15 Penyebab Naskah Ditolak Penerbit - Saat sudah menunggu berbulan-bulan, namun naskah masih  ditolak penerbit, bagaimana rasanya? Tentu sangat mengecewakan, bukan? Tentunya kamu tidak boleh menyerah!

Coba saja evaluasi secara objektif, mengapa naskahmu sampai di tolak penerbit. Dengan begitu, sebelum mengirimkan naskah lain, kamu bisa memperbaiki kualitas tulisanmu terlebih dahulu.

Katadata.co.id

Apa Sebab Naskah Ditolak Penerbit?

Berikut merupakan penyebab naskah ditolak penerbit yang harus kamu tahu:

1.      Tidak Sesuai dengan Karakter Penerbit

Penerbit islami terus kamu kirimkan naskah 18++ lengkap dengan segala detailnya, ya, tentu saja naskahmu akan otomatis ditolak. Mau sebagus apa pun naskahnya, kalau tidak sesuai dengan karakter penerbit, otomatis akan ditolak.

Oleh karena itu, pastikan kamu mengirimkan naskah kepada penerbit yang memang sesuai dengan niche pasar kamu ya!

2.      Bukan Selera Pasar

Terkadang ada tulisan yang sangat bagus. Tapi, harus penerbit tolak karena bukan selera pasar atau memiliki tema yang tidak digemari. Banyak sekali genre yang belum terlalu diminati di Indonesia.  

Oleh karena itu, jika memang naskahmu masih sepi peminat, coba cari alternatif penerbitan lain atau self published.

3.      Tidak Punya Follower

Dari banyaknya alasan penolakan, inilah alasan yang paling meneydihkan. Bagaimanapun juga, penerbit adalah industri bisnis. Mereka akan lebih condong kepada penulis yang punya banyak follower, daripada yang tidak.

Meski begitu, kamu tidak perlu berkecil hati! Banyak kok  penulis yang mengawali kariernya dari follower yang sangat kecil bahkan nol!

Baca Juga: 10 Tips Menulis Keren Ala Raditya Dika, Langsung Best Seller

4.      Mirip dengan Novel yang Pernah Terbit

Novelmu bisa jadi ditolak penerbit karena punya tema yang sama dengan terbitan mereka. Perlu kamu ingat, bahwa tidak ada penerbit yang mau menerbitkan tema serupa kecuali penulisnya punya poin plus, semisal follower yang sudah besar.

Oleh karena itu, coba riset dulu cerita atau naskah kamu ya! Jangan sampai ada kemiripan dengan novel  lain, apalagi malah menjadi naskah yang mainstream.

5.      Kurang Menarik dari Teknik Bercerita

Menulis bisa diibaratkan dengan menyanyi. Mau lagunya sebagus apapun, tapi jika cara menyanyikannya jelek, tentu lagunya juga akan terdengar  jelek.

Mau sebagus apa pun ide ceritanya kalau teknik menulismu jelek, maka naskahmu juga akan ditolak penerbit. Oleh karena itu, rajinlah berlatih agar teknik menulismu semakin berkembang.

6.      Ide Cerita Tidak Menarik

Nah, ini kebalikannya nomor lima. Beberapa penerbit biasanya mau menolerir ide cerita asalkan penulis punya gaya bahasa asyik, tetapi beberapa lainnya tidak menginginkan hal tersebut. Selain teknik menulis bagus, mereka juga perlu ide cerita menarik.

Oleh karena itu, agar naskahmu memiliki peluang lolos yang besar, pastikan kamu memiliki ide cerita yang menarik dan teknik menulis yang bagus!

7.      Belum Sesuai Standar Penerbitan

Standar di sini bisa terdiri dari batas halaman. Umumnya untuk sebuah novel, penerbit mayor menyukai cerita yang panjangnya 100-200 halaman A4, sedangkan untuk platform, biasanya sebebas penulis.

8.      Naskahmu Tidak Datang Tepat Waktu

Ketika penerbit memerlukan naskah A di waktu B, tapi kamu menulis tema A di waktu C, ya tentu saja kebanyakan naskahmu akan ditolak. Untuk menyiasatinya, kamu endapkan saja naskahnya. Jadi sewaktu-waktu ada yang perlu dengan naskah tersebut, bisa kamu ajukan.

9.      Naskahmu Masih Terlalu Mentah

Biasanya permasalahan ini terjadi kepada penulis pemula. Karena belum mengetahui cara main penerbitan dan bagaimana cara menulis naskah dengan baik, kebanyakan naskah akan ditolak. Kamu bisa bergabung bersama komunitas penulis untuk mengetahui tips lolos penerbitan.

Tidak apa-apa. Kalau menjadi penulis adalah mimpimu, kamu harus mengusahakannya. Tetaplah belajar dan rendah hati.

10.  Tidak Mendengarkan Perkataan Editor

Ada kasus naskah yang awalnya sudah diterima, tapi karena penulisnya merasa sombong dan tidak bertutur kata yang baik, naskah tersebut akhirnya dibatalkan penerbitannya.

Semisal ada yang kurang sesuai, alangkah lebih baiknya dibicarakan baik-baik. Kamu bisa terbuka dengan editor yah!

Baca Juga: 5 Buku Tentang Tips Menulis yang Wajib Dibaca

11.  Banyaknya Plot Hole

Satu atau dua plot hole, mungkin bisa diperbaiki. Tapi kalau sudah banyak, kebanyakan naskahmu akan ditolak. Maka dari itu, kamu harus memeriksa kembali logika cerita, ya.

Jangan sampai naskahmu malah membingungkan saat dibaca! Kenikmatan pembaca saat memahami cerita juga harus kamu perhatikan ya!

12.  Karakter yang Tidak Kuat

Karakter yang begitu-begitu saja dan tidak ada spesialnya, pasti akan membosankan. Karakter yang tidak kuat merupakan hal yang tidak sukai penerbit. Oleh karena itu, kamu perlu membangun karakter  unik dalam ceritamu.

Jangan membuat cerita-cerita yang biasa saja atau mainstream ya! Dengan begitu, naskahmu makin berpeluang untuk diterima penerbit.

13.  Keliru Soal Menulis Sinopsis

Dalam pelampiran naskah, biasanya membutuhkan sinopsis. Namun, kamu malah menulis blurb. Kebanyakan penerbit akan berpikir ulang untuk menerbitkan naskahmu.

Perlu diingat bahwa naskah yang masuk ke meja redaksi itu banyak sekali, bukan punya kamu saja. Oleh karena itu, pastikan untuk membuat sinopsis dengan benar ya!

14.  Mengandung SARA

SARA merupakan hal yang kebanyakan dihindari penerbit. Kamu harus hati-hati dalam menyangkut SARA, ya. SARA memiliki resiko besar dalam kepenulisan. Maka tak heran jika penerbit benar benar menghindari naskah yang membahas atau menyinggung soal SARA.

15.  Kepentingan Politik

Kebanyakan penerbit tidak mau menyangkut dengan politik. Jadi kalau kamu menulis novel berdasarkan kepentingan politik apalagi sampai menyebut-nyebut tokoh, lebih baik pikir ulang. Tema serupa kebanyakan akan disingkarkan alias ditolak.

Baca Juga: 17 Tips Menulis Kreatif, Dijamin Ampuh Menarik Pembaca!

Itulah 15 penyebab naskahmu ditolak. Beberapa tips menghadapi penolakan penerbit yang bisa kamu lakukan, salah satunya adalah dengan menganalisis kemauan penerbit maupun koleksi buku mereka. Setelah itu, tingkatkan teknik kepenulisanmu.

Kamu juga bisa mulai menulis di aplikasi Cabaca. Caranya gampang banget! Cukup masuk ke web atau aplikasi Cabaca pakai akun kamu, lalu cari tanda plus (+) dibagian bawah beranda. Udah deh, kamu bisa mulai nulis. Gampang banget kan. Coba aja buka website Cabaca di sini. [Lisma]

Baca novel Indonesia di Cabaca