10 Buku Karya Pramoedya Ananta Toer yang Wajib Kamu Baca

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Buku Karya Pramoedya Ananta Toer yang Wajib Kamu Baca - Itu adalah salah satu kutipan dari Pak Pram tentang menulis. Menjadi penulis memang bekerja dalam keabadian. Seperti yang dikatakan oleh Pak Pram, menulis memang bekerja keras sekali. Namun, kalau kita sudah benar-benar cinta mau bagaimana, ya? Rasanya kalau tidak menulis kehidupan menjadi begitu membosankan.

Pramoedya Ananta Toer merupakan penulis senior kelahiran 40-an. Bukunya tergolong sastra dan bertema kearifan lokal. Dia dikenal karena karyanya yang jujur serta sesuai di zaman tersebut. Kalau kamu ingin bergelut dalam kepenulisan, kamu wajib membaca buku Pak Pram.

Buku Karya Pramoedya Ananta Toer yang Wajib Kamu Baca

Berikut ini merupakan buku karya Pramoedya Ananta Toer yang bisa kamu baca:

1.     Bumi Manusia

Sumber: Gramedia.com

Ini merupakan buku fenomenal yang di dalamnya dapat kamu pelajari banyak hal. Bumi Manusia juga pernah diangkat ke layar lebar dengan menghadirkan bintang-bintang ternama, seperti Iqbaal Ramadhan, Mawar de Jongh, dan lain-lain.

Bumi Manusia menjadi salah satu buku Pramoedya Ananta Toer yang dilarang saat itu karena mengandung ajaran Marxisme dan Lenimisme. Pada masa pemerintahan Orde Baru, Bumi Manusia menjadi ancaman. Namun, pada akhirnya Bumi Manusia menjadi cikal bakal berdirinya Republik Indonesia pada awal abad ke-20. Dampak dari sebuah buku memang sedasyat itu.

2.     Anak Semua Bangsa

Sumber: bukukita.com

Buku ini ditulis Pak Pram saat berada di masa pengasingan di Pulau Buru. Anak Semua Bangsa menceritakan tentang Minke yang harus membayar konsekuensi atas pilihannya menjadi manusia merdeka. Dia melakukan segala sesuatu sesuai kehendak, tapi harus mengenyam pendidikan khas Eropa dan otomatis Minke tidak bisa menjadi penerus ayahnya dalam pekerjaan.

3.     Mangir

Sumber: goodreads.com

Mangir merupakan novel yang menceritakan situasi dengan latar setelah kerajaan Majapahit runtuh di tahun 1527. Inti ceritanya adalah seorang raja Pradikan bernama Wanabaya yang jatuh cinta kepada penari cantik, Adisaroh.

Namun, hubungan ini ditentang oleh para patih di kerajaan Mangir. Para patih menganggap seorang raja tidaklah boleh jatuh cinta kepada penari rakyat yang tugasnya menghibur para lelaki. Jatuh cinta memang kadang tidak memandang kasta, ya.

4.     Jejak Langkah

Sumber: gerakbudaya.com

Jejak Langkah masih mengisahkan tentang kehidupan Minke yang menjalani pendidikan dokter di sekolah Pribumi STOVIA (School tot Opleiding van Inladsche Artsen). Dalam buku ini, Minke bergelut dengan diri sendiri untuk mewujudkan keinginannya yang ingin bebas seutuhnya dari segala ikatan darah, adat bahkan bumi.

5.     Arok Dedes

Sumber: goodreads.com

Daftar karya Pram selanjutnya yang berlatarkan sejarah adalah Arok Dedes. Ken Arok merupakan pendiri Kerajaan Singasari yang berkuasa di wilayah Tumapel. Sedangkan Ken Dedes adalah permaisuri dari Ken Arok yang didapatkan dengan membunuh raja sebelumnya.

Buku ini akan mengisahkan tentang kudeta dan segala kondisi sosial politik pada masa itu. Uniknya dari buku ini, Pram menjabarkan Arok sebagai pemimpin rakyat yang ingin mengalahkan penindasan pada pemerintahan saat itu.

6.     Bukan Pasar Malam

Sumber: goodreads.com

Novel ini bernuansa religius, mistik dan mengandung pergulatan eksistensial diri manusia. Dikisahkan bahwa tokoh utama telah memperjuangkan kemerdekaan, tapi dia justru kecewa karena pengorbanannya tidak  seperti yang dia harapkan. Hidup memang kadang terdiri dari keinginan yang tidak terwujud.

7.     Perburuan

Sumber: goodreads.com

Pada masa pendudukan Jepang, Hardo harus dikejar karena menjadi pemberontak. Cacat fisik di tangan kanannya tidak menyusutkan keinginan Hardo akan kemerdekaan. Akankah Hardo dapat selamat dari kejaran penjajah? Apa pun akan Hardo lakukan supaya tidak tertangkap.

8.     Keluarga Gerilya

Sumber: goodreads.com

Masih seputar mengenai revolusi, Pram menuliskan kisah Keluarga Gerilya. Suatu hari, Wahab dihukum mati oleh Belanda. Sekuat tenaga dia tidak membocorkan rahasia kawannya. Uniknya dari novel ini yaitu mempunyai latar waktu hanya tiga hari tiga malam saja.

9.     Cerita Calon Arang

Sumber: goodreads.com

Ada seorang janda jahat bernama Calon Arang. Dia tinggal di Dusun Girah, di negara Daha. Profesinya adalah tukang teluh. Dia mempunyai anak cantik bernama Ratna Manggali.

Namun, karena profesi ibunya, tidak ada siapa pun yang berani mendekati anak gadisnya. Cerita pun semakin berkembang. Calon Arang menjadi semakin ganas. Siapakah yang akan menjadi korbannya?

10.   Midah Simanis Bergigi Emas

Sumber: goodreads.com

Midah adalah anak gadis manis dari Haji Abdul pedagang dari kampung Cibatok. Midah sangat dimanja dan dikasihi oleh orang tuanya. Tapi, begitu adiknya lahir, kasih sayang itu mulai berkurang. Midah pun mencari kebahagiaan sendiri di luar rumah. Midah kini menjadi seorang musisi.

Baca juga: 5 Novel dengan Latar Pergerakan Mahasiswa yang Wajib Dibaca!

Selain novel, Pram juga senang menuliskan kumpulan cerpen dan non fiksi. Daftar di atas merupakan sedikit dari karyanya yang wajib kamu baca.

Dahulu menerbitkan novel sangatlah susah. Jumlah penerbitan pun bisa dihitung dengan jemari. Sekarang, dengan perkembangan zaman, menulis novel mudah sekali. Kamu bisa menjadi penulis Cabaca, yakni platform baca tulis Indonesia yang mana seluruh karya premiumnya harus melalui tahap seleksi.

Bersama Cabaca, mari kita membuat keragaman bahan bacaan novel. Bersama Cabaca, kamu boleh menulis seperti yang kamu mau.