12 Penyebab Anak Kurang Gizi, Apa Saja?

12 Penyebab Anak Kurang Gizi, Apa Saja? – Tentunya mempunyai anak-anak yang sehat dan cerdas adalah keinginan kita sebagai orang tua. Namun, karena satu dan dua hal, kita tidak menjaga gizi dari anak-anak.

Untuk memperingati Hari Gizi Nasional Indonesia yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2022, berikut dipaparkan penyebab anak kurang gizi untuk Bunda atau Ayah di mana pun kalian berada.

Baca Juga : Tanda Kekurangan Gizi Pada Anak

12 Penyebab Anak Kurang Gizi

Berikut adalah beberapa penyebab anak kurang gizi yang harus kamu ketahui, ya!

1. Kurang Zat Besi

Anak gizi kurang tidak selalu karena perekonomian susah, tapi bisa juga karena kebiasaan atau pola makan. Misalnya saja anak tidak menyukai makanan mengandung zat besi, seperti sayuran, ikan laut, dan sebagainya akan membuat anak tampak lemah, pucat, sering rewel, sulit bernapas, dan tidak tahan suhu dingin.

2. Kurang Vitamin D

Kekurangan gizi pada anak dapat membuat tulangnya tidak tumbuh kuat. Anak yang kurang vitamin D, umumnya akan mengalami deformasi berbentuk X atau O dan betisnya tampak melengkung.

3. Kurang Kalsium

Kurang kalsium dapat membuat anak sulit tidur, rewel, berkedutnya anggota badan, kejang, dan detak jantung terasa lemah. Mengatasi anak kurang gizi kalsium, yakni dengan mengkonsumsi sayuran maupun buah.

4. Kurang Vitamin C

Kurang vitamin C tidak hanya membuat sariawan, tapi juga membuat luka tidak kunjung sembuh, rambut kusut, mudah lelah, sering murung, dan hilang semangat.

Juicing
Photo by Jennifer Burk / Unsplash

5. Kurang Vitamin B1, B2, B3, B6, B12

Penyebab gizi kurang Vitamin B1, B6, B2, B3, B12 adalah karena jarang mengonsumsi makanan laut, daging, maupun susu. Gejala dari vitamin B1, B6, B2, B3, B12 berbeda-beda.

Anak yang kurang vitamin B1 umumnya akan sering mudah tersinggung, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, dan lain-lain. Kekurangan B2 dapat membuat mata merah, bibir pecah-pecah, infeksi mulut, dan sebagainya. Sedangkan ciri dari kurang vitamin B3 adalah muntah, depresi, pellagra, dan lain-lain.

Untuk ciri dari kekurangan B6, anak-anak akan merasa depresi, kebingungan, hingga anemia. Kurangnya B12 membuat kesemutan di kaki dan tangan, lelah yang berlebihan, depresi, dan sebagainya.

6. Kurang Asam Folat

Anak yang sering mengalami sariawan, lidah bengkak, kulit pucat, dan diare bisa jadi mengalami salah satu faktor gizi buruk di Indonesia, yakni kurang asam folat. Pada ibu hamil, kurang asupan asam folat akan membuat bayi mengalami anencephaly.  

Baca Juga: 12 Jenis Tanaman Hias yang Bisa Hidup di Air

7. Kurang Vitamin A

Keluhan yang umum karena kurang vitamin A adalah gangguan penglihatan. Perbanyak makan wortel dan sayuran ya, Bunda, supaya mata anak-anak kita dapat melihat keindahan dunia.

8. Kurang Vitamin K

Kurangnya vitamin K dalam tubuh ditandai dengan mimisan, adanya memar di sekitar wajah dan kepala, rewel, muntah, dan kulit tampak pucat.

Photo by Nathan Dumlao / Unsplash

9. Kurang Seng

Anak tidak nafsu makan dan kekebalan tubuh sering menurun, bisa jadi anak Bunda sedang kurang seng. Apabila tidak segera diatasi, akan timbul penyakit seperti diare, luka tidak kunjung sembuh, rambut rontok, dan sebagainya.

10. Kurang Yodium

Kurang yodium dapat membuat pertumbuhan fisik melambat dan mengakibatkan keterbelakangan mental anak.

11. Kurang Asam Lemak

Kurang asam lemak akan mengakibatkan demam, diare, tidak nafsu makan, pucat, dan muntah-muntah. Perhatikan asupan gizi anak, ya, Bunda.

12. Kurang Protein

Ciri-ciri anak kurang gizi rambut jagung adalah karena kurangnya protein dalam tubuh. Kurang protein juga membuat kulit kering, pertumbuhan melambat, perut membesar, menurunnya berat badan, dan lain-lain.

Baca Juga: 13 Buah dengan Vitamin C Tinggi, Gak Perlu 1000mg Per Hari

Semoga ulasan mengenai 12 penyebab anak kurang gizi di atas bermanfaat ya, Bunda dan Ayah. Nah, ada satu lagi gizi yang kadang luput dari pengawasan orang tua, yakni menyuplai pikiran anak, khususnya remaja, dengan bacaan berkualitas.

Dunia perplatform-an membuat anak-anak bebas memilih bacaan. Tapi, tenang saja. Di aplikasi Cabaca, Bunda dan Ayah juga bisa mengecek bacaan anak lewat fitur Bacaanku. Mari kita sayangi anak-anak kita dengan memberikan terpilih sesuai usianya, ya. [Lisma]