Premis Itu Apa Sih? (Rangkuman Event Pojok Editor #1) – Apa sih premis itu? Apa bedanya dengan ide? Mungkin sebagian orang masih ada yang bingung dengan kedua hal itu. Tak jarang bahkan beberapa penulis pun juga keliru dalam mengartikannya. Atas dasar inilah, diselenggarakanlah sebuah event talkshow bertajuk "Mengeksplorasi Ide dan Bikin Premis yang Menjual'" bersama editor Cabaca.id pada Sabtu, 17 Oktober 2020 lalu, yang termasuk dalam rangkaian Festival Cabaca 2020.

Dimentori oleh Citra Ayuning Tyas (editor Cabaca.id) dalam kesempatan ini, Cabaca memberikan edukasi terkait bagaimana cara mengolah ide agar menarik dan memahami premis secara lebih mendalam.

Pojok Editor #1 Bersama Citra Ayuning Tyas

Tentang Ide Baru

“Ide bisa diartikan juga sebagai sebuah gagasan yang terancang dari dalam pikiran,” ucap Mbak Citra. Kita tahu sendiri bahwa dalam membuat cerita, tentunya ide adalah hal yang paling krusial. Dari sebuah ide, bisa dihasilkan cerita yang menarik dan cerita yang menarik juga pasti ditunjang dari pengolahan kata serta premis yang tepat.

Lantas muncul pertanyaan, dalam pembuatan cerita, apakah ide harus benar-benar baru dan anti-mainstream? Menanggapi hal ini, Citra menjelaskan, ”Bisa saja tidak, kenapa? Karena tidak ada ide yang benar-benar baru di dunia ini. Biasanya ide baru itu sudah pernah diolah oleh penulis sebelumnya, kemudian dibuat lagi dengan alur dan narasi yang beda." Misalnya saja, film Meteor Garden, kita bisa dengan mudah menemui elemen yang sama dengan film sebelumnya, atau cerita lain yang sama-sama Cinderella story. Tapi kita bisa membuat pembedanya, mulai dari karakternya sampai ke resolusinya.

Sejatinya, ide yang kita pikirkan pasti sudah pernah dipikirkan oleh orang lain juga. Biasanya dalam hal ini tergantung dari bagaimana cara kita mengeksekusi karya agar tak mirip dengan punya orang lain, misalnya dengan menambah elemen tertentu dalam naskah. Dengan begitu, pembaca sadar bahwa cerita kita punya ciri khas tersendiri dan tentunya unik.

Arti dan Fungsi Premis

Menurut Wikipedia, premis adalah konsep dasar yang mendukung plot. Biasanya premis hanya terdiri dari satu kalimat atau tidak lebih dari 25 kata, yang di dalamnya telah memuat karakter, konflik, dan juga resolusi.

“Premis itu bisa dikatakan konsep cerita. Sejauh ini premis adalah hal yang sangat penting dalam pengembangan naskah atau bisa diartikan juga sebagai benang merah untuk pembuatan cerita,” lanjut Citra dalam penjelasannya.

Gambaran premis yang menarik tak ubahnya cerminan cerita kita sendiri sebab premis adalah sesuatu yang sering digunakan untuk menggambarkan isi naskah. Pada kasus tertentu jika kita ingin mengajukan naskah ke penerbit, hal pertama yang ditanya adalah: “Ini ceritanya soal apa?” Nah, jika sudah ditanya seperti ini, kita tidak harus menjawabnya dengan penjabaran dari opening cerita hingga ke ending. Hal tersebut akan membuang-buang waktu dan penerbit kemungkinan malah jadi tidak tertarik. Premis singkat yang telah kita buat akan sangat membantu menjawab pertanyaan tersebut. Penerbit pun bisa mengetahui inti cerita dan mempersingkat waktu review.

Selain kepentingannya dengan pihak lain, premis juga berperan besar untuk kelanjutan naskah kita ke depannya. Dari premis, kita bisa tahu gambaran konflik utamanya sehingga pengembangan plot jadi lebih terarah. Kita juga jadi bisa membayangkan bagaimana cerita diakhiri. Premis juga bisa menjadi pedoman saat writer's block atau berada dalam keadaan "sudah memikirkan cerita tapi lupa dan bingung untuk melanjutkannya".

Peserta event berkesempatan diskusi langsung dengan editor dan mendapatkan materi lengkap.

Seperti apa sih premis yang menjual?

Lantas, seperti apa sih premis yang 'menjual' dan di idam-idamkan oleh penerbit? Meminjam opini dari penjelasan Citra kemarin, premis yang menjual sejatinya memiliki lima unsur penting di dalamnya, yakni idenya yang menarik, konflik utama kuat, karakter yang memorable, potensi pengembangan plot, dan terakhir resolusi yang logis.

Seperti apa contoh premis yang dimaksud? Salah satu peserta event kemarin, Rin, mengajukan premis miliknya untuk dibedah oleh Citra. Premisnya berbunyi: “Rendra terpaksa menerima permintaan istrinya untuk menikah lagi tanpa diketahui keluarga besar mereka demi memiliki keturunan sampai akhirnya Rendra lebih mencintai dan memilih bersama istri keduanya.”

Dari premis tersebut, Citra selaku pemateri memberikan respons, “Kalau menurut aku sih, karakternya sudah ada. 'Menikah lagi' itu sudah ada konflik, karena ini kan sudah punya istri, jadi ada pertentangan antara si istri sama si calon istri keduanya ini. Sebenarnya ini sudah cukup dijadiin konflik, terus sampai di Rendra lebih mencintai dan memilih bersama istri keduanya.’ Ini juga sudah ada ending-nya, sudah kelihatan, dan sudah cukup bagus untuk dijadikan premis.”

Baca Juga: AKATARA Pitching Forum dalam LitBeat Festival 2019: Siap Antarkan 30 Judul Karya!

Nah, bagaimana teman-teman? Sudah tahu kan bagaimana mengolah ide dan membuat premis yang menarik yang bikin penerbit kesengsem? Kalau masih ingin ikut rangkaian acara pojok editor lainnya, daftarkan diri kalian di: bit.ly/PojokEditorFestivalCabaca2020.

View this post on Instagram

Premis itu apa sih? Kudu banget ya bikin sinopsis dan outline? Emang jadi penilaian gitu? Bukannya kalau nulis novel, yang bener, show don't tell? Semua pertanyaan tadi bakal dijawab pada event ini! Wajib ikutan kalau mau jadi penulis novel ngetop, apalagi jadi penulis resmi di Cabaca 🙂 Pojok Editor #1 "Mengeksplorasi Ide dan Bikin Premis yang ‘Menjual’" Sabtu, 17 Oktober 2020 15.00 - 17.00 WIB Pojok Editor #2 "Sinopsis dan Outline yang Bikin Editor Jatuh Cinta" Sabtu, 24 Oktober 2020 10.00 - 12.00 WIB Pojok Editor #3 "Mana Lebih Penting: Show atau Tell?" Sabtu, 31 Oktober 2020 10.00 - 12.00 WIB Online via ZOOM HTM: each talkshow @ Rp25.000 Fasilitas: e-sertifikat, soft file materi, dan Kerang Cabaca senilai Rp10.000 (bisa buat baca novel yang mana aja!) Atau ikuti semua kelasnya dengan harga khusus! Cuma Rp50.000 langsung join semua kelas!!! Plus dapat e-sertifikat, soft file materi, dan Kerang Cabaca senilai Rp25.000 Yuk, daftar ke: http://bit.ly/PojokEditorFestivalCabaca2020 Cabaca.id adalah platform baca dan penerbitan digital di Indonesia. Saat ini telah menghadirkan lebih dari 300 judul novel yang terkurasi dan berkualitas premium. Aplikasinya telah digunakan oleh lebih dari 50.000 pengguna. Download aplikasinya di Play Store sekarang! . . . #event #eventjogja #jogja #yogyakarta #infojogja #jogjapunyaacara #workshop #workshopmenulisnovel #workshopjogja #kelasmenulis #kelasmenulisjogja #kelasmenulisnovel #kelasmenulisfiksi #eventliterasi #eventliterasijogja #jogjaevent #eventdigital #eventbuku #tentangbuku #tentangliterasi #talkshowcabaca #eventCabaca #BacaAjaDulu #HidupkanCeritamu #cabacaapp

A post shared by Akun Resmi Cabaca.id (@cabacaapp) on

Selain itu, jangan lupa kalau kalian tertarik untuk menerbitkan naskah, kalian bisa kirim cerita terbaik kalian ke Cabaca.id. [Yunita Awat]

Pakai aplikasi Cabaca dan unduh di Play Store supaya bisa baca novel dari penulis Indonesia favoritmu!

Mau menulis dan dibayar? Yuk, daftarkan karyamu. Eits, bikin akun dulu ya!