10 Kelebihan Menulis Novel dengan OutlineKamu tim mana nih? Tim menulis novel dengan outline atau tim menulis novel tanpa outline?

Menulis tanpa outline boleh-boleh saja, karena  praktik menulis itu memang fleksibel. Namun, jika membicarakan kelebihan, maka menulis novel dengan outline memiliki banyak keuntungan.

Apa sajakah itu? Berikut fungsi outline cerita.

1. Risiko novel gagal ditulis kecil.

Salah satu hal yang membuat kegagalan dalam menulis adalah pikiran macet. Hal ini dikarenakan kamu tidak membuat outline. Coba kalau kamu membuatnya terlebih dahulu, ide macet itu akan berkurang atau tidak ada sama sekali.

2. Menulis lebih cepat.

Merencanakan segala hal dari awal sampai akhir, akan membuatmu cepat dalam menuliskan novel. Konon katanya para penulis senior, apabila kamu menulis outline, maka 30% dari ceritamu sudah beres.

3. Memberimu arah jalan pulang.

Dalam menulis, terkadang banyak hal bisa melenceng. Nah, kalau kamu terjebak dalam kondisi seperti itu, buka kembali outline sebab outline selalu menunjukkan arah jalan pulang supaya ceritamu tidak melebar ke mana-mana.

4. Menghemat waktu untuk menyunting.

Ini penting banget, gaes. Menyunting terkadang membuat mental kita lelah. Apalagi kalau tidak menggunakan outline, kebanyakan cerita akan memiliki banyak lubang dan kamu harus meluangkan banyak waktu untuk menambal segala lubang.

5. Kamu tidak akan terpojok.

Kebanyakan penulis ingin mengaduk-aduk perasaan pembaca, maka dibuatlah plot twist. Namun, plot ini juga bisa menjadi ranjau kalau penulis tidak bisa menemukan pintu keluar dari permasalahan. Dengan outline, penulis bisa memikirkan jalan keluar dari plot twist ini terlebih dahulu. Kalau tidak memungkinkan, bisa langsung mencari plot lainnya.  

Baca Juga: Apa Pentingnya Sinopsis dan Outline? (Rangkuman Event Pojok Editor #2 Festival Cabaca 2020)

6. Bisa menyebarkan petunjuk-petunjuk.

Outline membuatmu lebih mudah menyebarkan petunjuk-petunjuk untuk tokoh atau adegan penting. Lalu, pada klimaks, ceritamu bisa menjadi ledakan keterkejutan bagi pembaca.  

Microsoft Surface Laptop 3 in platinum

shot by: Christiann Koepke
Photo by Surface / Unsplash

7. Mempermudah riset.

Setelah menulis outline, kamu akan mengetahui bagian mana yang memerlukan riset mendalam ataukah tidak. Hal ini sangat mempermudah menulismu. Melakukan riset di awal cerita, jauh lebih mudah daripada membaca dari awal lagi dan mencocokkan plot.

8. Outline tidak membatasi kreasimu.

Membuat outline bukan artinya mengharamkan cerita berkembang lagi. Tidak, gaes. Seni menulis itu fleksibel. Penulis adalah orang bebas. Jadi, alih-alih terpaku kepada outline dan merasa tertekan, kamu bisa mengembangkan kreasi. Selagi menulis, kamu bisa mengubah beberapa bagian atau menambahkan karakter baru. Asalkan ceritamu tetap berfokus.

9. Membantu memberikan nama karakter.

Nama karakter yang bagus tidak diberikan secara asal, melainkan harus sesuai dengan latar belakang dan tujuan hidup dari karakter tersebut. Dengan outline, kamu bisa melihat keseluruhan dunia karaktermu.

10. Mengurangi kerusakan struktur cerita.

Dalam sebuah novel, ada yang dinamakan struktur cerita. Dalam struktur itu, terdapat konflik, klimaks, dan resolusi. Setidaknya dengan menulis outline, struktur ceritamu kuat, tidak ngasal.

Baca Juga: Cara Membuat Outline Novel, Mudah Dipraktikkan!

Gimana? Apakah sedikit tersadarkan dengan manfaat outline cerita? Jika iya, bersiap untuk menulis outline novel yang bagus ya sebelum kirim naskah ke Cabaca. Soalnya outline akan dimintain tim editor Cabaca untuk bahan diskusi. Jangan lupa, baca novel Indonesia terbaik yang ada di Cabaca. Gampang kok, install aja aplikasi Cabaca yang ada di Google Play. [Lisma]