12 Tips Menulis Ala Fiersa Besari, Penulis Harus Tahu!

Tips Menulis Ala Fiersa Besari- Apakah kamu pernah mendengar nama Fiersa Besari? Siapakah sosok Fiersa Besari itu? Dia adalah YouTuber, Musisi dan juga penulis. Dia juga salah satu pendiri Komunitas Pecandu Buku.

Sebagai penulis, Fiersa Besari kadang tidak terpaut pada selera pasar. Dia mempunyai cara sendiri dalam berkarya, karena hal tersebutlah karya-karya Fiersa Besari menjadi inspirasi maupun terasa segar di kalangan pembaca.

Karya Fiersa Besari dalam kepenulisan umumnya berbentuk novel. Sampai sekarang, dia sudah mempunyai enam judul novel yang terdiri dari Garis Waktu (2016), Konspirasi Alam Semesta (2017), Catatan Juang (2017), Arah Langkah (2018), 11.11 (2018), dan Tapak Jejak (2019).

Tips Menulis Ala Fiersa Besari, Penulis Harus Tahu!

Setiap penulis mempunyai cara sendiri dalam menulis. Berikut merupakan tips menulis ala Fiersa Besari:

1.     Bawa Note dan Bolpoin

Hal yang paling berharga dalam kepenulisan adalah ide. Karena sebuah ide, naskah tersebut dapat berkembang menjadi tulisan. Ide biasanya muncul secara spontan dan tiba-tiba saja melintas di pikiran. Seperti yang kita ketahui, ide juga cepat hilang. Maka dari itulah, saat ide muncul, cepat tuliskan dalam note. Kalaupun sedang tidak memungkinkan, kamu bisa mengganti note dengan ponsel.

2.     Pastikan Alasan Konflik dan Penyelesaian Cerita Matang

Dari ide, kamu bisa mengembangkannya menjadi konflik, alasan tokoh dan penyelesaian yang matang. Tiga hal tersebut mempunyai peranan penting dalam menciptakan karya yang beda dari lainnya.

3.     Riset

Riset, riset, riset merupakan hal utama yang harus penulis lakukan. Kamu tidak ingin plotmu jadi hole, kan? Atau kamu tidak mau tokohmu menjadi tempelan, kan? Maka dari itulah, usahakan riset sedalam mungkin. Pastikan apa yang kamu tulis bukanlah suatu hal yang mengada-ada.

4.     Matikan Ponsel Selama Menulis Naskah

Hayo siapa yang masih melakukan hal ini? Ingat ya, gaes, ponsel itu bisa menghambat kreativitasmu. Apalagi kalau ponselnya kamu gunakan untuk scroll sosial media. Wuah, bisa dipastikan naskahmu tidak akan kunjung selesai. Jadi, matikan sejenak atau menjauhlah dari ponselmu. Fokuslah kepada apa yang kamu tulis.

5.     Cari Ruangan Sunyi untuk Menulis

Fiersa Bestari menyarankan supaya penulis menyelesaikan naskahnya di ruangan sunyi. Kalaupun ingin memutar lagu pastikan lagumu tanpa lirik dan tidak begitu emotional (musik instrumental yang menenangkan). Dengan hal tersebut kamu bisa menjadi lebih tenang dan netral saat menulis.

Baca  juga : 10 Tips Menulis Keren Ala Raditya Dika, Langsung Best Seller

6.     Tidak Perlu Memikirkan Mana yang Bagus dan Apa yang Buruk

Udah, pokoknya tulis saja terlebih dahulu. Jauhkan pikiranmu dari mana hal yang lebih bagus untuk dituliskan dan apa yang lebih buruk? Pokoknya tuliskan saja. Apalagi kalau pikiranmu sudah mengalir, sudah jangan pusingkan apa pun. Tuliskan saja tanpa mengubah isi naskah.

7.     Berhenti Menjadi Editor

Penulis ya kerjanya menulis. Ada profesi lain kok dari kepenulisan, yakni editor. Apalagi kalau kamu dalam posisi sedang mengerjakan naskah, jangan berhenti hanya untuk mengeditnya. Kamu boleh melakukan penyuntingan jika naskahmu sudah selesai ditulis.

8.     Tinggalkan Tulisanmu untuk Sejenak

Selalu menulis akan menimbulkan kebosanan maupun kejenuhan. Maka dari itulah, jika writer’s block mendatangimu, tinggalkan saja tulisanmu sejenak dengan menikmati secangkir kopi, menatap indahnya senja, menatap hujan, melakukan yoga, atau melakukan lainnya.

9.     Baca Ulang Naskah dari Awal

Saat naskah yang kamu tulis sudah selesai, bacalah naskah itu dari awal. Kamu bisa melakukan proses editing dengan mencari bagian yang salah, diksi kurang pas, plot yang dirasa mengganggu dan sebagainya.

10.Endapkan Naskah

Setelah memastikan naskah sudah sesempurna mungkin, endapkan untuk beberapa waktu. Kamu bisa melakukan hal menyenangkan lain. Fiersa Besari biasanya mengendapkan naskah minimal 3 bulan. Apabila proses pengendapan selesai, kamu bisa membaca kembali naskah. Barangkali ada hal yang perlu diperbaiki.

11.Jangan Malu untuk Membacakan Naskah Tersebut ke Orang Lain

Jika kamu punya seseorang yang bisa dipercayai dan pembaca ulung, bacakan naskah itu kepadanya. Kamu juga bisa membacanya dengan keras dan lantang untuk menemukan bagian narasi atau dialog yang bermasalah atau adegan rancu.

12.Ajukan Naskah ke Penerbit

Sebaik-baiknya naskah adalah yang sudah selesai. Kemudian supaya naskahmu bisa bermanfaat, kirimkan saja ke penerbit. Namun, kalau kamu merasa proses penerbitan sangat lama, tidak perlu khawatir, ada banyak sekali media yang bisa kamu pakai. Salah satu media itu adalah platform.

Sebagai sebuah platform baca tulis, Cabaca setiap bulannya mencari bibit-bibit baru dan berbakat untuk menuliskan novel yang akan diterbitkan secara premium. Apa sih Cabaca itu? Cabaca merupakan platform baca-tulis yang seluruh proses pengerjaannya dilakukan oleh anak negeri sendiri. Novel premium Cabaca, akan mendapatkan komisi. Tidak hanya itu, hanya novel terbaik dari terbaik saja yang akan menjadi novel premium. Jadi, kualitasnya tidak akan kaleng-kaleng.

Cabaca setiap bulannya membuka kesempatan penulis-penulis baru untuk bergabung. Bersama Cabaca, mari kita tumbuh bersama.