Teaser Novel After Marriage Karya Ami_Shin di Cabaca – "Jadi, gimana rasanya?"

"Apa?"
"Jadi seorang suami."

Leo menatap Abi dengan tatapan jengkel. Sahabatnya itu menyeringai kecil. Seringaian yang membuat Leo ingin sekali melempar kaleng sodanya ke wajah Abi.

"Biasa aja."

"Yakin?"

"Hm. Memangnya lo mau gue jawab apa? Menikah atau nggak, gue udah biasa sama Rere."

Abi mengangguk pelan meski masih mengamati wajah Leo yang saat datang ke rukonya jam sembilan malam seperti saat ini, terlihat keruh. Dia bahkan sejak tadi terus menatap layar ponselnya yang mati.

Dan tidak lama berselang, ponsel itu menyala. Secepat kilat Leo mengangkat panggilan yang masuk meski dengan suara ketusnya yang khas.

"Apa? Nggak, sama Abi. Ya terus?"

Abi mengernyit meski tanpa bertanya pun dia tahu siapa si penepefon itu.

Leo berdecak lalu mendengus kuat. "Kan kamu yang lebih mentingin rapat di luar jam kantor. Jadi kamu mau aku nungguin kamu di rumah kayak orang bego, sedangkan kamu lagi enak-enakan sama cowok lain?"

Sekarang Abi tahu apa masalahnya. Sambil melipat kedua tangannya tanpa mau mengalihkan perhatian dari Leo, lelaki itu menyeringai semakin lebar.

"Justru karena dia duda dan udah hampir kepala empat makanya aku nggak suka. Berapa kali aku bilang sama kamu, aku nggak mau kamu masih kerja di atas jam lima. Masih ngerti bahasa Indonesia kan kamu?

"Re! Kamu nggak setiap hari ada sama aku. Minggu depan juga udah pergi ke—ck! Iya, aku tahu tinggal beberapa bulan. Tapi—apa?! Hei, kenapa jadi kamu yang marah dan ngancem aku?!"

Dahi Leo berkerut kentara selagi mendengar ucapan istrinya. "Malam ini?! Jangan macem-macem kamu!" Leo mengacak kasar rambutnya lalu menyambar kunci mobilnya dari atas meja sebelum berdiri. Saat dia kembali bicara, suaranya terdengar lebih lunak dan lembut dari sebelumnya. "Jangan. Iya .... Oke .... Aku yang salah. Maafin aku. Aku pulang sekarang, kamu jangan ke mana-mana."

Setelah memutuskan panggilan, Leo beranjak pergi.

"Hoi," panggil Abi.

Leo sudah hampir menyentuh kenop pintu, tapi terpaksa berbalik untuk menatap Abi.

"Mau ke mana?"

"Pulang."

"Tumben cepet banget."

Leo menghela napas gusar. "Lo tahu, Bi,  nggak ada yang buat gue lebih stres kecuali semua ancaman bini gue yang selalu mau pergi setiap kali kita berantem. Bahkan semua kasus sialan di meja gue juga nggak."

Abi tertawa pelan. "Ya terus kenapa lo mau menikah?"

Leo mengerjap sekali sebelum menjawab pertanyaan itu dengan santai. "Gue cinta dia. Mau gimana lagi." Setelah mengedikkan kedua bahunya pasrah, kini Leo benar-benar pergi, menyisakan Abi yang terkekeh pelan dan geli.

Abi menggelengkan kepala, mengisap vape di mulutnya dan membuangnya ke udara.

"Dasar bucin tolol," gumamnya geli.

Baca Juga: Teaser Novel Mbak Kunti Mencari SIM di Cabaca

Leo meraih ponselnya begitu Adi keluar dari ruangannya setelah menyerahkan sebuah laporan. Sudah pukul setengah dua belas siang, tapi Rere masih belum menelepon ataupun mengiriminya pesan. Biasanya istrinya itu memberi kabar kalau dia akan segera datang membawakan makan siang.

Namun, sudah dua kali melakukan panggilan, Rere masih belum juga menjawabnya. Leo berdecak kesal. Satu hal baru yang akhir-akhir ini sering Rere lakukan dan itu membuat Leo tidak suka adalah terlalu lama mengangkat telepon darinya.

Dan seperti biasa, jika Rere tidak bisa dihubungi maka Leo mencari bantuan pada Gisa.

[Apa?]

Pertanyaan bernada ketus itulah yang pertama kali Leo dengar setelah Gisa menjawab panggilannya. Sudah biasa, Leo tidak perlu merasa terganggu. Toh yang membayar jasa Gisa bukan dirinya, melainkan papa mertuanya. Kalau Adrian memberinya wewenang membayar jasa Gisa untuk menjaga Rere, sudah Leo pastikan gadis itu akan dia tendang kembali ke kampung halamannya.

Hanya Gisa yang berani bersikap sewenang-wenang pada suami bosnya sendiri.

Cih.

“Rere di mana?”

[Ada.]

Leo menahan decakannya. “Di mana?”

[Memang lo nggak bisa, ya, telfon istri lo sendiri dan nanya sendiri sama dia? Kenapa sih akhir-akhir ini lo ribet banget, Manusia Kaku? Dikit-dikit nanya Rere di mana, ngapain, lagi sama siapa. Dulu aja lo sok nggak peduli. Eh, tapi, lo sekarang ini memang benar-benar berubah atau cuma akting sih, Manusia Kaku? Kalau cuma akting, kok totalitas—]

Leo memutuskan panggilan. Gisa sialan! Semakin hari sulit sekali mengajak gadis itu bekerja sama. Menahan erangan kesalnya, Leo memutuskan melacak di mana keberadaan Rere melalui ponselnya.

Sebuah restoran di sebuah hotel.

Satu alis Leo terangkat. Istrinya sedang makan siang di sebuah hotel? Tentu saja, insting sialan Leo yang semakin aneh segera bekerja. Untuk itu, dia lekas memakai jasnya dan memelesat keluar dari kantornya.

Selagi mengendarai mobil, Leo kerap kali mengamati ponselnya. Memastikan Rere tidak meninggalkan restoran itu agar Leo tidak perlu lagi membuang waktu mencarinya.

Lalu, begitu Leo sampai di sana, matanya bekerja cepat mencari di mana keberadaan istrinya.

Ketemu.

Di salah satu meja, Rere duduk berdua, berhadapan dengan seorang lelaki. Keduanya tampak santai berbincang sambil menikmati makanan mereka masing-masing. Kedua mata Leo menyipit detik itu juga, mengamati siapa sosok yang sedang berbincang bersama istrinya.

Laki-laki itu tampak seumuran dengannya, berperawakan lumayan dengan wajah lebih tegas dibandingkan dirinya. Kemudian Leo berpindah mengamati Rere, istrinya itu menyimpan sejumput rambut ke balik telinga ketika dia tersenyum.

Sebuah senyuman manis khas milik Rere.

Dan sialnya sangat tidak ingin Leo bagi dengan siapa pun.

Sayangnya, Leo bukanlah tipe lelaki yang terlampau reaktif. Mungkin, kebanyakan suami akan langsung mendatangi istri mereka ketika menemukan sang istri sedang berduaan bersama lelaki lain. Mungkin juga mereka akan menyeret pergelangan tangan istrinya, atau memukul wajah lelaki itu, atau yang lebih drama lagi membuat pertengkaran di muka umum.

Sebagai aparat penegak hukum, yang juga tidak menyukai drama murahan di kehidupannya, Leo menepis semua itu meskipun dia ingin. Maka, yang dia lakukan adalah kembali menghubungi istrinya, kembali mengamati apa yang dilakukan Rere di sana.

Rere tampak mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya, namun hanya meliriknya sekilas dan kembali menyimpan benda pipih itu di dalam tas. Leo tertawa sinis, rahangnya mengetat, wajahnya memerah kesal.

Luar biasa sekali Rechelle Kanaya Barata ini.

Sepertinya Leo memang harus melakukan sebuah drama murahan untuk kali ini.

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel How to Heal A Heart and Break It Again di Cabaca

Kata orang-orang, pernikahan dapat mengubah seseorang. Tapi benarkah Leo berubah? Ataukah Rere yang belum mengenalnya? Novel romance dewasa Indonesia, After Marriage hadir di Cabaca dan bisa dibaca GRATIS. Download aplikasi Cabaca hanya di Play Store.

Masih suka cari link download novel pdf? Buat apa sih kalau sekarang bisa baca novel online gratis di Cabaca.id. Aplikasi Cabaca adalah aplikasi baca novel buatan Indonesia. Di sini kita dikasih fasilitas Jam Baca Nasional untuk baca novel gratis favorit kita tiap hari dari pukul 21.00 hingga 22.00 WIB. Masih bisa baca gratis kok di luar jam itu, misalnya dengan melakukan misi kerang. Cobain deh yuk, install aplikasi Cabaca di smartphone kamu!