10 Kelebihan Anak Perantauan - Banyak yang berubah pada gadis bernama lengkap Ariqa Valonia itu. Bila dulunya ia orang yang suka berkata kasar atau kurang peduli pada sekitarnya, kini hal itu sudah tidak ditemukan lagi pada dirinya.

Sebagaimana kedewasaan berpengaruh pada dirinya.

Perubahan yang ia rasakan sedikit demi sedikit terjadi di saat ia merantau ke Yogyakarta untuk kuliahnya. Hidup seorang diri di dalam rumah kontrakan, dan bergantung pada diri sendiri membuatnya lebih menghargai lingkungan sekitar. Gadis itu berubah menjadi dewasa dan mandiri. Tampilannya pun berubah lebih dewasa. Ia memangkas rambut hitamnya sampai sebahu. Matanya minus tiga karena terlalu banyak membaca dengan posisi yang salah. Ia menutupi kekurangannya itu dibalik lensa kontak cokelat yang tampak pas di matanya.

Cuplikan narasi dalam novel By The Phone di Cabaca tersebut bisa jadi merupakan salah satu gambaran bagaimana kehidupan mahasiswa perantauan. Nah, apa saja sih yang jadi kelebihan anak perantauan?

1. Terlatih Mandiri

For whatever we lose (like a you or a me), it’s always our self we find in the sea.
― E.E. Cummings
Photo by Andrew Neel / Unsplash

Keadaan membuatmu jadi mandiri. Yang dulunya harus dibangunkan orang tua saat akan pergi ke sekolah, atau tinggal makan karena ibu sudah membuatkan makanan, yang hidup di perantauan biasanya akan lebih mandiri. Anak kos jalan ke warung sendiri, makan sendiri, udah biasa!

2. Bebas dari Omelan Orang Tua dan Omongan Tetangga

Salah satu hal yang menyenangkan dari kehidupan perantauan adalah ketika kamu jadi tidak sering mendengar omelan orang tua. Kamu pun jadi lebih leluasa mengambil keputusan sendiri. Oya, say good bye juga dengan omongan tetangga yang setajam silet, hehehe.

3. Terbiasa Mengambil Keputusan Sendiri

Sebagai efek dari hidup sendiri, kamu pun akan terbiasa mengambil keputusan sendiri. Saat kamu dihadapkan pada masalah atau sebuah pilihan, kamu jadi bisa berpikir dengan lebih leluasa apa yang terbaik untuk dirimu sendiri.  

Baca Juga: 6 Acara TVRI yang Diingat Anak 90-an

4. Berani Ambil Risiko

On a very cold, cloudy day, I was just enamored by the beauty of the mountain with its peak obscured by the clouds.  The lake had frozen over just enough to reflect this incredible view.  Lots of images of Kirkjufell exist, but most are shot from the same perspective, so I ventured out onto the lake to see just how close I could get and if there was a different way to display its beauty.  I stood here for over an hour, in awe.
Photo by Landon Arnold / Unsplash

Karena kamu memilih sendiri apa yang hendak kamu lakukan, sebagai anak perantauan, kamu pun memahami bahwa kamu pulalah yang akan menanggung risikonya.

5. Mudah Beradaptasi

Kamu menyadari betul, kamu harus beradaptasi jika ingin diterima di lingkungan baru. Oleh karena itu, hal tersebut membuatmu jadi pribadi yang mudah beradaptasi. Hidup di perantauan membuatmu harus memahami adat istiadat dan budaya setempat dan pandai menempatkan diri dengan linkungan.

6. Punya Teman dari Berbagai Suku

We were on our medical mission trip in Sitio Linyama, Bongabong, Oriental Mindoro, Philippines when I saw this family arrive to the place where they dump all the bananas they have collected from the mountains. They sell these for P20.00 ($0.40) per bundle of bananas. They will use the money to buy rice to feed their stomachs for the day. What stirs me in this photo is how happy they still look after a long day of hard work. That just melts my heart.
Photo by Zeyn Afuang / Unsplash

Saat sekolah dan tinggal bersama orang tua, mungkin kamu hanya bertemu dengan orang-orang yang ada di lingkungan sekitarmu. Bahkan kamu hanya bertemu dengan orang-orang yang menggunakan bahasa daerah yang sama. Tapi saat jadi mahasiswa perantauan atau bekerja di luar daerahmu, kamu mungkin akan bertemu dengan manusia yang lebih beragam, baik daerah asalnya maupun sukunya. Gunakan hal ini untuk memperbanyak teman!

7. Cara Pandang Lebih Terbuka

Seiring dengan pergaulan yang lebih luas, kamu akan menemukan bahwa cara pandangmu terhadap sesuatu akan berubah. Kamu tidak lagi menilai satu masalah dari sudut pandangmu atau adat istiadat yang membesarkanmu, tetapi juga mempertimbangkan budaya setempat. Selain itu, kamu akan lebih suka mendengarkan pendapat dari orang-orang yang berbeda daerah denganmu. Jujur saja, itu menyenangkan!

Baca Juga: 9 Menu Sahur Anak Kos Modal Rice Cooker

8. Memahami Manajemen Waktu yang Baik

Karena hidup sendiri, anak perantauan cenderung lebih bisa membagi tugas dan lebih terbiasa memanajemen waktu. Kamu jadi tahu kapan harus mencuci baju, mengerjakan tugas kampus, hingga kapan harus nongkrong bersama teman-teman.

9. Terbiasa Mengatur Uang Sendiri

Financial growth
Photo by Ibrahim Rifath / Unsplash

Pernah merasakan awal bulan makan enak dan akhir bulan makan mi instan? Itu artinya kamu sudah benar-benar jadi anak kos. Walaupun misalnya masih mendapat jatah dari orang tua, kamu harus pandai membagi pengeluaran dan mengatur cashflow kalau tidak ingin menderita di akhir bulan. Hal ini juga berlaku jika kamu adalah karyawan yang kos. Kamu harus pintar mengatur gajimu agar tidak bokek di akhir bulan.

10. Lebih Memahami Artinya 'Pulang'

Semakin jauh jarak antara rumahmu dan perantauan, semakin jarang kamu bertemu orang tua, maka kamu akan semakin menggebu-gebu saat waktu mudik tiba. Kamu jadi merindukan rumah, lebih dari orang yang tidak pernah merantau. Kamu jadi tahu bahwa kegiatan pulang akan menjadi sesuatu hal yang menyenangkan.

Baca Juga: 8 Tips Mudik Lebaran Aman dan Gak Membosankan

Kurang lebih begitulah derita anak kos atau kehidupan perantauan. Tetapi jangan khawatir, kamu akan punya banyak kelebihan anak perantauan. Jadikan hal ini sebagai sesuatu yang menempa kepribadianmu ya!

Oya, kalau kamu sedang cari hiburan di kos dan tidak punya tempat cerita saat di perantauan, mungkin baca novel bisa menghiburmu. Manfaatkan aja dengan download novel gratis di Cabaca.id! Asal dapat kerang gratis, kamu bisa baca sepuasnya. Download aplikasi Cabaca di Play Store sekarang!

Baca novel gratis di hp kamu pada jam baca nasional!