Teaser Novel Conditional Love di Cabaca.id – “Sial. Benar-benar sial hari ini!” Gerutuku seraya menyambar dompet yang tergeletak di sebelah piring.

Aku melirik jam di pergelangan tangan. Pak Aidan hanya memberiku waktu 30 menit untuk makan siang. Dan sekarang sudah pukul 13.20, artinya waktu istirahatku tinggal 10 menit lagi.

Tak kupedulikan perut kembung yang mendadak mendera akibat dari makan terburu-buru dan tak sempat aku kunyah dengan baik. Masih mending atasanku memberi waktu, kalau tidak mungkin aku sudah mati kelaparan di meja. Apalagi sejak bokongku mendarat di kursi kantor, perutku belum tersentuh makanan sama sekali.

Semua gara-gara supplier ini! Entah sudah ke berapa kali aku kerepotan gara-gara Hitech Manufacturing. Biarpun konon pabrik mereka sangat besar, tapi profesionalitasnya nol besar. Ada-ada saja kesalahan mereka. Komponen telat kirim sudah sering terjadi, beberapa kali salah spesifikasi, komponen cacat apalagi, dan kejadian hari ini lebih gila. Komponen mereka tercampur!

Efeknya, tadi pagi aku sudah sarapan dampratan dari Departemen Engineering.

Gimana sih, An. Ini bukan pengiriman komponen pertama mereka. Kok bisa-bisanya tercampur sama komponen yang jelas-jelas over spec 0.2 mili kayak gini? Pokoknya kita minta mereka sortir komponen sekarang juga!” ujar Pak Ezra, Senior Manajer Departemen Engineering, dengan nada kesal.

Ya ampun. Jangan komplain ke aku....

“Elu bisa kerja nggak, sih? Jangan cari supplier abal-abal, dong! Bikin susah aja. Kita sampai stop satu line, sudah tak bisa change produksi lagi!” Gantian Pak Mahendro yang menghubungiku.

“Pak, bukan saya yang menentukan kita harus pakai supplier yang mana. Itu keputusan perusahaan, Pak,” jawabku mencoba melapangkan kesabaran menghadapi semprotan Manajer Departemen Produksi tersebut.

“Elu bisa usul, kan? Hitech itu performance-nya kayak apa? Memang situ mau kerja diomelin orang sana-sini mulu? Nggak mau, kan? Makanya ganti dong!” balas Pak Mahendro kian tajam.

Aku juga enggak mau! Sungutku kesal.

Tetapi, apa dayaku? Aku cuma seorang staf Departemen Procurement. Sekelas Pak Aidan, atasanku, saja tidak berkutik menghadapi supplier ini.

Baca Juga: Teaser Novel Heart from The Past di Cabaca.id

Aku mempercepat ayunan kaki, melintas cepat lobi depan gedung perkantoranku menuju ke area lift. Untuk mempersingkat waktu, siang ini aku terpaksa makan di food court yang ada di basement. Bukan tempat jajan favoritku, karena harganya jauh lebih mahal.

Sialan. Aku jadi harus merogoh kocek lebih dalam lagi.

“Annora?”

Sekilas aku mendengar namaku bergaung di tengah udara di seputarku. Aku menggeleng pelan.

Ah, paling kupingku saja yang salah dengar.

“Annora! Kamu Annora, kan?” Lagi-lagi suara itu. Kali ini terdengar lebih jelas.

Aku membatalkan langkah, lantas memutar tubuh mencari asal suara, dan seketika mengernyitkan dahiku.

My God. Pria ini tidak salah orang, kan?

Seorang pria tengah berdiri dan tersenyum padaku. Penampilannya sangat menarik dengan setelan jas abu-abu yang membalut tubuhnya. Mereka seolah bersinergi memancarkan maskulinitas dari tubuh ramping dan kokoh yang ada di dalamnya.

Wajahnya yang dibingkai oleh rahang tegas dan bibir melengkung senyum sexy seketika mengingatkanku pada wajah-wajah model sampul depan majalah pria dewasa yang sering dibawa Cory, teman kerjaku.

Aku menelan ludah saat ia membawa tubuh tegapnya berjalan penuh percaya diri ke arahku.

“Kamu Annora, kan?” Ia berdiri tepat di depanku. Suaranya berat. Usianya kutaksir hanya beberapa tahun di atasku. Aku memberikan tatapan asing padanya.

Siapa pria ini? Memoriku mencoba menyortir wajah-wajah dari sedikit teman laki-lakiku di masa lalu untuk mendapatkan kemiripan dengan wajah di depanku sekarang. Namun, aku tetap kesulitan menemukan gambaran yang cocok.

Di mana pria ini mengenalku? Aku yakin dia pasti sudah salah orang.

Ehem, maaf. Mungkin Anda salah orang,” jawabku formal. Demi sopan santun, aku mengangguk dan bersiap memutar tumit untuk meninggalkannya.

Rupanya pria ini tidak mau menyerah begitu saja.

“Tidak. Aku tidak salah. Kamu Annora, putri Bapak Parviz. Wajahmu tidak berubah, hanya terlihat lebih matang sekarang.” Ia memiringkan kepala, sudut bibirnya melengkung hangat. “Aku sering datang ke gedung ini, tapi mengapa aku tak pernah melihatmu?”

Aku mengernyit. Oh, dia mengenal almarhum ayah?

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel I Found You di Cabaca.id

Annora mau melaporkan kemungkinan adanya fraud di kantor. Bukannya diajak nikah! Tapi Ethan tidak hanya menawarkannya cinta bersyarat... Suka novel romance Indonesia? Yuk, download aplikasi Cabaca di Play Store. Kamu bisa baca GRATIS novel Conditional Love di Cabaca.

Buat apa cari link download pdf novel yang ilegal? Toh, Apalagi sekarang ada aplikasi Cabaca, siapa pun jadi bisa baca novel Indonesia GRATIS dan legal. Kunjungi tiap Jam Baca Nasional, yakni pukul 21.00-22.00 WIB, bisa baca tanpa Kerang. Namun, di luar jam itu tetap bisa baca novel online gratisan kok. Yang penting kamu rajin lakukan misi kerang. Gak usah ragu, install aplikasi Cabaca sekarang ya!