel online Indonesia yang memfasilitasi kita untuk baca novel online gratis. Namanya aplikasi Cabaca. Asal rajin melakukan misi-misi yang ditawarkan atau buka Cabaca pada Jam Baca Nasional (pukul 21.00-22.00 WIB), kita baca novel Indonesia gratis 100%. Gak percaya? Install dulu dong aplikasi Cabaca!