Teaser Novel Another Affair di Cabaca – “Kak!”

Wanita yang masih betah tergulung dalam selimut itu harus mengumpat puluhan kali karena panggilan itu sangat mengganggunya. Ia hampir-hampir melemparkan benda apa saja ke pintu agar suara itu berhenti, namun ia tahu itu sama saja bunuh diri. Sudah menjadi kebiasaannya setiap pagi mendapatkan alarm gratis yang takkan berhenti sampai ia menunjukkan batang hidungnya. Ia tak tahu bagaimana caranya untuk menghentikan deringannya. Suara memekakkan telinga itu dijaminnya takkan pernah berhenti sampai ibu mereka puas.

Alea. Wanita berusia 27 tahun itu bangkit dengan langkah gontai dari kasurnya. Ia sendiri pun malas melakukan apa pun hari ini. Sekujur tubuhnya terasa nyeri dan ngilu, lantaran semalaman ia harus lembur dan pulang pada jam satu dini hari. Di rumah yang menjadi satu-satunya peninggalan ayahnya, ia hidup bersama ibu dan adik perempuannya, Eelya yang masih berstatus mahasiswi. Mereka hidup secara sederhana dengan mengandalkan warisan mendiang ayah mereka dan juga gaji Alea saat ini.

Bekerja di sebuah perusahaan kenamaan di Jakarta, Natawijaya Corporation selama setahun belakangan membuat Alea dan keluarganya bisa membeli sedikit barang mewah. Tak banyak, hanya sebuah mobil sedan bekas keluaran lama yang menjadi tumpangan setiap harinya bagi Alea ke kantor.

Setelah satu jam merapikan diri, ia mematut dirinya di depan cermin. Kulit putih terang dan juga rambut panjang dengan poni yang menutupi dahinya membuat Alea tampak seperti boneka. Tidak ada alasan bagi Alea untuk memoles dirinya seperti pegawai yang lainnya. Setumpuk pekerjaan sebagai sekretaris telah menyita waktunya. Jangankan untuk memoles dirinya sendiri, menggunakan waktu untuk mencari kekasih saja ia kewalahan.

Alea menghela napas berat saat mengingat hal tersebut. Terakhir ia menjalin hubungan adalah dengan salah seorang pegawai Natawijaya saat awal tahunnya bekerja di sana sebelum diangkat sebagai sekretaris. Entah kemana sekarang mantan kekasihnya tersebut. Mungkin sudah di mutasi, pikirnya.

Dengan helaan napas panjang dan  waktu yang tersisa satu jam sebelum mendaratkan bokongnya di atas kursi kantornya, Alea siap menerima tantangan hari ini. Tidak! Lebih cocok disebut sebagai siksaan. Setumpuk pekerjaan dan juga bos yang berwajah tampan dengan jiwa iblis.

Andra.

Baca Juga: Teaser Novel Stopping on You di Cabaca

Pukul delapan Alea sampai di gedung tempatnya bekerja. Tak banyak kendala berarti selain kemacetan pagi yang diadang oleh lampu lalu lintas. Ia pun segera melesatkan mobilnya di parkiran bawah dan bergegas menuju lift yang berada di basemen. Namun, semangatnya untuk bekerja langsung luruh saat suara berat milik seseorang yang malas ia lihat menggema di telinganya.

“Bagus sekali, Nona Alea. Kau datang hampir bersamaan dengan atasanmu.” Kalimat sindiran itu menjadi satu hal yang menyambut pagi harinya setiap kali ia telat. Jika dihitung mungkin ia baru telat dua kali sepanjang ia bekerja di gedung itu. Pertama saat adiknya masuk ke rumah sakit dan yang kedua hari ini. Dengan alasan yang tak jelas tentunya.

Alea hanya bisa memutar bola matanya dengan malas. Tanpa perlu menoleh dua kali ia pun tahu hanya ada satu orang yang bermulut sinis dengan aroma parfum aftershave yang berkata demikian. Ia pun membalikkan tubuhnya dan membungkuk kepada atasannya itu memberi hormat.

Sejujurnya, Alea bisa saja memberontak. Ini baru pukul delapan, dan jam masuk dimulai pukul setengah sembilan. Bukan dirinya yang sengaja menelatkan diri, tapi pria ini yang terlalu rajin datang sepagi ini.

Di sana, sosok pria dengan pakaian jas formal memperhatikan dengan geli bagaimana sekretarisnya terlihat malas memberikan hormat kepadanya. Tatapan geli pun tak segan ia lemparkan kepada wanita itu. Mungkin jika wanita lain yang menerima perlakuan itu, mereka akan dengan senang hati melemparkan diri ke arah Andra yang tampak sangat menggoda. Tubuhnya yang atletis dan juga matanya yang berwarna cokelat terang itu memiliki daya tarik tersendiri. Apalagi wibawa yang ditunjukkan Andra setiap kali memimpin rapat tak terbantahkan. Bahkan, dari apa yang pernah Alea dengar beberapa pegawai wanita sengaja menampakkan diri mereka lebih sering di hadapan bosnya ini agar Andra menjadikannya wanita simpanan.

Hell!

Alea tak mau melanggar batasan norma itu. Sejak awal menginjakkan kakinya di tempat ini ia sudah bersumpah bahwa dirinya takkan menarik perhatian laki-laki yang sudah menikah. Sudah cukup baginya mengalami patah hati dari para lelaki yang pernah mencampakkannya. Sekarang, ia hanya akan fokus pada pekerjaan dan juga nasib keluarganya. Ada ibu dan adik perempuan yang membutuhkan dirinya.

“Jika tidak mau, jangan membungkukkan tubuhmu. Membuat mataku iritasi.” Ucapan itu bagaikan petir yang siap menyambar ketenangan Alea. Dengan dada membusung, wanita itu mencoba untuk tidak terlihat lengah.

“Tidak. Maafkan saya.” Alea setengah hati mengatakannya. Ia lebih baik bergelung manja di atas tempat tidur daripada harus berhadapan lagi dengan lelaki ini. Alea sudah cukup bahagia beberapa hari kemarin Andra pergi ke Jepang untuk urusan dinas. Hidupnya menjadi lebih ringan dengan setumpuk pekerjaan mengatur jadwal pria itu. Kini melihatnya lagi membuatnya sedikit muak.

“Menyenangkan melihatmu di sini lagi, Nona,” ucap Andra tanpa membalas maaf dari sekretarisnya itu.

Alea tak mau bersusah payah untuk membalasnya. Ia lebih memilih tak menghiraukannya dan masuk ke dalam lift yang tampak kosong. Katakanlah ia begitu kurang ajar pada atasannya, tapi sejak awal di antara mereka tidak pernah tercipta lingkungan formal antara atasan dan sekretarisnya. Andra menolak untuk diperlakukan layaknya bos olehnya, itulah batasan mereka.

Tak lama setelah keduanya masuk ke dalam lift, suara bunyi ponsel memecah keheningan. Suara tersebut tampak berasal dari saku celana milik bosnya itu. Dengan segera Andra mengangkat telpon itu tanpa menghiraukan Alea yang sejak tadi terus memperhatikannya.

“Halo, Sayang. Aku sudah tiba di kantor beberapa menit yang lalu. Iya, akan kumakan bekal darimu.”

Dalam hati Alea merasa sebuah rasa iri menyergapinya. Banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan Andra, pendiri Natawijaya Corporation di usia 32 tahun. Seharusnya pria muda mapan sepertinya bisa menghabiskan waktu di luar sana bergonta-ganti pasangan, pergi ke kelab dan menghambur-hamburkan uang. Namun, Andra yang kini berdiri di sampingnya bukanlah sosok seperti itu. Setelah lima tahun lalu menikahi seorang wanita yang berasal dari keluarga konglomerat, Andra terkenal sebagai pria yang family man. Bukan menjadi rahasia lagi jika pria itu dikenal sebagai suami yang penyayang dan sangat mencintai istrinya.

Alea berharap suatu hari nanti ia juga mendapatkan pasangan hidup yang sama setianya. Tidak perlu kaya, ia merasa masih bisa bekerja untuk keperluannya sendiri. Tapi, mencari pasangan yang mencintai istrinya dengan sungguh-sungguh itu bagaikan mencari jarum di antara tumpukan jerami, atau mencari jerami di antara tumpukkan jarum. Penuh risiko untuk melaluinya.

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel A Letter di Cabaca

Alea sangat anti dengan selingkuh. Suatu hari, ia harus menelan ludahnya sendiri dan terancam jadi pelakor! Novel dewasa yang mungkin kamu suka, Another Affair, gratis di aplikasi Cabaca.

Kamu mungkin gak akan menemukan link download pdf ilegal di Cabaca. Tapi kamu bisa lho baca novel offline di aplikasi Cabaca, terutama saat gak ada kuota. Jika kamu sedang online, kamu bisa juga baca gratis di Jam Baca Nasional. Tiap hari pengguna dapat baca novel online gratis pada pukul 21.00-22.00 WIB. Yuk, cobain baca novel Indonesia di aplikasi Cabaca, download di Play Store.

Baca novel Indonesia di Cabaca