Teaser Novel A Taste of Delight di Cabaca – Setelah berlari sebanyak lima putaran, Veny merasa lelah dan beristirahat di salah satu bangku yang ada di dekatnya. Pagi ini, Veny melakukan lari pagi di area taman yang masih berada di kompleks perumahannya. Area ini memang sering digunakan warga sekitar untuk bermain atau berolahraga. Area ini merupakan salah satu fasilitas umum yang sangat disukai oleh Veny. Terdapat dua lapangan, jogging track serta area bermain untuk anak seperti ayunan, jungkat-jungkit, dan lainnya. Tak jauh dari lapangan, terdapat beberapa warung tenda yang jika pagi hari mereka menjual bubur ayam, nasi pecel, dan makanan-makanan yang biasa ditemui ketika pagi hari.

Veny meluruskan kakinya sembari matanya menelusuri sekitarnya. Banyak sekali orang yang melakukan lari pagi seperti dirinya. Banyak juga pasangan muda yang bercengkrama sambil bersepeda atau mendorong stroller anaknya. Terlihat anak-anak kecil berlarian kesana kemari sambil memegang balon.

Setelah dirasa capeknya berangsur menghilang, Veny melangkah menuju warung tenda yang menjual bubur ayam.

"Bang, bubur ayam satu," ucap Veny ketika mendekati si penjual bubur ayam. "Jangan pakai kacang ya, terus minumnya teh anget aja," tambahnya.

"Siap, Neng." Penjual itu mengacungkan ibu jarinya mengartikan ia telah mendengar pesanan dari Veny.

Setelah memesan, Veny segera mancari tempat duduk. Bubur ayam ini memang terkenal enak di kalangan warga sekitar. Bubur ayam ini menjadi salah satu pilihan Veny dan keluarganya ketika tidak memasak makanan di pagi hari.

"Mari, Neng, dimakan." Bang Irul, penjual bubur ayam tersebut meletakkan semangkuk penuh bubur ayam dan satu gelas teh hangat di hadapan Veny.

"Makasih ya, Bang," ujar Veny.

Veny mulai menikmati bubur ayamnya. Menurutnya, cara menikmati bubur ayam adalah dengan tidak mengaduk bubur tersebut. Selain menambah nilai estetika, bubur tersebut tidak tampak menjijikkan. Namun, cara makan setiap orang boleh berbeda, bagaimana pun cara mereka menyantap makanan, yang terpenting adalah cita rasa dari makanan itu sendiri.

Baca Juga: Teaser Novel Dunia Kiana Karya AdDina Khalim di Cabaca

Langkah Veny memelan ketika ia sudah tak jauh dari rumahnya. Ia terlihat heran di sekitar rumahnya sangatlah ramai dengan warga. Tadi setelah menghabiskan satu mangkuk bubur ayam, Veny memutuskan untuk segera pulang. Ia harus bersyukur, tempat ia berlari pagi tidak jauh dari cluster-nya. Sehingga ia tak perlu berjalan jauh untuk sampai rumahnya.

Perumahan ini merupakan perumahan besar yang terdapat beberapa cluster di dalamnya. Dalam satu cluster, terdapat beberapa rukun tetangga yang menaunginya. Veny merasa beruntung karena di lingkungan tempat tinggalnya merupakan lingkungan yang aman dan nyaman. Tetangga di sekitar Veny pun sangatlah ramah. Walau ada satu atau dua tetangga yang sangat individualis, hal itu tidak membuat Veny merasa terganggu.

Kembali pada saat ini, setelah ditelisik lebih jauh, keramaian ini disebabkan sebuah truk besar yang berhenti di depan rumah tepat di samping kanan rumah Veny. Rumah yang dalam satu bulan terakhir ini tampak ramai dikarenakan banyaknya tukang yang keluar masuk di rumah tersebut. Rumah yang dulunya terlihat kotor dan tidak terawat, akhirnya kini menjadi rumah yang enak untuk dipandang.

Rumah di samping kanan rumah Veny telah kosong kurang lebih lima tahun. Pemilik terdahulunya, Bu Natasha dan Pak Fajar memutuskan untuk pindah ke Jepara dan memilih menjual rumah tersebut. Harga jual rumah di perumahan ini memang sangatlah tinggi. Terlebih harga pada cluster tempat Veny tinggal. Walau merupakan tempat tinggal yang bisa dibilang elite, tapi tetangga di sini sangatlah peduli satu dengan yang lainnya.

"Tante, siapa yang pindah ke rumah itu?" tanya Veny pada sekumpulan ibu-ibu yang sedang memperhatikan orang-orang memindahkan barang.

"Itu lho Ven, ada cowok yang pindah di sebelah rumahmu." Bu Mirna, salah satu tetangganya terlihat antusias ketika menjawab pertanyaannya.

...

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel Correct Me If I'm Wrong di Cabaca

Sebagai food blogger, Veny tahu ada beberapa rasa yang agak aneh menyatu. Tapi bukannya rasa gak bisa bohong? Cicipi baca novel A Taste of Delight, eksklusif dan gratis hanya di aplikasi Cabaca.

Yang suka cari link buat download pdf buku, udah tahu ada aplikasi baca novel bernama Cabaca? Kalau belum, buruan buka deh! Cobain aja baca novel online gratis pada pukul 21.00-22.00 WIB setiap harinya. Bisa download buku juga kok, jadi bisa dibaca kemudian pas gak ada internet. Install aplikasi Cabaca sekarang yuk!